Bagaimana tata laksana EKG T inversi post trauma elektrik - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter. Saya ingin menanyakan kasus yang saya dapatkan di IGD Seorang perempuan 65 tahun datang ke IGD keluhan hanya pusing, mual, dan lemas. Pasien sudah...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana tata laksana EKG T inversi post trauma elektrik

    30 Mei 2019, 23:31

    Alodokter. Saya ingin menanyakan kasus yang saya dapatkan di IGD 

    Seorang perempuan 65 tahun datang ke IGD keluhan hanya pusing, mual, dan lemas. Pasien sudah merasakan keluhan ini sejak 1 minggu. Riwayat terkena setrum 1 minggu yang lalu. Dari EKG didapatkan T inversi di lead V1-V4. Bagaimakah tatalaksana yg tepat? Apakah dapat diberikan tatalaksana awal sperti pasien acute coronary syndrome pada umumnya seperti loading aspilet, clopidogrel dst ?

31 Mei 2019, 07:28

Alo dokter Syairozi!

Trauma elektrik, terutama yang terjadi di rumah (misalnya tidak sengaja kesetrum colokan listrik), sangat jarang menyebabkan kelainan kardiovaskular. Jika terjadi aritmia, maka pasien biasanya akan langsung merasakan gejala dan tandanya (palpitasi, hipotensi, sinkop, dst). 

Pada pasien ini, melihat usia yang sudah 65 tahun, saya rasa kemungkinan diagnosisnya lebih ke penyakit jantung koroner. Sehingga menurut saya lebih tepat ditata laksana sebagai PJK dok. 

Untuk bahan bacaan cedera elektrik : https://www.alomedika.com/penanganan-tersambar-petir-dan-cedera-elektrik-lainnya 

31 Mei 2019, 07:29
Setuju dok. Kalau trauma elektrik, jika mengganggu sistem kardiovaskuler,efeknya akan terlihat,dan pasien tak akan tahan keluhannya selama seminggu. Mungkin pada kasus ini mengarah ke NSTEMI ya. Tergantung hasil marker jantung juga.
31 Mei 2019, 11:17
Sangat bermanfaat dok
31 Mei 2019, 08:23
Alo dokter Syairozi
Saya setuju dengan pendapat dokter yang lain. Tentunya kalau trauma elektrik jangka pendeknya lebih ke gejala aritmia ya.
Dan itu juga tergantunt seberaoa tinggi tegangan listriknya.

Terkait T inversi dan dirasakan sudah semingguan ini bisa ditatalaksana dengan PJK. Dan sebaiknya dikonsulkan dengan TS Jantung untuk tatalaksana lanjutan.
31 Mei 2019, 22:38
31 Mei 2019, 07:28

Alo dokter Syairozi!

Trauma elektrik, terutama yang terjadi di rumah (misalnya tidak sengaja kesetrum colokan listrik), sangat jarang menyebabkan kelainan kardiovaskular. Jika terjadi aritmia, maka pasien biasanya akan langsung merasakan gejala dan tandanya (palpitasi, hipotensi, sinkop, dst). 

Pada pasien ini, melihat usia yang sudah 65 tahun, saya rasa kemungkinan diagnosisnya lebih ke penyakit jantung koroner. Sehingga menurut saya lebih tepat ditata laksana sebagai PJK dok. 

Untuk bahan bacaan cedera elektrik : https://www.alomedika.com/penanganan-tersambar-petir-dan-cedera-elektrik-lainnya 

Terima kasih dr. Bedry, sangat bermanfaat
31 Mei 2019, 22:38
31 Mei 2019, 08:23
Alo dokter Syairozi
Saya setuju dengan pendapat dokter yang lain. Tentunya kalau trauma elektrik jangka pendeknya lebih ke gejala aritmia ya.
Dan itu juga tergantunt seberaoa tinggi tegangan listriknya.

