Prognosis Otosklerosis
Prognosis otosklerosis pada pasien yang menjalankan operasi, 95% mengalami perbaikan fungsi pendengaran. Namun, sebanyak 1% pasien berisiko kehilangan pendengaran total. Pada otosklerosis lanjut, penatalaksanaan yang disarankan adalah menggunakan alat bantu dengar.[8,15]
Studi yang dilakukan oleh Blijven et al., pada 66 kasus yang menjalani stapedotomi, terjadi perbaikan pendengaran pada follow up sampai dengan 12 bulan post operasi. Pada studi ini, pasien disarankan agar tetap menjalankan terapi konservatif post operasi dan hindari melakukan operasi revisi sampai dengan 12 bulan setelah operasi pertama kecuali ada indikasi urgent, seperti fistula perilimfe.[44]
Komplikasi
Otosklerosis yang berlanjut tanpa dilakukan terapi akan menjadi tuli campuran karena keterlibatan koklea. Operasi stapedektomi atau stapedotomi pada tahap awal otosklerosis akan menghasilkan perbaikan pendengaran yang signifikan.[3,7]
Pada otosklerosis yang lanjut, penatalaksanaan yang disarankan adalah menggunakan alat bantu dengar, stapedotomi, dan implantasi koklea. Tentunya luaran pada otosklerosis tahap lanjut tidak akan sebaik otosklerosis fase awal.[15]
Pasien dapat mengalami tinnitus setelah operasi (1-11%), dan faktor prediktif untuk hal ini belum diketahui. Namun, ada pula yang mengalami perbaikan dari gejala tinnitus post operasi. Adanya tinnitus atau bertambah parahnya tinnitus post operasi kemungkinan disebabkan karena adanya trauma operasi pada sel-sel sensorik, kebocoran cairan perilimfe, dan suara yang dihasilkan dari tindakan drilling.[22]
Selain itu, perburukan tinnitus juga ditemukan pada pasien yang lebih tua dan kehilangan pendengaran pada frekuensi yang lebih tinggi.[10]
Prognosis
Kebanyakan pasien mengalami perbaikan fungsi pendengaran setelah melakukan operasi stapes. Adanya Carhart notch pada audiogram sebelum operasi tidak mempengaruhi prognosis perbaikan konduksi tulang dan fungsi koklea. Usia tidak mempengaruhi luaran fungsi pendengaran.[9,10]
Pasien pasca operasi dapat mengalami gangguan vestibular (12%), biasanya gejala ini akan membaik dalam kurang dari 1 minggu, tetapi dapat pula menjadi vertigo jangka panjang yang berulang. Namun, hal ini hanya terjadi pada sebagian kecil pasien. Pada frekuensi di bawah 1000 Hz, rerata perbaikan mencapai kurang lebih 30 dB, yang mana hal ini dapat memperbaiki persepsi suara (bicara) sehingga tidak diperlukan alat bantu dengar.[10,32]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha