Ibu hamil dengan tension headache kronis apakah aman diberikan amitriptilin - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Untuk pasien hamil dengan tension headache kronis, apakah aman untuk meresepkan amitriptilin sebagai terapi profilaksis?

Diskusi Dokter

08 Juni 2021, 12:28
Alo, Dokter.
Amitriptilin tidak dianjurkan pada kehamilan. Lini pertama analgesik untuk ibu hamil adalah parasetamol 4 x 1000 mg yang diberikan sesuai kebutuhan.
Dok, saya sarankan untuk memeriksa panduan e-resep untuk tension headache. Panduan ini memberikan ringkasan yang sangat baik dengan dosis dan indikasi. Ini linknya:
https://www.alomedika.com/penyakit/neurologi/tension-type-headache/tension-type-headache-eprescription
08 Juni 2021, 13:00
dr.Dessy Dwitasari, SpN
dr.Dessy Dwitasari, SpN
Dokter Spesialis Saraf
Alo dr.Maria,
Pemberian obat pada ibu hamil hendaknya memperhatikan usia kehamilan, apakah trimester pertama, kedua atau ketiga. Amitriptilin termasuk golongan antidepresan trisiklik, obat ini pada ibu hamil termasuk kategori C pada FDA, sehingga penggunaannya hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada resiko dan tidak ada obat lain yang menggantikan fungsi amitriptilin tersebut. Efek negatif penggunaan pada ibu hamil berupa sindrom ekstrapiramidal dan atau gejala putus obat.Menurut Konsensus Nyeri Kepala tahun 2018, penatalaksanaan tension type headache yang kronis meliputi antidepresan dan anti ansietas. Sedangkan penanganan untuk kondisi akut meliputi analgesik (NSAID).Kondisi pasien yang sedang hamil sebaiknya dipertimbangkan :
1. Trimester 1 :  pemberian parasetamol 1000mg bisa diulang tiap 6-8 jam
2. NSAID bisa mulai diberikan pada trimester 2 kehamilanHarus diingat pemberian analgesik tidak boleh diberikan terus menerus dalam jangka waktu 10-15 hari dalam sebulan, karena dapat menimbulkan Medication Overuse Headache.Bisa dipertimbangkan terapi non farmakologis pada ibu hamil berupa:
1. kontrol pola diet
2. terapi relaksasi
3. konseling psikologisPada prinsipnya, tidak ada obat yang 100% aman bagi ibu hami sehingga penggunaannya harus benar benar diperhatikan manfaat dan resikonya bagi ibu dan janin.
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat
08 Juni 2021, 15:37

terimakasih dr. Dessy