Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Korioamnionitis general_alomedika 2023-02-02T13:34:41+07:00 2023-02-02T13:34:41+07:00
Korioamnionitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Korioamnionitis

Oleh :
dr. Virly Isella
Share To Social Media:

Etiologi korioamnionitis dapat berupa bakteri, jamur Candida spp., atau parasit Trichomonas vaginalis. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan koriamnionitis adalah

Etiologi

Etiologi yang umum dari korioamnionitis adalah infeksi bakterial. Adapun bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan korioamnionitis adalah:

  • Bakteri aerob: Mycoplasma pneumoniae

  • Bakteri anaerob: Gardnerella vaginalis, Bacteroides spp.
  • Bakteri anaerob fakultatif: Streptococcus grup B, Ureaplasma urealyticum, Escherichia coli, Listeria monocytogenes.

Selain itu, korioamnionitis juga dapat disebabkan oleh Candida spp., terutama Candida albicans, dan Trichomonas vaginalis.[4,7]

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya korioamnionitis berupa nullipara, partus lama, pemeriksaan digital berulang pada keadaan ketuban yang sudah pecah, dan pematangan serviks dengan metode mekanis, misalnya dengan menggunakan kateter Foley.[1,6]

Faktor lain yang juga meningkatkan risiko korioamnionitis adalah:

  • Ketuban pecah dini
  • Air ketuban bercampur mekonium (meconium stained amniotic fluid)
  • Infeksi saluran kemih
  • Bakterial vaginosis
  • Riwayat infeksi menular seksual, misalnya gonorrhea atau klamidia

  • Cardiotocography menggunakan pemantauan internal[1,6,11]

Selain itu, terdapat juga faktor risiko yang masih belum jelas hubungannya atau masih kontroversial, seperti konsumsi rokok atau alkohol, penggunaan anestesi epidural saat hamil, periodontitis, dan obesitas saat hamil[1,6]

 

 

Direvisi oleh: dr. Gabriela Widjaja

Referensi

1. Intrapartum Management of Intramniotic Infection. ACOG Committee Opinion. The American College of Obstetric and Gynecologist. 2017. https://www.acog.org/Clinical-Guidance-and-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Intrapartum-Management-of-Intraamniotic-Infection
4. Fowler JR, Simon LV. Chorioamnionitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532251/
6. Tita AT, Andrews WW. Diagnosis and management of clinical chorioamnionitis. Clin Perinatol. 2010 Jun;37(2):339-54.
7. Kim CJ, Romero R, Chaemsaithong P, Chaiyasit N, Yoon BH, Kim YM. Acute chorioamnionitis and funisitis: definition, pathologic features, and clinical significance. Am J Obstet Gynecol. 2015 Oct;213(4 Suppl):S29-52.
11. Novianesari PH, Bernolian N, Maulani H, Ramadanti A, Theodorus. Comparison between leukocyte esterase activity and histopathological examination in indentifying chorioamnionitis. Case Reports in Perinatal Medicine.2017;7(1).

Patofisiologi Korioamnionitis
Epidemiologi Korioamnionitis
Diskusi Terbaru
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 2 jam yang lalu
Anak 14 bulan batuk pilek
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Anak usia 14 bulan dengan keluhan batuk pilek sejak 2 hari tanpa disertai demam.Biasanya jika batuk pilek hanya diberikan nebul NaCl, masih bisa makan minum...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 09:10
Hitung Dosis Obat Anak Lebih Cepat dengan AI
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
Masihkah Anda menghitung dosis pasien anak secara manual?Di tengah kesibukan pasien yang padat, menghitung dosis obat anak secara manual bukan hanya menyita...
Anonymous
Dibalas kemarin, 13:19
Diklofenak apakah aman utk pasien riw stroke
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien 58 tahun riw CVA 2 th lalu, apakah aman minum diklofebak potasium saat ini krn keluhan sakit kepala?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.