Perbedaan Regulasi Siklus Sel pada Individu dengan dan tanpa Latihan Resistensi - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO DokterLatihan resistensi memengaruhi penuaan biologis bukan dengan mempercepat pembelahan sel, tetapi dengan menjaga siklus sel tetap berjalan secara...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perbedaan Regulasi Siklus Sel pada Individu dengan dan tanpa Latihan Resistensi

    Dibuat 17 Januari 2026, 15:53

    ALO Dokter

    Latihan resistensi memengaruhi penuaan biologis bukan dengan mempercepat pembelahan sel, tetapi dengan menjaga siklus sel tetap berjalan secara fisiologis dan mencegah sel berhenti permanen.

    Pada individu yang rutin melakukan latihan resistensi, massa otot yang terjaga menciptakan lingkungan seluler dengan tingkat inflamasi dan stres oksidatif yang lebih rendah. Kondisi ini mempertahankan sel satelit otot pada fase G₀ yang bersifat reversibel, sehingga sel tetap dapat memasuki siklus sel aktif saat dibutuhkan untuk regenerasi jaringan.

    Sebaliknya, pada individu yang tidak melakukan latihan resistensi, penurunan massa otot menyebabkan peningkatan stres oksidatif dan inflamasi kronik. Lingkungan ini menghambat transisi dari fase G₀ ke G₁, mendorong sel mengalami henti siklus permanen (senescence), dan menurunkan kapasitas regenerasi jaringan.

    Perbedaan utama kedua kondisi tersebut terletak pada regulasi checkpoint siklus sel. Pada individu yang berlatih, transisi G₀–G₁ berlangsung lebih fisiologis, memungkinkan sel menjalani fase G₁ untuk sintesis protein dan evaluasi kerusakan DNA. Pada individu yang tidak berlatih, aktivasi checkpoint berlebihan menghambat kelanjutan siklus sel.

    Pada fase S, individu dengan massa otot yang baik menunjukkan replikasi DNA yang lebih stabil serta perlambatan pemendekan telomere. Sebaliknya, peningkatan stres oksidatif pada individu yang tidak berlatih mempercepat kerusakan DNA dan pemendekan telomer.

    Secara keseluruhan, latihan resistensi membantu mempertahankan keseimbangan jalur molekuler yang mengatur pertumbuhan dan proteksi sel, termasuk aktivasi adaptif mTOR. Ketidakseimbangan regulasi ini berperan dalam terjadinya sarkopenia, yang berkaitan erat dengan percepatan penuaan biologis.

    Kesimpulan :

    Latihan resistensi tidak membuat sel membelah lebih cepat, tetapi menjaga siklus sel tetap aktif secara fisiologis dan mencegah terjadinya henti siklus sel permanen yang mempercepat penuaan.