Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Teratoma Ovarium general_alomedika 2023-08-09T10:28:25+07:00 2023-08-09T10:28:25+07:00
Teratoma Ovarium
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Teratoma Ovarium

Oleh :
dr. Jessica Elizabeth
Share To Social Media:

Prognosis teratoma ovarium dan angka harapan hidup bergantung pada jenis teratoma, serta stadium dan derajatnya. Angka harapan hidup teratoma imatur berkurang seiring meningkatnya derajat penyakit.[7]

Komplikasi

Komplikasi teratoma ovarium dapat terjadi akibat penyakit itu sendiri atau akibat prosedur operasi.

Komplikasi Tindakan Bedah

Tindakan bedah pada kasus teratoma ovarium dapat menyebabkan peritonitis kimiawi akibat tumpahan isi teratoma kistik matur. Hal ini jarang terjadi dan risiko dapat diminimalisir dengan teknik operatif yang baik. Risiko tumpahnya isi teratoma lebih tinggi jika pembedahan dilakukan dengan metode laparoskopi dibandingkan dengan laparotomi.[9]

Komplikasi Teratoma

Komplikasi akibat teratoma sendiri bisa berupa ruptur kista yang menyebabkan syok dan perdarahan, terutama saat kehamilan atau persalinan. Torsio teratoma dapat terjadi pada teratoma berukuran besar dan menyebabkan nyeri akut.[2]

Prognosis

Kebanyakan kasus teratoma ovarium stadium dapat disembuhkan dengan kombinasi operasi primer dan kemoterapi adjuvan. Namun, semua pasien dengan tumor sel germinal, terutama mereka dengan penyakit tahap awal yang diobati dengan terapi konservatif, memerlukan follow up yang ketat.

Pasien harus diperiksa setiap 2‒4 bulan selama 2 tahun pertama. Pemantauan harus mencakup pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan penanda tumor. Pemeriksaan radiologi harus dilakukan jika terjadi peningkatan penanda tumor atau terdapat gejala klinis yang mencurigakan. Kekambuhan biasanya terjadi dalam 2 tahun pertama.[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

2. Penick ER, Hamilton CA, et al. Germ Cell, Stromal and Other Ovarian Tumors. Clinical Gynecologic Oncology. 2018. p. 290–313.
7. Lintong PM. Keanekaragaman Teratoma Ovarium. J Biomedik. 2011 Mar;3(2):31–42.
9. Sinha A, Ewies AA. Ovarian Mature Cystic Teratoma: Challenges of Surgical Management. Obstet Gynecol Int. 2016;2016:2390178. doi: 10.1155/2016/2390178. Epub 2016 Mar 24. PMID: 27110246; PMCID: PMC4823513.

Penatalaksanaan Teratoma Ovarium
Edukasi dan Promosi Kesehatan Te...
Diskusi Terbaru
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 1 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 27 Oktober 2026, 13:21
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...
Anonymous
Dibalas 15 jam yang lalu
Suspek PJB ASIANOTIK
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALo Dokter, saya nemuin bising jantung pd anak usia antara 5-7 tahunan di klinik....ini harusnya rujuk ke SpA dulu atau boleh SpJP ya? Fyi, ini klinik...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.