Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Insulin Regular y2afrika 2025-07-03T08:12:57+07:00 2025-07-03T08:12:57+07:00
Insulin Regular
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Insulin Regular

Oleh :
dr. Michael Sintong Halomoan
Share To Social Media:

Pengawasan klinis penggunaan insulin regular terutama pada kadar glukosa darah pasien.  Pasien yang menerima insulin reguler perlu dilakukan beberapa pemeriksaan fisik dan laboratorium secara rutin.

Pengawasan Kadar Glukosa Darah

Penggunaan insulin reguler sebagai terapi diabetes melitus harus didampingi dengan pemeriksaan kadar glukosa darah mandiri secara rutin. Pemeriksaan sebaiknya setelah makan, terutama jika terdapat tanda hipoglikemia atau efek samping lainnya, serta jika mengubah dosis rutin.

Sedangkan pemeriksaan nilai HbA1c sebagai evaluasi terapi diabetes melitus dapat dilakukan setiap 3−6 bulan[1,3,5,9,11]

Pengawasan pada Krisis Hiperglikemia

Pada pasien dengan krisis hiperglikemia, pemeriksaan kadar glukosa darah harus dilakukan serial sebagai evaluasi terapi. Dilakukan juga pemeriksaan kadar elektrolit setelah penggunaan insulin reguler sebagai terapi krisis hiperglikemia. [1,3,5,9,11]

Pengawasan Efek Samping

Pasien yang menggunakan insulin regular secara rutin perlu dilakukan pengukuran berat badan pasien secara berkala. Pemeriksaan laboratorium terkait fungsi hepar dan ginjal dapat dilakukan bila terdapat tanda efek samping, resistensi, atau interaksi obat.[1,3,5,9,11]

Pengawasan Ketat Saat Mengubah Dosis

Perubahan dosis insulin, sediaan/merk, jenis, atau metode pemberian obat antidiabetes apa pun dapat mempengaruhi kontrol glikemik. Perubahan tersebut dapat sebagai predisposisi kondisi hipoglikemia atau hiperglikemia. Oleh karena itu,  perubahan harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan medis yang ketat dan frekuensi pemantauan glukosa darah harus ditingkatkan. Hal ini juga berlaku jika memberikan obat antidiabetes kombinasi untuk pasien diabetes melitus tipe 2 (T2DM).[1,3]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Dr Riawati

Referensi

1. Munguia C, Correa R. Regular Insulin. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553094/
3. Medscape. Insulin regular human. Medscape.com. https://reference.medscape.com/drug/humulin-r-novolin-r-insulin-regular-human-999007#5
5. U.S. Food and Drug Administration. Novolin R. Department of Health and Human Services; 2019
9. MIMS. Humulin R. MIMS.com; 2025. https://www.mims.com/philippines/drug/info/humulin%20r?type=full
11. Wibisono S, Soeatmadji JW, Pranoto A, et al. Pedoman Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus 2019. PB Perkeni; 2019.

Kontraindikasi dan Peringatan In...

Artikel Terkait

  • Skrining Retinopati Diabetik: Kapan dan Bagaimana?
    Skrining Retinopati Diabetik: Kapan dan Bagaimana?
  • Penggunaan Insulin Basal Dekade Ini
    Penggunaan Insulin Basal Dekade Ini
  • Rencana Diet Inovatif untuk Pasien Diabetes Melitus: Peran Penting Makanan Rendah Glikemik Indeks
    Rencana Diet Inovatif untuk Pasien Diabetes Melitus: Peran Penting Makanan Rendah Glikemik Indeks
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 1 jam yang lalu
Bagaimana cara mengedukasi pasien tentang surat dokter
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, mohon pencerahaan dan diskusi terkait bagaimanna mengedukasi pasien tentang suarat dokter. Karena jika diedukasi keadaan tidak memerlukan surat...
Anonymous
Dibalas 6 jam yang lalu
Kompres Nacl untuk lesi Herpes Zooster Fasialis
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokterSaya ada kasus pasien laki-laki 27 th dengan herpes zooster ophtalmicus udah minum asiklovir 4 hari, hari ketiga makin banyak nanahnya seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 13 Februari 2026, 10:49
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Batas Aman Praktik di Media Sosial - Rabu, 4 Maret 2026 Jam: 13.30 - 16.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Segera daftar webinar ber SKP KEMENKES - Batas Aman Praktik Tenaga Kesehatan di Media Sosial, disini:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.