Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penyakit Meniere general_alomedika 2023-06-28T08:31:47+07:00 2023-06-28T08:31:47+07:00
Penyakit Meniere
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Penyakit Meniere

Oleh :
dr.tyagita khrisna ayuningtias
Share To Social Media:

Penyakit Meniere atau Meniere’s disease adalah kelainan telinga bagian dalam yang sering juga disebut sebagai hidrops endolimfatik idiopatik. Penyakit ini mengacu pada kondisi peningkatan tekanan hidrolik di sistem endolimfatik pada telinga bagian dalam, yang menyebabkan gangguan pendengaran fluktuatif, episode vertigo, tinnitus, dan sensasi penuh pada telinga.[1]

Penyakit Meniere merupakan penyakit idiopatik. Penelitian pada tulang temporal menunjukkan akumulasi cairan pada koklea dan organ vestibular yang menyebabkan peningkatan tekanan endolimfatik. Gangguan metabolik, ketidakseimbangan hormon, trauma, dan infeksi diperkirakan berperan dalam munculnya hidrops endolimfatik pada penyakit Meniere.[1,2]

meniere disease

Keluhan yang paling umum menyebabkan pasien penyakit Meniere mendatangi fasilitas kesehatan adalah vertigo. Jika pasien datang dalam fase remisi, hasil pemeriksaan fisik mungkin tampak normal. Namun, pada pasien yang memeriksakan diri saat fase akut, dokter dapat menemukan keringat berlebihan dan pucat. Selain itu, dokter mungkin menemukan hipertensi, takikardia, dan takipnea.[1]

Pada mata pasien, dokter mungkin mendapati nistagmus spontan. Pada pemeriksaan otoskopi, hasil biasanya tampak normal. Dokter juga perlu melakukan pemeriksaan neurologi. Beberapa penunjang seperti uji Romberg, audiometri, electrocochleography, electronystagmography, MRI, dan CT scan dapat dilakukan sesuai indikasi.[1]

Hingga kini belum ada penatalaksanaan yang terbukti bisa menyembuhkan penyakit Meniere. Tujuan terapi adalah mengurangi morbiditas dan mencegah komplikasi. Tata laksana bersifat simtomatik, terutama untuk meredakan gejala vertigo. Pembedahan dapat dipertimbangkan pada pasien yang tidak membaik dengan terapi konservatif.[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

1. Li JC. Meniere Disease (Idiopathic Endolymphatic Hydrops). Medscape. 2020. https://emedicine.medscape.com/article/1159069-overview
2. Koenen L, Andaloro C. Meniere Disease. StatPearls Publishing. 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536955/

Patofisiologi Penyakit Meniere

Artikel Terkait

  • Red Flag Tinnitus
    Red Flag Tinnitus
  • Injeksi Kortikosteroid Intratimpani pada Penanganan Penyakit Meniere
    Injeksi Kortikosteroid Intratimpani pada Penanganan Penyakit Meniere
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 17 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 13 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.