Panduan Praktis Klinis Cara Menggali Latar Belakang Seksual Pasien

Oleh dr. Hunied Kautsar

Topik mengenai latar belakang seksual adalah topik yang sensitif terutama bagi pasien di Indonesia sehingga membuat dokter kesulitan untuk menggalinya, bahkan pandangan lama menyatakan latar belakang seksual hanya perlu digali pada pasien berisiko tinggi dan atau memiliki tanda gejala yang mengarahkan.

Pertanyaan mengenai aktivitas seksual kerap membuat pasien tidak nyaman bahkan bisa sampai menyebabkan pasien berganti dokter. Namun mengetahui latar belakang seksual pasien sangat penting untuk membantu menegakkan diagnosis suatu penyakit dan juga deteksi dini infeksi HIV karena tidak semua pasien HIV dapat terdeteksi dengan observasi (terutama yang belum menunjukkan gejala).

Sudah saatnya pertanyaan mengenai latar belakang seksual dan aktivitas seksual ditanyakan ke semua pasien dewasa tanpa memandang status perkawinan atau status sosial mereka.

Penting bagi dokter untuk membantu pasien merasa nyaman dan meyakinkan pasien bahwa anamnesis mengenai latar belakang seksual pasien sama pentingnya dengan anamnesis mengenai perkembangan penyakit dan pemeriksaan fisik.

Sumber: Anna_Sunny, Pixabay, 2017. Sumber: Anna_Sunny, Pixabay, 2017.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Melakukan Anamnesis:

  • Sikap sopan dan menghargai pasien yang tengah dihadapi.
  • Menciptakan suasana yang menjamin privasi dan kerahasiaan. Sebaiknya anamnesis dilakukan dalam ruangan tertutup dan tidak terganggu oleh keluar-masuk petugas.
  • Mendengarkan perkataan pasien dengan penuh perhatian.
  • Tidak sambil menulis saat pasien berbicara.
  • Tidak menyela perkataan pasien.
  • Tidak menghakimi pasien.
  • Tidak menggurui pasien mengenai aktivitas seksual mereka terutama dengan tidak mengkaitkannya dengan ajaran agama tertentu atau nilai moral di masyarakat. Fokus hanya pada sisi kesehatan pasien.
  • Menjaga bahasa tubuh (body language)

Anamnesis dibuka dengan mendengarkan keluhan utama pasien kemudian dilanjutkan dengan perjalanan penyakit dan pengobatan yang sudah dijalankan. Pertanyaan mengenai latar belakang seksual pasien diajukan setelah semua pertanyaan lain diajukan sehingga pasien sudah terlebih dahulu merasa nyaman dan rapport yang baik sudah terbangun. [1]

Contoh Dialog dengan Pasien

  • Setelah mendengarkan keluhan utama Bapak/Ibu dan mengeliminasi beberapa penyebab dari penyakit Bapak/Ibu melalui pertanyaan yang sudah saya ajukan sebelumnya, saya akan bertanya beberapa pertanyaan mengenai latar belakang aktivitas seksual anda.
  • Saya mengerti bahwa topik ini bersifat sangat personal, namun informasi ini penting untuk kesehatan anda secara keseluruhan.

Atau dapat juga dipakai:

  • Saya menanyakan pertanyaan yang sama kepada semua pasien dewasa tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun status perkawinan.
  • Pertanyaan-pertanyaan ini sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan mental anda.
  • Semua percakapan ini bersifat rahasia antara dokter dan pasien.
  • Apakah anda ingin bertanya sebelum kita mulai?

Pertanyaan mengenai latar belakang seksual seorang pasien harus meliputi 5 P, yakni Partners, Practices, Protection from STDs, Past History of STDs, dan Prevention of Pregnancy. Pertanyaan tambahan bisa diajukan sesuai dengan kondisi pasien. [2]

Partners

  • Untuk menilai resiko seorang pasien terhadap STD, perlu diketahui jumlah dan jenis kelamin dari pasangan pasien.
  • Jangan berasumsi mengenai orientasi seksual pasien.
  • Jika hanya ada satu orang pasangan seks dalam 12 bulan terakhir, perlu diperhatikan usia dari hubungan tersebut.
  • Tanyakan mengenai faktor resiko dari pasangan (termasuk mantan pasangan) dan pemakaian obat-obatan.
  • Jika lebih dari satu orang pasangan seks dalam 12 bulan terakhir, pastikan untuk lebih menggali faktor resiko yang lebih spesifik seperti penggunaan kondom dan faktor resiko dari pasangan tersebut.
  • Jika pasien tidak sedang aktif secara seksual namun pernah aktif maka mengetahui latar belakang seksual pasien tetap penting.

Contoh Dialog dengan Pasien

Bila pasien sudah menikah

  • Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan orang lain selain dengan suami/istri anda?
  • Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan orang lain sebelum menikah?

