Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Teratoma Ovarium general_alomedika 2023-08-09T10:17:31+07:00 2023-08-09T10:17:31+07:00
Teratoma Ovarium
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Teratoma Ovarium

Oleh :
dr. Jessica Elizabeth
Share To Social Media:

Teratoma ovarium adalah tumor pada ovarium atau area sakrokoksigius yang umumnya bersifat jinak. Teratoma adalah tumor sel germinal yang paling umum di ovarium dan menyumbang sekitar 20% dari semua neoplasma ovarium. Secara patologis, tumor ini mencakup berbagai macam asal sel germinal, membuat tumor bersifat pluripoten.[1]

Teratoma ovarium diklasifikasikan menjadi teratoma imatur, matur (kistik dan solid), dan monodermal atau highly specialized teratoma (struma ovarii, tumor karsinoid). Hingga saat ini, penyebab dan faktor risiko pasti dari teratoma ovarium belum diketahui. Wanita Asia dan Afrika-Amerika telah dilaporkan lebih sering mengalami penyakit ini dan memiliki prognosis lebih buruk.[1]

Openi, 2020. Ovarian_teratoma_with_hair-min Sumber: Openi, 2020.

Diagnosis teratoma ovarium dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang menggunakan penanda tumor, pemeriksaan radiologi, dan analisis histopatologi. Teratoma ovarium sering ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan selama kehamilan.[1-3]

Tata laksana teratoma ovarium bergantung pada ukuran, jenis, dan derajat tumor. Tata laksana dapat berupa tindakan operatif dan kemoterapi neoadjuvan.[2,3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Sahin H, Abdullazade S, et al. Mature cystic teratoma of the ovary: a cutting edge overview on imaging features. Insights Imaging. 2017 Jan 19;8(2):227–41.
2. Penick ER, Hamilton CA, et al. Germ Cell, Stromal and Other Ovarian Tumors. Clinical Gynecologic Oncology. 2018. p. 290–313.
3. Poaty H, Mboungou DM, et al. Mature Cystic Ovarian Teratoma: A Study of 43 Congolese Cases. Hered Genet Curr Res. 2018. 07(01):1-7

Patofisiologi Teratoma Ovarium
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 1 jam yang lalu
Cairan serosanguinous pasca op apakah perlu dievakuasi?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, pasien dengan luka jahitan pasca ekstraksi lipoma, pada luka jahitannya tidak ada tanda2 infeksi, dan mengeluarkan cairan merah muda...
Anonymous
Dibalas 34 menit yang lalu
Diare akut disertai perut melilit hebat pada dewasa
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter saya mendapatkan pasien wanita berusia 30 tahun dengan keluhan utama bab cair >10x. BAB berupa cairan menyemprot dengan ampas sedikit seperti...
Anonymous
Dibalas 18 menit yang lalu
BAB anak berlendir
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin berdiskusi. Saya ada pasien anak usia 5 tahun dengan keluhan BAB lembek sejak 1 minggu, frekuensi 5x/hari. Demam (-), muntah (-). Tidak ada...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.