Prognosis Tinea Cruris
Prognosis tinea cruris atau kudis di selangkang paha pada pasien yang sehat dapat sembuh tanpa menimbulkan ujud kelainan kulit sisa. Rekurensi dapat terjadi jika perubahan perilaku tidak dilakukan, misalnya dengan menjaga kebersihan.[2,13]
Komplikasi
Komplikasi pada tinea cruris umumnya terdapat pada pasien immunocompromised. Komplikasi yang dimaksud adalah infeksi yang lebih agresif seperti infeksi yang meluas, dan abses subkutan (Majocchi’s Granuloma).[2]
Majocchi’s granuloma merupakan infeksi dermatofit yang melibatkan dermis dan subkutan, dengan T. rubrum sebagai patogen penyebab tersering. Tanda dan gejala yang dapat terjadi adalah eritem, perofolikular papul atau nodul yang berukuran kecil, serta pustul. Komplikasi ini juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan steroid topikal secara berkepanjangan.[2]
Penggunaan obat steroid topikal mengandung steroid juga dapat menyebabkan terjadi tinea incognito, yaitu infeksi jamur yang penampilannya menjadi tidak khas dan berubah karena obat steroid (misal, tidak ada batas tegas).[13]
Komplikasi tinea cruris lain yang bisa timbul walaupun jarang adalah infeksi bakteri sekunder.[2]
Prognosis
Tinea cruris umumnya memiliki prognosis yang baik pada pasien yang sehat. Risiko komplikasi meningkat pada pasien immunocompromised. Penyakit ini jarang menimbulkan mortalitas. [2]