Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Pes (Plague) nurh-syadawani 2026-10-09T14:46:42+07:00 2026-10-09T14:46:42+07:00
Pes (Plague)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Pes (Plague)

Oleh :
dr.Nurh Syada
Share To Social Media:

Penegakan diagnosis wabah pes atau plague berdasarkan pada evaluasi klinis meliputi gejala dan penggalian riwayat paparan risiko, mengingat sifat penyakit yang fulminan, inisiasi terapi antibiotik empiris harus segera dilakukan tanpa menunggu konfirmasi hasil laboratorium.[1,4]

Anamnesis

Anamnesis pasien dengan bubonic plague, umumnya datang dengan keluhan demam tinggi akut disertai kemunculan limfadenopati regional yang sangat nyeri (bubo), biasanya di area inguinal atau aksila. Pada kasus pneumonic plague, dokter perlu mewaspadai gejala progresif cepat berupa batuk produktif dengan sputum hemoptoe (bloody sputum), sesak napas berat, nyeri dada pleuritik, dan tanda-tanda kegagalan respirasi akut.[1,2]

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada bubonic plague menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening yang nyeri tekan, berbatas difus, dengan kulit di atasnya tampak eritematosa. Di sisi lain, pemeriksaan fisik pada pneumonic plague mendapati adanya tanda-tanda konsolidasi paru akut, takipnea, sianosis, serta penurunan saturasi oksigen yang dapat dengan cepat berlanjut menjadi syok septik.[2]

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang melalui metode pewarnaan gram pada spesimen klinis, seperti sputum atau cairan aspirasi endotrakeal, umumnya akan mengidentifikasi bakteri kokobasil Gram-negatif dengan karakteristik morfologi patognomonik berupa bipolar safety-pin appearance digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis, uji lanjutan yang direkomendasikan yaitu tes imunodiagnostik cepat untuk mendeteksi antigen F1, amplifikasi asam nukleat melalui polymerase chain reaction (PCR).[3]

Diagnosis Banding Bubonic Plague

Diagnosis banding bubonic plague mencakup berbagai penyakit infeksi bakteri maupun zoonosis lain yang memicu pembesaran kelenjar getah bening regional secara akut.

Limfadenitis Supuratif Akut

Limfadenitis Supuratif Akut merupakan infeksi bakteri piogenik pada kulit, disebabkan bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Kondisi ini umumnya disertai tanda radang lokal dan penelusuran riwayat port d'entry luka yang jelas. Ketiadaan riwayat paparan zoonotik sangat membantu membedakannya dengan infeksi pes [6].

Tularemi

Penyakit zoonosis akibat Francisella tularensis yang juga ditularkan melalui gigitan vektor hewan pengerat atau kutu. Tularemia sering menampilkan lesi ulseroglandular persis menyerupai pes bubo, sehingga pemetaan riwayat epidemiologis regional menjadi penentu utama [2,6].

Cat-Scratch Disease (Penyakit Cakar Kucing)

Infeksi akibat Bartonella henselae yang ditandai dengan limfadenopati regional. Berbeda dengan pes yang fulminan, progresivitas penyakit ini jauh lebih lambat (indolen) dan pasien memiliki riwayat spesifik kontak atau cakaran kucing [6, 7].

Limfogranuloma Venereum (LGV)

Infeksi menular seksual akibat Chlamydia trachomatis yang bermanifestasi sebagai pembengkakan kelenjar inguinal unilateral yang nyeri. Anamnesis mendalam mengenai riwayat aktivitas seksual krusial untuk mengeksklusi diagnosis ini [2].

Diagnosis Banding Pneumonic Plague

Diagnosis banding pneumonic plague mencakup berbagai patogen penyebab pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia) derajat berat, infeksi viral eksponensial, serta penyakit akibat patogen spesifik agen ancaman Kategori A.[2,7

Pneumonia Komunitas Berat (Community-Acquired Pneumonia/CAP)

Infeksi paru akut oleh bakteri tipikal maupun atipikal seperti Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, atau Legionella pneumophila. Pembeda utamanya adalah progresivitas klinis pes paru yang sangat hiperakut, ditandai dengan batuk hemoptisis masif yang jarang memburuk secepat itu pada CAP konvensional [2,7].

Pneumonia Viral Berat

infeksi saluran napas eksponensial akibat virus influenza berat, Hantavirus, atau sindrom pernapasan koronavirus yang memicu Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) [7].

Inhalasi Antraks (Inhalational Anthrax)

Secara profil biosekuriti, Yersinia pestis dan Bacillus anthracis sama-sama diklasifikasikan sebagai agen ancaman patogen Kategori A (Tier 1) yang sangat mematikan apabila disebarkan via aerosol. Keduanya menimbulkan sindrom pneumonia fulminan secara mendadak. Oleh karena itu, kecurigaan riwayat pajanan sampel laboratorium mikrobiologi berisiko tinggi (BSL-3) atau indikasi bioterorisme wajib diinvestigasi sebagai kondisi darurat [1, 6, 7].

Referensi

1. Wise J. Russia plague outbreak after reported death of lab worker: what you need to know. BMJ. 2026;395:e101046. doi:10.1136/bmj-2026-101046
2. World Health Organization. Plague fact sheet. World Health Organization. Published 2023. Accessed October 8, 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/plague
3. Nelson CA, Meaney-Delman D, Fleck-Derderian S, Cooley KM, Yu PA, Mead PS. Antimicrobial treatment and prophylaxis of plague: recommendations for naturally acquired infections and bioterrorism response. MMWR Recomm Rep. 2021;70(3):1-27. doi:10.15585/mmwr.rr7003a1
4. Ansari I, Grier G, Byers M. Deliberate release: plague – a review. J Biosaf Biosecur. 2020;2(1):10-22. doi:10.1016/j.jobb.2020.02.001

Epidemiologi Pes (Plague)
Penatalaksanaan Pes (Plague)

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
    Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 06 Oktober 2026, 10:51
Kematian Peneliti di Rusia akibat Pneumonic Plague: Seberapa Besar Risiko Epidemi?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,The BMJ pada tanggal 5 Oktober 2026 melaporkan kematian seorang peneliti laboratorium wanita berusia 28 tahun di sebuah institut riset dekat...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.