Jadwal Pemberian Vaksinasi HPV: 2 Kali Cukup

Oleh dr. Tanessa Audrey

Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) merupakan metode pencegahan terhadap infeksi virus HPV yang dapat mencegah kanker yang terkait dengan HPV, terutama kanker serviks. Rekomendasi terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi HPV sebanyak 2 kali sama baiknya dengan 3 kali suntikan.[1]

Vaksin ini sudah direkomendasikan sejak tahun 2006 dengan jadwal vaksin sebanyak 3 kali dimulai pada usia 15-26 tahun. Meskipun sudah secara luas diketahui, cakupan vaksin HPV masih di bawah rata-rata, terutama di daerah pendapatan rendah (low-income).[1,2] Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dapat menjadi salah satu penyebab cakupan rendah mengingat harga vaksin HPV yang tergolong mahal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi HPV dapat dilakukan sebanyak 2 kali saja dan hasilnya sama baiknya dengan 3 kali suntikan. Hal ini dapat mengurangi biaya medis yang dikeluarkan dan membantu meningkatkan cakupan vaksinasi HPV.[1-3]

Sumber: J Christian, Wikimedia commons, 2007. Sumber: J Christian, Wikimedia commons, 2007.

Kontroversi terkait Jadwal Vaksinasi HPV

Laporan terbaru dari Central of Disease Control (CDC) menunjukkan bahwa vaksinasi HPV cukup dilakukan sebanyak dua kali. Rekomendasi vaksinasi HPV ini diperbaharui karena studi mendapatkan bahwa vaksinasi sebanyak 2 kali sama baiknya dengan vaksinasi sebanyak 3 kali. Studi menunjukkan bahwa vaksin HPV 2 dosis bila diberikan dalam waktu minimal 6 bulan pada usia 9-14 tahun memberikan imunogenitas yang sama baiknya dengan vaksin HPV 3 dosis yang diberikan pada usia 15 tahun ke atas (rekomendasi lama). Efektifitas proteksi terhadap infeksi HPV juga sama efektifnya pada vaksinasi 2 dosis atau pun 3 dosis.[1,5,6]

Pembaharuan rekomendasi ini juga sudah dilakukan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Berdasarkan rekomendasi baru ini, jadwal vaksinasi HPV yang dapat dilakukan adalah vaksinasi 2 dosis atau vaksinasi 3 dosis. Vaksinasi 2 dosis dilakukan apabila dosis pertama diberikan pada usia 11-12 tahun. Vaksinasi 2 dosis dapat dimulai paling cepat pada usia 9 tahun hingga paling lambat sebelum usia 15 tahun. Vaksinasi 2 dosis diberikan dengan jadwal 0, 6-12 bulan. Jarak dosis pertama dan dosis kedua paling minimal adalah 5 bulan. Apabila pasien mendapatkan suntikan lebih cepat dari 5 bulan, maka dosis ketiga tetap dibutuhkan. Vaksinasi 3 dosis tetap dilakukan apabila pasien mendapatkan dosis pertama pada usia di atas 15 tahun. Vaksinasi 3 dosis diberikan dengan jadwal 0,1,6 atau 0,2,6 sesuai dengan jenis vaksin yang digunakan. Pasien dengan imunokompromais tetap dianjurkan mendapatkan vaksinasi 3 dosis. Apabila jadwal imunisasi HPV terlewatkan, dosis berikutnya dapat langsung diberikan tanpa harus mengulang dosis pertama. Jumlah dosis yang diberikan (2 atau 3 dosis) tergantung dari usia diberikannya dosis pertama.[1,4]

Di sisi lain, studi Donken, et al. menyatakan bahwa efektifitas vaksinasi HPV 2 dosis lebih rendah dari 3 dosis, terutama untuk HPV-18 pada 2-3 tahun setelah dosis pertama. Namun demikian, studi ini memiliki beberapa kelemahan seperti pemilihan, karakteristik, dan jumlah sampel yang tidak jelas. Peneliti juga mendapatkan pendanaan personal dari perusahaan yang memproduksi vaksin HPV.[5] Studi juga menunjukkan bahwa durasi proteksi vaksinasi HPV baik dilakukan dalam 3 dosis ataupun 2 dosis sama baiknya.[1]

Rekomendasi yang Berlaku dan Ketersediaan Vaksin HPV di Indonesia

Terdapat 2 jenis vaksin HPV yang tersedia di Indonesia, yaitu vaksin bivalen (HPV 16 dan 18) dan tetravalen (HPV 6,11,16,18). Vaksin bivalen umumnya diberikan pada bulan ke 0,1,6, sedangkan vaksin tetravalen diberikan pada bulan ke 0,2,6.[7,8]  Rekomendasi imunisasi HPV di Indonesia juga terdapat 2 versi, yaitu rekomendasi dari Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Jadwal Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Vaksinasi HPV yang secara umum diketahui adalah sebanyak tiga kali pada usia 19-21 tahun, tergantung jenis vaksin yang diberikan, jadwal ini merupakan jadwal yang direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi PAPDI.[9] Namun demikian, berdasarkan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terbaru tahun 2017, vaksinasi HPV sudah dimasukkan ke dalam jadwal imunisasi anak mulai dari 10 tahun dan dilakukan sebanyak 2 ataupun 3 kali, tergantung dari kondisi masing-masing pasien dan jenis vaksin yang diberikan. Bila vaksinasi pertama dilakukan pada usia 10-13 tahun, maka pemberian vaksin HPV cukup dilakukan sebanyak 2 kali.[3,10]  Jadwal vaksinasi HPV terbaru dari IDAI ini sudah sesuai dengan rekomendasi terbaru terkait vaksinasi HPV. Jadwal dari Satgas Imunisasi PAPDI sebenarnya juga sudah sesuai dengan rekomendasi terbaru. Berdasarkan jadwal Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali karena dosis pertama dianggap diberikan pada usia 19 tahun ke atas.[1,9,10]

Implementasi Jadwal Vaksinasi HPV Baru di Indonesia

Vaksinasi HPV sebanyak 3 kali masih banyak dilakukan di Indonesia karena pengertian masyarakat bahwa vaksinasi HPV tidak dibutuhkan oleh anak-anak dan anak-anak belum melakukan hubungan seksual, sehingga dosis pertama vaksin HPV umumnya dimulai pada usia 16 tahun ke atas. Pemberian dosis pertama di atas 16 tahun menjadikan vaksinasi HPV harus diberikan sebanyak 3 kali. Hal ini merupakan hambatan yang harus diperbaiki, mengingat peningkatan angka hubungan seksual pranikah dan coitarche yang semakin cepat juga mulai marak terjadi, termasuk di Indonesia.[11-13] Selain itu, harga vaksin HPV tergolong cukup mahal tetapi harus diedukasi bahwa biaya tersebut tidaklah seberapa dibandingkan dengan biaya penanganan kanker akibat HPV. Implementasi vaksinasi HPV lebih awal dapat mengurangi risiko infeksi HPV dan meminimalisir biaya medis yang dikeluarkan.[3,7,8]

Kesimpulan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi HPV yang diberikan sebanyak 2 kali sama baiknya dengan vaksinasi yang diberikan sebanyak 3 kali, tidak terdapat perbedaan efektifitas ataupun imunitas yang terbentuk. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa pemberian vaksinasi HPV sebanyak 2 kali lebih baik. Pemberian vaksinasi HPV sebanyak dua kali direkomendasikan pada pasien yang mendapatkan dosis pertama di usia 10-13 tahun dengan jadwal dosis kedua diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama dengan jarak paling minimum 5 bulan. Bila dosis pertama diberikan di atas usia 15 tahun atau pasien imunokompromais, maka vaksinasi tetap diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal sesuai jenis vaksin yang digunakan. Menerapkan jadwal vaksinasi HPV sebanyak 2 kali memiliki hambatan di Indonesia, namun demikian, implementasi jadwal baru ini akan sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko infeksi HPV dan juga menekan biaya medis yang harus dikeluarkan.

Referensi