Bagaimana cara mencegah physician burnout? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter semua! Kalo lagi burnout, kinerja kita sebagai dokter akan menurun, rentan melakukan eror, bahkan bisa bikin depresi. Hal-hal yang dapat...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana cara mencegah physician burnout?

    Dibalas 12 Juli 2019, 11:18

    Alo dokter semua!

    Kalo lagi burnout, kinerja kita sebagai dokter akan menurun, rentan melakukan eror, bahkan bisa bikin depresi.

    Hal-hal yang dapat menyebabkan burnout di antaranya adalah beban kerja yang meningkat, gagal dalam menyelamatkan nyawa pasien, merasa gagal ketika penyakit pasien tidak kunjung sembuh, dan keharusan melakukan pekerjaan yang tidak dilatih sebelumnya seperti memenuhi tugas administrasi.

    https://www.alomedika.com/strategi-menurunkan-physician-burnout

    Kalo sejawat semua, apa sih biasanya yang bikin burnout? Bagaimana cara sejawat mengatasi burnout?

01 Maret 2019, 14:42

selamat siang Dokter Bedry, terima kasih atas sharing artikelnya, sangat bermanfaat ya Dokter, mengingatkan kembali bahwa sebenernya setiap profesi memiliki resiko untuk terjadinya burnout, terlebih karena aktivitas kita berhubungan langsung dengan pasien dan orang lain, umumnya jika sudah mulai terasa gejala burnout mengambil waktu sejenak untuk istirahat dan mengevaluasi kegiatan dan pekerjaan kalo di saya efektif untuk menghilangkan rasa jenuh yang ada Dokter,

mungkin ada TS lain yang ingin sharing pengalamannya 

01 Maret 2019, 16:32
dr. Damba Bestari, Sp.KJ
dr. Damba Bestari, Sp.KJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Terima kasih dr. Bedry, sharing artikelnya bermanfaat sekali..
Pada intinya, burn out terjadi karena keseimbangan yang terganggu. Beban yang bertambah mungkin tidak mudah untuk diubah, yang penting adalah mengembalikan keseimbangan tersebut dengan cara menambah kuantitas, atau bila tidak memungkinkan, kualitas relaksasi. 

Karena salah satu faktor risiko burn out adalah lingkungan kerja yang monoton, maka relaksasi melalui cara bersosialisasi dengan teman-teman di luar kantor (yang berprofesi selain dokter) juga bisa menjadi alternatif.
Selain burn out berkurang, networking juga tetap terjaga..
01 Maret 2019, 14:44
Thanks buat sharenya.
01 Maret 2019, 14:44
Thanks buat sharenya.
01 Maret 2019, 16:50
Sangat bermanfaat artikelnya Dok,  di Indonesia sepertinya masalah ini masih belum terlalu dipedulikan,  di luar negeri saat ini banyak para dokter yang sangat fokus membahas burnout pada paramedis dan mengaitkannya dengan divisi tertentu. Mengingat cukup tingginya angka bunuh diri di kalangan medis.  Menurut survey yang dilakukan oleh Medscape terbaru misalnya dikatakan yang paling rentan mengalami burnout adalah spesialis urologi,  dan yang paling kecil resiko untuk mengalami burnout adalah dokter divisi kesehatan masyarakat. Burnout yang tidak ditangani bisa mencetuskan depresi,  bahkan bunuh diri. Masalah utama yang ditekankan pada survey di atas adalah bahwa kebanyakan dokter tersebut menolak mencari bantuan dan mengabaikan dampak buruk dari burnout ini sendiri. 
01 Maret 2019, 16:56
Terkait hal yang sering membuat burnout khusus untuk dokter perempuan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak biasanya adalah sulit menempatkan diri, karena walaupun sudah berusaha bersikap profesional,  masalah dalam keluarga turut akan mempengaruhi tingkat stresor saat berjumpa dengan pasien,  selain itu jadwal jaga yang panjang,  waktu istirahat yang kurang juga bisa memicu burn out,  ditambah lagi kurangnya penghargaan dari pasien mengingat kita hanya dokter umum di kota besar. Cara yang mungkin bisa dicoba untum mengatasi burnout biasanya adalah beristighfar,  coba tenang dan rileks selalu bertanya kepada diri sendiri apakah kemarahan perlu dikeluarkan atau tidak saat sedang marah,  berusaha tetap positif. 
01 Maret 2019, 17:16
Alo Dokter,

Tull, pening kalo burnout. Nice sharing
04 Maret 2019, 17:34
dr.Antonius Sarwono Sandi Agus Sp.BTKV, FIHA, MH, FICS.
dr.Antonius Sarwono Sandi Agus Sp.BTKV, FIHA, MH, FICS.
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
Nice 
Thanks doc
04 Maret 2019, 17:38
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Rest and Relax
04 Maret 2019, 18:42
dr.Nurliati Sari Handini, SpBP-RE
dr.Nurliati Sari Handini, SpBP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Terima kasih sudah berbagi artikel ini sebagai pengingat. 
Sungguh sangat penting untuk mencegah burnout.
Bagi saya pribadi, selalu memasukkan keluarga dan ibadah dalam daftar prioritas ternyata cukup membantu menciptakan kondisi keseimbangan kerja-keluarga (work-life balance) yang mendekati ideal.
Mungkin ada TS lain yang bisa berbagi tips?
Terima kasih
04 Maret 2019, 21:05
Terimakasih sharenya dok, sangat bermanfaat :)
04 Maret 2019, 21:09
dr. Atika Ghassani, Sp.KFR
dr. Atika Ghassani, Sp.KFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Terimakasih dok sharingnya, sgt bermanfaat
04 Maret 2019, 21:15
Thanks sharingnya dok, boleh dicoba tipsnya
04 Maret 2019, 21:57
Nice sharing doc. Olahraga juga membantu mengurangi stress
04 Maret 2019, 23:30
sharingnya sangat berguna buat praktisi medis. mkshh dokk
05 Maret 2019, 09:46
Thanks sharingnya dok.. Untuk mencegah burnout, bisa jg dgn berlibur 😊