Covid -19 PCR dan Favipirapir - Diskusi Dokter

general_alomedika

Assalamualaikum selamat sore dokter2 izin bertanya1.Apabila menemukan case pasien yang sudah menjalani isoman selaat 10 hari + 3 Hari bebas gejala namun saat...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Covid -19 PCR dan Favipirapir

    09 Februari 2022, 15:35
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Assalamualaikum selamat sore dokter2 izin bertanya

    1.Apabila menemukan case pasien yang sudah menjalani isoman selaat 10 hari + 3 Hari bebas gejala namun saat di lakukan PCR Masih positif apakah ada pedoman dok untuk jarak melakukan PCR berikut jarak berapa hari dok?

    2. Untuk pengobatan Favipiravir apabila pengobatan misal di hari pengobatan Hari ke 3 atau ke 4 ternyata pasien sudah tidak bergejala sama sekali apakah antivirus tetap harus di habiskan? Apabila tidak di habiskan apakah ada efek buruknya dok?

09 Februari 2022, 16:24

Alo, selamat sore, dr. Anonymous,

Saya coba bantu menjawab ya dok

1. Berdasarkan rekomendasi PAPDI untuk COVID-19, isolasi mandiri pada pasien positif COVID-19 dilakukan selama 10 hari sejak terdiagnosis atau timbul gejala + 3 hari bebas gejala. Berarti sudah betul, dok. Berdasarkan penelitian di Korea, PCR masih dapat terdeteksi di swab penderita hingga 12 minggu, walaupun sudah tidak bergejala dan tidak lagi infeksius.

(Sumber: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/criteria-for-releasing-covid-19-patients-from-isolation, https://www.papdi.or.id/pdfs/983/Buku%20Pedoman%20Tatalaksana%20COVID-19%205OP%20Edisi%203%202020.pdf)

2. Untuk panduan tentang pemberian antivirus pada pasien COVID 19, dokter bisa membuka laman: https://www.alomedika.com/panduan-e-prescription-antivirus-oral-covid-19

Pemberian antivirus disarankan diteruskan hingga hari ke-5 agar viral clearance lebih baik.

 

Demikian, semoga jawaban ini membantu dan bermanfaat. Kurang-kurangnya mohon maaf, salam sehat, stay safe and healthy!

09 Februari 2022, 17:25

ALO Dokter!

Izin ikut berdiskusi ya, Dok.

Untuk pertanyaan yang pertama, sebenarnya pemeriksaan ulang PCR tidak dianjurkan sebagai patokan untuk menyatakan pasien sudah sembuh dan bisa selesai isoman, Dok. Hal ini dikarenakan hasil PCR masih bisa tetap positif dalam waktu cukup lama meskipun pasien sudah sembuh/tidak menular. Berdasarkan pedoman, seseorang yang simtomatik bisa selesai isoman bila sudah isolasi 10 hari + 3 hari bebas gejala. Berikut artikel yang bisa dibaca lebih lanjut ya, Dok:https://www.alomedika.com/perlukah-pcr-pasien-telah-sembuh-covid19

 Lalu untuk pertanyaan kedua, fungsi utama antivirus adalah mengurangi viral load, viral replication, dan viral shedding. Oleh karena itu, obat antivirus perlu digunakan di tahap awal penyakit, dengan tujuan mencegah perburukan penyakit pada orang yang berisiko. Antivirus tidak mengobati simtom secara langsung. Antivirus sebaiknya tetap diselesaikan sesuai rentang waktu yang telah direncanakan di awal, terutama pada orang yang berisiko. Bila antivirus dihentikan sebelum waktunya, viral load dikhawatirkan akan meningkat dan perjalanan penyakit pasien memanjang, sehingga durasi transmisi ke orang lain juga memanjang. Berikut link e-Prescription yang dapat ditinjau ya, Dok: https://www.alomedika.com/panduan-e-prescription-antivirus-oral-covid-19