Terkait T inversi dan dirasakan sudah semingguan ini bisa ditatalaksana dengan PJK. Dan sebaiknya dikonsulkan dengan TS Jantung untuk tatalaksana lanjutan.
Alo dok, terima kasih dr.jeffry ..infonya sangat bermanfaat
03 Juni 2019, 16:32
dr.Liem Audi Natalino, SpJP
dr.Liem Audi Natalino, SpJP
Dokter Spesialis Jantung
Terima kasih atas info2 yang diberikan sangat bermanfaat mungkin saya tambahkan beberapa info tentang t inverted pada wanita, terkadang kita menemukan t inverted pada lead v1-v3  itu dapat di katakan normal atau varian normal pada wanita asal t inverted tersebut tidak lbh dari v3. Untuk menentukan t inverted yang dapat di simpulkan sebagai iskemik memiliki beberapa syarat seperti Simetris dengan kedalaman lbh dari 3 mm di 2 lead yang berdampingan, walau ditemukan t inverted ya g khas iskemik tidak serta merta ini ACS. Karena untuk menegakan diagnosa acs harus ada anamnesa tentang nyeri dan bagaimana dengan cardiac markernya. Saya setuju t inverted pada pasien ini bisa kemungkinan memang pjk karena melihat dari umur lbh dari 55 tahun dengan jenis kelamin wanita tentu sudah menopause sehingga resiko pada wanita ini sama dengan resiko pjk pada laki-laki. Tetapi harus di gali juga faktor2 resiko yang lain. Jika memang ada faktor2 resiko yang lain tetapi untuk menegakkan diagnosa acs tidak cukup saya sarankan untuk pemeriksaan lanjut seperti echo, tmt, ctscan tegantung dari pre test probability nya. Terima kasih. Mungkin trman sejawat lain j
Ada yang bisa menambahkan.
04 Juni 2019, 07:23
Sangat bermanfaat sekali Dok, terimakasih
15 Agustus 2019, 10:31
dr.Hariyanto Wijaya SpJP, FIHA
dr.Hariyanto Wijaya SpJP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Mantap infonya
15 Agustus 2019, 12:12
Terimakasih atas infonya ya Dok. 
15 Agustus 2019, 14:07
Setuju dok. Lengkap 👍
19 Agustus 2019, 09:22
Terima kasih untuk informasinya dok.. 
04 Juni 2019, 07:48
dr.Hasjim Hasbullah, Sp.JP
dr.Hasjim Hasbullah, Sp.JP
Dokter Spesialis Jantung
03 Juni 2019, 16:32
Terima kasih atas info2 yang diberikan sangat bermanfaat mungkin saya tambahkan beberapa info tentang t inverted pada wanita, terkadang kita menemukan t inverted pada lead v1-v3  itu dapat di katakan normal atau varian normal pada wanita asal t inverted tersebut tidak lbh dari v3. Untuk menentukan t inverted yang dapat di simpulkan sebagai iskemik memiliki beberapa syarat seperti Simetris dengan kedalaman lbh dari 3 mm di 2 lead yang berdampingan, walau ditemukan t inverted ya g khas iskemik tidak serta merta ini ACS. Karena untuk menegakan diagnosa acs harus ada anamnesa tentang nyeri dan bagaimana dengan cardiac markernya. Saya setuju t inverted pada pasien ini bisa kemungkinan memang pjk karena melihat dari umur lbh dari 55 tahun dengan jenis kelamin wanita tentu sudah menopause sehingga resiko pada wanita ini sama dengan resiko pjk pada laki-laki. Tetapi harus di gali juga faktor2 resiko yang lain. Jika memang ada faktor2 resiko yang lain tetapi untuk menegakkan diagnosa acs tidak cukup saya sarankan untuk pemeriksaan lanjut seperti echo, tmt, ctscan tegantung dari pre test probability nya. Terima kasih. Mungkin trman sejawat lain j
Ada yang bisa menambahkan.
Well said bro
06 Juni 2019, 12:50
03 Juni 2019, 16:32
Terima kasih atas info2 yang diberikan sangat bermanfaat mungkin saya tambahkan beberapa info tentang t inverted pada wanita, terkadang kita menemukan t inverted pada lead v1-v3  itu dapat di katakan normal atau varian normal pada wanita asal t inverted tersebut tidak lbh dari v3. Untuk menentukan t inverted yang dapat di simpulkan sebagai iskemik memiliki beberapa syarat seperti Simetris dengan kedalaman lbh dari 3 mm di 2 lead yang berdampingan, walau ditemukan t inverted ya g khas iskemik tidak serta merta ini ACS. Karena untuk menegakan diagnosa acs harus ada anamnesa tentang nyeri dan bagaimana dengan cardiac markernya. Saya setuju t inverted pada pasien ini bisa kemungkinan memang pjk karena melihat dari umur lbh dari 55 tahun dengan jenis kelamin wanita tentu sudah menopause sehingga resiko pada wanita ini sama dengan resiko pjk pada laki-laki. Tetapi harus di gali juga faktor2 resiko yang lain. Jika memang ada faktor2 resiko yang lain tetapi untuk menegakkan diagnosa acs tidak cukup saya sarankan untuk pemeriksaan lanjut seperti echo, tmt, ctscan tegantung dari pre test probability nya. Terima kasih. Mungkin trman sejawat lain j
Ada yang bisa menambahkan.
Menurut saya kalau curiga ACS jgn treadmill test, echo bisa dilakukan, CT scan jg boleh sekalian mungkin untuk triple rule out.. tetap diagnosis ACS harus memenuhi 2 dari kriteria tentu nya, 1. Nyeri dada berdasarkan sifat nyeri, kualitas nyeri dada, frekuensi dan durasi, 2. Perubahan EKG, dan 3. Peningkatan enzim jantung.
15 Agustus 2019, 13:39
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju. Mantap infonya
06 Juni 2019, 13:29
Menurut saya kalau curiga ACS jgn treadmill test, echo bisa dilakukan, CT scan jg boleh sekalian mungkin untuk triple rule out.. tetap diagnosis ACS harus memenuhi 2 dari kriteria tentu nya, 1. Nyeri dada berdasarkan sifat nyeri, kualitas nyeri dada, frekuensi dan durasi, 2. Perubahan EKG, dan 3. Peningkatan enzim jantung.
*2 dari 3 kriteria (correction)
15 Agustus 2019, 10:46
dr. Rohayat Bilmahdi, Sp.PD
dr. Rohayat Bilmahdi, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok... 2 dari 3. saya kira itu pegangan kita.
15 Agustus 2019, 11:00

Terima kasih pada dokter atas sharingnya.