hiperurisemia pada pasien DM+ TB paru pengobatan fase intensif kategori 1 - Diskusi Dokter

general_alomedika

selamat malam dok.sharing kasus.seorang laki2 50th dengan riwayat DM terkontrol. sedang menjalani pengobatan TB paru baru 1 bulan.datang ke poliklinik dengan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • hiperurisemia pada pasien DM+ TB paru pengobatan fase intensif kategori 1

    Dibalas 26 Oktober 2018, 07:37

    selamat malam dok.


    sharing kasus.



    seorang laki2 50th dengan riwayat DM terkontrol. sedang menjalani pengobatan TB paru baru 1 bulan.


    datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak di jari kaki. nyeri. sejak 3 harian.


    di cek kdar asam uratnya 10.5


    diet pasien cukup baik.



    seperti kita tahu bahwa efek samping obt TB terutama isoniazid menyebabkan hiperuricemia.



    tatalaksana pasien ini bagaimana?


    apakah bisa dibarengi dengan pmberian obt allopurinol dan obt TB tetap dilanjutkan?


    berapa minggu sekali kita pantau asam uratnya?


    mengingat asam urat lebih dari 8 meningkatkan kejadian kardiovaskuler juga.



    trimakasih

26 Oktober 2018, 04:30

Halo Dok, saya coba jawab sedikit..

 

Dari yang saya baca-baca obat TB yang berpotensi menyebabkan hiperurisemia yang terutama adalah Pirazinamid, dan obat lainnya yang bisa menyebabkan hiperurisemia adalah Ethambutol.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4189695/

 

Ini tatalaksananya berdasar sumber yang saya baca dok (http://www.uphs.upenn.edu/TBPA/treatment/managingsideeffects.pdf)

1. Obat TB tidak perlu di-stop

2. Kalau ada bengkak, lakukan aspirasi sendi untuk konfirmasi diagnosis

3. Obat-obatan tambahan :

  • NSAID
  • Indometasin 50mg 3-4kali per hari, lanjut 25mg 3-4 kali per hari
  • Ibuprofen 800mg 3 kali per hari
  • Naproxen 750mg satu kali, lanjut 250mg 3 kali per hari
  • Colchicine (alternatif dari NSAID)
  • Steroid untuk serangan yang berat

4. Kalau terjadi serangan berulang, pertimbangkan pemberian profilaksis Colchicine 0.6mg 1-2 kali per hari, lanjutkan sampai pemberian Pirazinamide dan Ethambutol selesai

5. Refer ke rheumatologist

 

Untuk terapi Asam uratnya bisa dibaca di artikel Alomedika ini dok, sepertinya cukup lengkap:

https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/gout/penatalaksanaan

Beberapa koreksi terkait artikel tersebut adalah mengenai pemberian Allopurinol yang katanya tidak boleh untuk serangan akut, sepertinya sekarang sudah tidak berlaku lagi. Allopurinol boleh mulai diberikan saat serangan akut meskipun efeknya bukan untuk meredakan serangan.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25807090

 

Untuk pemantauan, sudah pernah dibahas sebelumnya:

Pemeriksaan  dilakukan setiap 2-4 minggu setelah penyesuaian dosis terapi obat penurun asam urat sampai target tercapai, kalau sudah tercapai targetnya konfirmasi 3 bulan kemudian. Kalau setelah 3 bulan tetap bagus asam uratnya bisa diperiksa setiap 6 bulan untuk 1 tahun, setelahnya bisa periksa setiap 1 tahun saja (kecuali pasien dapat obat tertentu atau terdapat perubahan gaya hidup tertentu yang berpotensi mengganggu asam urat).

 

Sekian dok, semoga cukup menjawab, mohon dikoreksi kalau ada yang salah

26 Oktober 2018, 04:33
untuk kasus peningkatan asam urat/hiperurisemi disebabkan oleh pirazinamid, dimana pirazinamid hanya diberikan selama fase inensif
dalam guideline tidak ada indikasi memberhentikan pirazinamid pada kasus peningkatan asam urat seperti ini
jadi obat TB tetap dilanjutkan dan diberikan alopurinol dan analgesik bisa diperlukan
26 Oktober 2018, 07:36

dr.irna cecilia wyrahardja
Oct 26, 2018 at 04:30 am



  • Colchicine (alternatif dari NSAID)

  • Steroid untuk serangan yang berat


4. Kalau terjadi serangan berulang, pertimbangkan pemberian profilaksis Colchicine 0.6mg 1-2 kali per hari, lanjutkan sampai pemberian Pirazinamide dan Ethambutol selesai


5. Refer ke rheumatologist


 


Untuk terapi Asam uratnya bisa dibaca di artikel Alomedika ini dok, sepertinya cukup lengkap:


https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/gout/penatalaksanaan


Beberapa koreksi terkait artikel tersebut adalah mengenai pemberian Allopurinol yang katanya tidak boleh untuk serangan akut, sepertinya sekarang sudah tidak berlaku lagi. Allopurinol boleh mulai diberikan saat serangan akut meskipun efeknya bukan untuk meredakan serangan.


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25807090


 


Untuk pemantauan, sudah pernah dibahas sebelumnya:


Pemeriksaan  dilakukan setiap 2-4 minggu setelah penyesuaian dosis terapi obat penurun asam urat sampai target tercapai, kalau sudah tercapai targetnya konfirmasi 3 bulan kemudian. Kalau setelah 3 bulan tetap bagus asam uratnya bisa diperiksa setiap 6 bulan untuk 1 tahun, setelahnya bisa periksa setiap 1 tahun saja (kecuali pasien dapat obat tertentu atau terdapat perubahan gaya hidup tertentu yang berpotensi mengganggu asam urat).


 


Sekian dok, semoga cukup menjawab, mohon dikoreksi kalau ada yang salah

oh iya pyrazinamide ya dok.
baik. trimakasih sharingnya dok. sangat bermanfaat

26 Oktober 2018, 07:37

dr. hendrastutik apriningsih, Sp.P, M.Kes
Oct 26, 2018 at 04:33 am

untuk kasus peningkatan asam urat/hiperurisemi disebabkan oleh pirazinamid, dimana pirazinamid hanya diberikan selama fase inensif
dalam guideline tidak ada indikasi memberhentikan pirazinamid pada kasus peningkatan asam urat seperti ini
jadi obat TB tetap dilanjutkan dan diberikan alopurinol dan analgesik bisa diperlukan

iya dok pirazinamide ya 😁
trimakasih koreksi dan jawabannya dok.