Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Hipernatremia general_alomedika 2023-08-16T09:04:09+07:00 2023-08-16T09:04:09+07:00
Hipernatremia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Hipernatremia

Oleh :
dr. Putri Anindita
Share To Social Media:

Etiologi hipernatremia adalah gangguan keseimbangan cairan dan natrium yang dapat dibagi menjadi hipovolemik, euvolemik, dan hipervolemik.[2]

Varian Hipovolemik

Hipernatremia varian hipovolemik dapat terjadi akibat kehilangan cairan, baik melalui urine, keringat, atau saluran cerna. Hipovolemik juga bisa terjadi akibat kekurangan asupan cairan atau kombinasi kehilangan cairan dan kekurangan asupan cairan.

  • Kehilangan cairan: Terjadi pada pasien dengan diare, demam, dan muntah. Terdapat defek pada konsentrasi urine misalnya pada penggunaan diuretik, osmotik diuresis pada hiperglikemia, dan diabetes insipidus

  • Kekurangan asupan cairan: Misalnya pada bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI, serta pasien dengan gangguan sensorik, motorik, atau mental yang tidak mampu memenuhi asupan cairannya sendiri[2,3]

Varian Euvolemik

Hipernatremia varian euvolemik terjadi akibat asupan natrium dalam jumlah besar melebihi kemampuan tubuh untuk melakukan ekskresi natrium. Sekitar 30 g garam dapat meningkatkan kadar natrium darah dalam waktu singkat, dengan dosis letal berkisar 0,75-3 g/kg berat badan.

Konsumsi garam berlebih ditemukan pada kasus  pasien yang tidak sengaja meminum garam karena salah mengira sebagai gula, meminum larutan garam untuk ritual pengusiran setan, meminum larutan garam untuk merangsang muntah, kebiasaan menggunakan garam pada kulit bayi baru lahir, dan iatrogenik akibat pemberian cairan hipertonik.[2,3]

Varian Hipervolemik

Hipernatremia varian hipervolemik terjadi akibat asupan air dan natrium berlebihan yang mengakibatkan retensi cairan hingga edema. Varian ini berhubungan dengan hipoalbuminemia dan azotemia. Varian ini juga ditemukan pada atlet yang mengonsumsi banyak air dan natrium selama melakukan endurance exercise, dimana terjadi peningkatan antidiuretic hormone (ADH) dan aldosteron yang diinduksi oleh olahraga.[2]

Faktor Risiko

Faktor risiko hipernatremia sebagai berikut:

  • Pasien usia lebih dari 65 tahun
  • Pasien dengan gangguan fisik dan mental
  • Pasien dengan infeksi akut
  • Pasien yang menggunakan diuretik
  • Pasien dengan osmotik diuresis
  • Pasien dengan defek pada persepsi rasa haus akibat lesi pada hipotalamus[3,6]

 

 

Direvisi oleh: dr. Gabriela Widjaja

Referensi

2. Hew-Butler T, Weisz K. Hypernatremia. American Society for Clinical Laboratory Science. 2016;29(3):176-185. http://clsjournal.ascls.org/content/ascls/29/3/176.full.pdf
3. Seay NW, Lehrich RW, Greenberg A. Diagnosis and Management of Disorders of Body Tonicity—Hyponatremia and Hypernatremia: Core Curriculum 2020. American Journal of Kidney Diseases. 2020;75(2):272-286. https://www.ajkd.org/article/S0272-6386(19)30943-6/pdf
6. Lukitsch I. Hypernatremia. Medscape. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/241094-overview

Patofisiologi Hipernatremia
Epidemiologi Hipernatremia

Artikel Terkait

  • Koreksi Kadar Natrium Serum pada Kondisi Hiperglikemia
    Koreksi Kadar Natrium Serum pada Kondisi Hiperglikemia
  • Efek Vasopressin dan Methylprednisolone VS Placebo Terhadap Kejadian Return of Spontaneous Circulation – Telaah Jurnal Alomedika
    Efek Vasopressin dan Methylprednisolone VS Placebo Terhadap Kejadian Return of Spontaneous Circulation – Telaah Jurnal Alomedika
  • Salin Hipertonik VS Manitol untuk Menurunkan Tekanan Intrakranial pada Cedera Otak Traumatik
    Salin Hipertonik VS Manitol untuk Menurunkan Tekanan Intrakranial pada Cedera Otak Traumatik
Diskusi Terbaru
dr.Bellatrix Bonisa Madarja
Dibalas 11 jam yang lalu
Dementia
Oleh: dr.Bellatrix Bonisa Madarja
5 Balasan
Seorang lelaki usia 60th datang diantar oleh anaknya dengan keluhan banyak lupa terutama kepemilikan harta keluarga namun nama nama anak pasien masih ingat,...
Anonymous
Dibalas 27 Agustus 2026, 14:25
Cikunguyah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Sore dok izin diskusiSaya kedatangan pasien permepuan usia 36 thn mengeluhkan 3 minggu yang lalu sempat demam ± 3hari ( sekarang sdh tdk demam) di sertai...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 26 Agustus 2026, 14:12
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Infeksi Soil-Transmitted Helminth dan Protozoa
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter! Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/infeksi-soil-transmitted-helminth-dan-protozoa-usus  Link LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.