Terapi cairan apa yang perlu diberikan pada pasien diabetes mellitus - Diskusi Dokter

general_alomedika

Assalamualaikum dokter, maaf saya izin bertanya, ketika dapat pasien dgn tensi 100/60, gds: 394, kes: somonolen, kt terapi koreksi cairan nacl 0,9% 1l/jam,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Terapi cairan apa yang perlu diberikan pada pasien diabetes mellitus

    22 Juli 2022, 06:31
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Assalamualaikum dokter, maaf saya izin bertanya, ketika dapat pasien dgn tensi 100/60, gds: 394, kes: somonolen, kt terapi koreksi cairan nacl 0,9% 1l/jam, jika sdh terapi cairan nacl, selanjutnya terapi cairan ap y dok? Apakah ttp nacl atau boleh asering?

    Terimakasih dok mohon bantuannya

22 Juli 2022, 09:36
Allo Izin ikut berdiskusi . Pd psn ini mengapa begitu drsstis terapi cairanx. Biasanya pd terapi cairan. maintensmce  20 tts/ mnt. Lagian gds 394 tdk sampai bikin somnolen. Utk menaikkan tensi itu sdh kelebihan.krn T100,/60 tdk lah emergency.. utk GD 394 bisa diberikan Insulin basal  10 Unit Lantus/ Levemir. Utk somnolenx sebaikx kita konsil ke dr ahli saraf.
22 Juli 2022, 09:41
Terapi csiran  20 tts/ mnt berarti 4btl @ 500cc,/ 24 jsm. Atau 2lt/ 24 jam.
22 Juli 2022, 10:28
Apa indikasi hrs infus,tensi tdk begitu drastis turun,ya sebaiknya dikonsulkan ke bagian lsin
23 Juli 2022, 21:47
Alo dokter, pada kondisi hiperglikemia, terjadi hemokonsentrasi sehingga sering terjadi dehidrasi. Maka terapinya cairan dosis Rehidrasi bukan rumatan.
22 Juli 2022, 11:58
Alo Dokter, pada pasien dengan kondisi hiperglikemia disertai dengan penurunan kesadaran, dapat kita curigai terjadinya hyperglycemic crisis (DKA/HHS). DKA atau HHS ini biasanya ada faktor pemicunya seperti karena infeksi selain itu masih banyak DD yg lain. Lalu untuk membedakan kondisi DKA atau HHS sebaiknya juga diperiksakan BGA, Serum Electrolyte, dan juga Keton pada urine.Jika memang kecurigaan ke DKA/HHD untuk terapinya menurut saya tepat untuk diberikan NaCL 0,9 1L/jam, yang dilanjutkan dengan D5 1/2NS 150-250 mL/jam apabila glukosa darah mencapai 200 mg/dL pada DKA atau 300 mg/dL pada HHS.
Disertai juga pemberian Insulin bolus 0,1 U/kg apabila nilai Kalium >3,3 mEq/L yang dilanjutkan dengan infus 0,1 U/kg/ jam.CMIIW ya dok 🙏
Mengacu pada jurnal dari ADA (2009):Hyperglycemic Crisis ADA
22 Juli 2022, 15:32
Alo dokter, saya coba bantu bantu dikit ya soal cairan.
Yang pertama kenapa pada pasien DM, seringkali kita menggunakan cairan NaCl 0,9% dan bukan ringer laktat? Hal ini disebabkan karena laktat sendiri seingat saya merupakan salah satu bahan pembentuk glukosa lewat proses glukoneogenesis (seingat saya laktat jadi piruvat bari glukoneogenesis, coba dicek ulang di harper ya), sehingga ditakutkan malah akan menambah kadar glukosa dalam darah.
Bagaimana dengan ringer asetat? Kalau ini seingat saya asetat adalah produk untuk lipogenesis sih dok (coba dicek lagi di harper) jadi seharusnya masih tidak apa apa diberikan.
Untuk NaCl 0,9% sendiri juga bukan tanpa resiko dok, kadar klorida yang tinggi di dalamnya memiliki resiko terjadinya acidosis hiperkloremik pada pasien
Mungkin pada pasien hiperglilemi seperti ini, tujuan pemberian cairan sebanyak 1 liter sendiri bukan karena pasien mengalami hipotensi atau shock, tetapi lebih untuk melakukan dilusi sehingga diharapkan glukosa bisa turun yaTerima kasih semoga membantu, maaf banyak lupa nya, silakan dicek lagi di harper ya
23 Juli 2022, 21:42
Alo Dokter,
diutamakan NaCl karena pada kondisi hiperglikemia bisa disertai peningkatan laktat (dari oksidasi anaerob), karena RL ada laktatnya maka lebih baik NaCl Dok
23 Juli 2022, 22:45
Alo dok, untuk pasien dengan kondisi hiperlactacemia atau bahkan acidosis lactate sekalipun, ringer lactate bukan merupakan kontraindikasi. Lactate sendiri dibagi menjadi L-lactate dan D-Lactate atau beberapa menyebut laktat endogen dan laktat eksogen. Laktat yang terbentuk dari metabolisme anaerob sendiri sebenarnya merupakan L-lactate yang diproduksi sebagai kompensasi shock yang terjadi pada pasien sedangkan pada ringer laktat sendiri lebih merupakan suatu racemic laktat dimana sangat cepat sekali terdegradasi oleh liver ketika sudah masuk dalam tubuh. Jadi bukan suatu hal yang "haram" Memberikan ringer laktat pada pasien dengan laktat yang tinggi