Menanggapi pasien yang hanya ingin berobat kepada spesialis secara tepat seperti apa - Diskusi Dokter

general_alomedika

Halo selamat siang TS, Saya minta pendapat akhir2 ini saya sering menghadapi pasien yang datang hanya ingin dirujuk saja. Pasien merupakan pasien asuransi....

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Menanggapi pasien yang hanya ingin berobat kepada spesialis secara tepat seperti apa

    22 Januari 2021, 11:44

    Halo selamat siang TS,

    Saya minta pendapat akhir2 ini saya sering menghadapi pasien yang datang hanya ingin dirujuk saja. Pasien merupakan pasien asuransi.

    Sebagai contoh 1 hari yg lalu saya mendapatkan pasien anak 2 tahun dengan keluhan muntah sebanyak 5x, namun pada pf saya tidak mendapatkan tanda2 dehidrasi sama sekali, demam -, bapil - , bab dbn, anak masih aktif dan menangis kuat pada pemeriksaan, napas pun dbn ves +/+, untuk pengobatan mual muntah pun tersedia di tempat saya praktek. Ortu pasien tetap ngotot ingin dirujuk padahal saya sudah jelaskan bahwa kondisi anak pada saat ini baik dan dapat diobati terlebih dahulu dari sini. Namun pasien tetap ngotot ingin ke sp. A. Dan pada akirnya saya memberi rujukan ke pasien tersebut. Yang saya mau tanyakan apakah tindakan yg saya lakukan itu etis merujuk pasien yg sebenarnya merupakan kompetensi dokter umum? Dan bila ts2 sekalian mendapatkan pasien seperti ini apa yg TS Lakukan?

    Atas pendapatnya, saya ucapkan banyak terima kasih.

22 Januari 2021, 16:05

Alo dokter, sama dengan pengalaman saya berpraktek di klinik faskes satu. Seringkali pasien datang hanya untuk meminta rujukan karena syarat asuransi maupun BPJS.

Berpegang pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia dari KKI saya selalu berusaha memberikan edukasi kepada pasien atau keluarganya bahwa penyakit yang diderita saat ini tidak harus dirujuk dan harus mendapatkan pelayanan di faskes I. Dan pasien diminta untuk datang kembali setelah 3 hari pengobatan jika memang perlu  rujukan.. Semangat dokter! Edukasi pasien memang perlu usaha keras..

Bisa sebagai bacaan: https://www.alomedika.com/menghadapi-pasien-serba-tahu

22 Januari 2021, 16:07
Alo dok, baik dok terima kasih atas saran dan masukanaya dok.
22 Januari 2021, 18:33
Alo dokter,  hal yang sama juga sering saya dapati ketika berpraktek di klinik.  Memang seperti nya harus edukasi yang lebih jelas dan tepat lagi agar dapat dipahami pasien, memberikan informasi bahwa penyakit pasien tersebut masih bisa diobati di faskes 1. Kalo saya diklinik selalu meletakkan kalender obat yang dari Dari BPJS itu dok yang ada kata2 nya  "Rujukan diberikan atas indikasi medis bukan kemauan peserta JKN"
Betul apa yang dikatakan dr.  Hudiyati, jika pasien tidak ada perubahan dengan obat yg telah kt beri, dapat kembali kontrol 3 hari kedepan dan dipertimbangkan apakah memang memerlukan rujukan atau tidak. 
Memang butuh kesabaran ya dok agar pasien paham..
22 Januari 2021, 20:09
Alo dok,
Betul dok bila pasien bpjs kebanyakan sudah mengerti bila di edukasi sedikit mengenai penyakitnya, dan pasti bila dx nya bisa diobati di faskes1 pasti akan TACC di sistem bpjs,  namun kebanyakan di klinik saya pasien dengan asuransi dok, apakah saya bisa memakai cara yg sama dengan pasien bpjs dengan bilang diagnosis ini tidak termasuk dalam asuransi? Saya baru lihat riwayat rm nya kebanyakan dia dirujuk dengan penyakit yg bisa diobati di faskes 1, dan kata perawat disini pasien ini memang sudah terkenal untuk "memaksa" Minta rujukan dok,  terima kasih dok.
23 Januari 2021, 09:53
Alo dok kevin, menurut saya sama saja antara BPJS dg pemakaian asuransi terkait penyakit yang bisa dirujuk. Apabila pasien diberikan rujukan padahal semestinya masih bisa ditangani di faskes 1 itu akan menjadi kebiasaan pasien dikemudian hari, mindset pasien ketika ke klinik nanti hanya untuk mendapatkan rujukan bukan untuk berobat atas keluhan nya tersebut.
Hal tersebut nanti bisa berdampak jg ke klinik tempat dokter bekerja pihak PIC dari RS biasanya akan mempertanyakan kenapa penyakit yg harusnya bisa teratasi di klinik tersebut malah di rujuk. 
23 Januari 2021, 15:56
Alo dok,
Baik dok saya ucapkan banyak terima kasih ya dok atas pendapat dan masukanya.
23 Januari 2021, 16:48
Alo dokter, kasus seperti ini memang kerap dijumpai pada faskes TK I. Kalau sy, pada kasus tsb akan mengatakan pada pasien atau keluarga pasien, bahwa dari hasil pemeriksaan dokter penyakit ini belum perlu untuk dirujuk ke dokter spesialis. Namun apabila pasien ingin memeriksakan diri ke dokter spesialis silahkan namun melalui jalur pasien mandiri (bayar sendiri),  sy bekerja sesuai prosedur yg sdh ada. Apabila nanti kondisi pasien memang perlu penanganan lebih lanjut, rujukan akan kami berikan. Begitu dok, smg membantu
24 Januari 2021, 21:15
Alo dok,
Baik dok saya ucapkan banyak terima kasih atas masukanya dok
23 Januari 2021, 20:20
Alo, dok. Benar, edukasi saja ke orang tua pasien bahwa rujukan hanya diperuntukkan untuk keadaan gawat darurat atau kondisi yang tidak bisa ditangani oleh dokter umum, bila bisa ditangani dokter umum, maka tidak harus dirujuk atau ditangani oleh dokter spesialis.
24 Januari 2021, 21:16
Alo dok,
Betul dok, thx ya dok atas masukanya