Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Mupirocin general_alomedika 2023-07-26T10:52:01+07:00 2023-07-26T10:52:01+07:00
Mupirocin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Mupirocin

Oleh :
dr.Trisni Untari Dewi Sp.FK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis yang perlu dilakukan pada pengguna mupirocin adalah ada tidaknya reaksi alergi dan bagaimana respons klinis yang didapatkan. Mupirocin umumnya digunakan selama 10 hari. Jika pasien tidak menunjukan respons klinis yang baik setelah penggunaan 3–5 hari, lakukan evaluasi ulang dan curigai resistansi.[6,7]

Mupirocin umumnya digunakan untuk terapi infeksi kulit seperti impetigo dan juga untuk dekolonisasi nasal. Obat ini hanya diabsorpsi secara minimal setelah pemberian topikal, sehingga umumnya tidak menyebabkan efek samping sistemik. Efek samping yang terjadi umumnya bersifat lokal, misalnya rasa perih dan ruam kulit. Namun, pernah ada laporan efek samping serius berupa anafilaksis, urtikaria, dan angioedema.[6,7]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

6. FDA. Mupirocin. 2017. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2017/050591s034lbl.pdf
7. Medscape. Mupirocin. 2020. https://reference.medscape.com/drug/afinitor-zortress-mupirocin-999101#4

Kontraindikasi dan Peringatan Mu...
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 14:57
Ada SKP Kemenkes untuk Psikolog - Sebarkan ke Rekan Psikolog!!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.SKP GRATIS! Ajak kerabat atau rekan kerja Psikolog untuk mengikuti webinar ALOMEDIKA - Menutrisi Pikiran Ibu: Peran Mikronutrien dalam Kesehatan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 32 menit yang lalu
Baca EKG pasien nyeri dada - Alomedika AI adalah Tools untuk Dukung Keputusan Klinis
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
3 Balasan
ALO Dokter.Pasien usia 70 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 30 menit yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Pasien segera...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 19 Februari 2026, 14:24
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Trombolitik pada Pasien Stroke Iskemik Akut
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Apa Dokter pernah melewatkan kesempatan emas untuk menyelamatkan nyawa pasien stroke?Penanganan cepat dan tepat dalam fase akut stroke iskemik...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.