Peningkatan kadar kreatinin darah pada pasien diet ketat - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, saya memiliki pasien laki-laki usia 34 th yang melakukan MCU dan d dapatkan pada hasil pemeriksaan lab darah hasil kreatinin 1,64 mg/dl, LFG...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Peningkatan kadar kreatinin darah pada pasien diet ketat

    13 Desember 2022, 21:21
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, saya memiliki pasien laki-laki usia 34 th yang melakukan MCU dan d dapatkan pada hasil pemeriksaan lab darah hasil kreatinin 1,64 mg/dl, LFG 81,6, asam urat 10.2. Pasien tidak ada riwayat hipertensi, DM, ISK, ataupun penyakit lainnya. 

    Saat ini pasien sedang menjalani diet dengan mengurangi porsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein serta konsumsi minuman milkshake untuk diet, pasien juga menjalani aktifitas fisik berat dengan olahraga cardio setiap hari di pagi dan sore hari.

    Apakah ada hubungan antara kadar kreatinin trs dengan diet ketatnya? Apakah kadar kreatinin dan LFG tersebut dapat kembali normal?


    Terimakasih

14 Desember 2022, 05:11
Hiperurisemia nya apakah sudah berlangsung lama Dok? Bisa jadi memang sudah ada penurunan fungsi ginjal akibat hiperurisemia nya Dok
14 Desember 2022, 11:02
salam dokter
peningkatan kadar kreatinin dan asam urat dalam diet seseorang sangat mungkin...
jenis protein yang di konsumsi?
ada pengalaman pasien saya seperti ini
( anak muda  27 tahun)
dianjurkan rubah pola diet nya,
+/- 1 bulan kontrol,,,
semua kembali normal dok...
LFG  81,6 masih aman...
terima kasih
14 Desember 2022, 11:15
dr. Carissa Ayu Zebadiah Rau, Sp.PD
dr. Carissa Ayu Zebadiah Rau, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Peningkatan kadar kreatinin dan asam urat bisa saling mempengaruhi dok, peningkatan kadar kreatinin bisa terjadi karena nefropati urat dan sebaliknya hiperurisemia dapat terjadi karena gangguan ekskresi akibat penurunan fungsi ginjal. Sementara belum bisa dipastikan hubungan kausatifnya tanpa pemeriksaan lebih lanjut, seperti biopsi ginjal. 


Sebaiknya bisa dicoba mengkoreksi semua faktor risiko gangguan fungsi ginjal yg terlihat, seperti menurunkan kadar asam urat salah satunya, dan memperbaiki gaya hidup dan pola makan minum, dilanjutkan dengan pemeriksaan fungsi ginjal berkala dokter. 

16 Desember 2022, 11:32
Alo dokter, wah lama nggak buka diskusi ternyata banyak diskusi yang menarik😄. Dok kalau melihat dari anamnesis singkat dan pemeriksaan penunjang yang disuguhkan, sepertinya itu semua saling berhubungan ya dok. Sepertinya hal yang terjadi pada pasien tersebut sangat mungkin disebabkan dari pola diet pasien yang cenderung high protein. Perlu kita ingat bahwa diet dengan tinggi protein kebanyakan mengandung purin di dalamnya. Kalau kita ingat ingat lagi pelajaran biokimia kita, asam urat ini merupakan salah satu produk hasil dari KATABOLISME purin. Jadi akan sangat wajar apabila pasien dengan diet tinggi protein akan memengaruhi juga kadar asam uratnya. Berikutnya peningkatan kadar kreatinin. Selain yang sudah disebutkan dr carissa di atas (Hai dr carissa, salam buat dr made ya😂), sebetulnya kalau kita ingat ingat lagi pelajaran fisiologi kita, maka ada kecenderungan bahwa kadar kreatinin pada orang dengan massa otot yang tinggi akan lebih tinggi dibandingkan orang dengan massa otot yang lebih rendah. Hal tersebut kalau saya tidak salah (coba buka lagi guyton nya) karena semakin tinggi massa otot, maka semakin tinggi pula creatinine pool pada seseorang tersebut. Nah pasien tersebut karena sering berolah raga berat dan cardio pagi siang malam, saya berasumsi massa otot pada pasien tersebut tinggi. Jika ingin mencoba kebenaran hipotesis ini, yang paling mudah ya diet dan olahraga berat dihentikan dulu dan diperiksa ulang kadar asam urat dan kreatinin nya😁, Terima kasih dokter
16 Desember 2022, 13:19
Alo dokter, izin memberikansaran. Peningkatan kadar creatinin selain disebutkan dr. Carissa, Sp.Pd dan dr. Bimo, Sp.An yang disebabkan karena diet tinggi protein, pola diet pasien ini salah dok, saya berasumsi pasien merupakan penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan. Cara olahraga yang dipakai pasien ini salah dimana cenderung berolahraga cardio berat dimana kektika olahraga cardio berat, proses pengambilan energy yang berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein ini dimana sumber protein yang diambil itu berasal dari otot sehingga terjadi peningkatan breakdown dari otot yang juga berkontribusi terhadap peningkatan creatinin. Olahraga yang paling dianjurkan untuk obesitas yaitu olahraga resisten atau angkat beban dengan tujuan kalori yang dibakar untuk memenuhi energi tubuh tidak diambil dari otot karena asupan protein juga berperan dalam proses hipertrofi otot saat istirahat setelah olahraga resisten. Diet yang dianjurkan yaitu 2xBB dan wajib olahraga angkat beban