Bila pasien belum menikah

  • Apakah anda sekarang aktif secara seksual?
  • Kalau sekarang tidak sedang aktif secara seksual, apakah pernah aktif secara seksual?
  • Dalam 12 bulan terakhir, berapa pasangan seks yang anda miliki?
  • Apakah pasangan anda laki-laki, perempuan atau keduanya?

Jika pasien menjawab keduanya maka pertanyaan pertama dan kedua diulangi untuk setiap jenis kelamin.

Practices

  • Jika pasien memiliki lebih dari 1 pasangan dalam 12 bulan terakhir atau memiliki pasangan yang memiliki pasangan lain, perlu digali lebih dalam mengenai penggunaan kondom dan jenis aktivitas seksual.
  • Pertanyaan mengenai aktivitas seksual akan membantu dalam menentukan faktor resiko pasien, risk-reduction strategies, menentukan pemeriksaan penunjang yang tepat, menentukan bagian anatomis yang tepat untuk mengambil spesimen untuk pemeriksaan penunjang infeksi menular seksual.

Contoh Dialog dengan Pasien

  • Saya akan bertanya lebih lanjut mengenai aktivitas seksual yang dilakukan selama 12 bulan terakhir.
  • Apakah jenis aktivitas seksual yang telah anda lakukan? Genital (penis di dalam vagina), anal (penis di dalam anus) atau oral (mulut pada penis, vagina atau anus)?

Untuk pasien laki-laki dengan pasangan seks laki-laki

  • Apakah jenis aktivitas seksual yang telah anda lakukan? Apakah receptive anal sex? Insertive anal sex? Atau keduanya?

Protection from STDs

  • Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai aktivitas seksual pasien, gunakan pertanyaan terbuka.
  • Anda bisa menentukan arah percakapan selanjutnya sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh pasien.
  • Anda perlu menentukan level dari risk-reduction counseling sesuai dengan kebutuhan pasien.
  • Jika pasien memiliki hubungan yang bersifat monogami dalam 12 bulan terakhir, risk-reduction counseling mungkin tidak dibutuhkan.
  • Untuk pasien lainnya, perlu dielaborasi lebih lanjut mengenai abstinence, monogami, penggunaan kondom, persepsi pasien mengenai resiko dirinya sendiri dan juga pasangan, dan pemeriksaan untuk infeksi menular seksual.

Contoh Dialog Dengan Pasien

  • Apakah anda dan pasangan menggunakan metode perlindungan terhadap infeksi menular seksual?
  • Jika tidak, bisa tolong dijelaskan alasannya?
  • Jika anda memakai pelindung, jenis apa yang anda gunakan?
  • Seberapa sering anda menggunakan pelindung?
  • Jika jawabannya kadang-kadang, dalam situasi apa atau dengan siapa anda menggunakan pelindung?
  • Apakah anda mempunyai pertanyaan mengenai proteksi terhadap infeksi menular seksual yang ingin anda diskusikan?

Past History of STDs

Adanya riwayat infeksi menular seksual menempatkan pasien anda pada resiko yang lebih besar untuk terkena infeksi menular seksual.

Contoh Dialog dengan Pasien

  • Apakah anda pernah terdiagnosis infeksi menular seksual? Jika ya, kapan? Bagaimana pengobatannya?
  • Apakah anda pernah mengalami gejala yang berulang?
  • Apakah anda pernah menjalani tes untuk HIV atau tes untuk infeksi menular seksual lainnya?
  • Apakah anda ingin menjalani tes untuk HIV?
  • Apakah pasangan anda atau mantan pasangan anda pernah didiagnosis atau dirawat karena infeksi menular seksual? Apakah anda menjalani tes untuk penyakit yang sama?
  • Jika ya, kapan anda menjalani tesnya? Apakah diagnosisnya? Bagaimana pengobatannya?

Prevention of Pregnancy

  • Berdasarkan informasi sebelumnya, anda bisa menentukan apakah pasien memilki resiko untuk hamil atau menghamili pasangannya. Jika ya, tentukan apakah kehamilan tersebut diinginkan.
  • Pertanyaan yang diajukan disesuaikan dengan jenis kelamin pasien.

Contoh Dialog dengan Pasien

  • Apakah anda sedang berusaha mempunyai keturunan?
  • Apakah anda khawatir akan hamil atau menghamili pasangan anda?
  • Apakah anda menggunakan alat kontrasepsi atau menjalani program KB?
  • Apakah anda membutuhkan informasi mengenai metode kontrasepsi?

Pertanyaan Tambahan Untuk Mengetahui Resiko HIV dan Hepatitis 

  • Apakah anda atau pasangan anda pernah memakai narkoba suntik?
  • Apakah anda atau pasangan anda pernah berhubungan seks bersamaan dengan konsumsi alkohol atau narkoba?
  • Apakah anda atau pasangan anda pernah berhubungan seks dengan Pekerja Seks Komersil?[3]

Menyimpulkan Percakapan

  • Tanyakan kepada pasien apakah pasien mempunyai pertanyaan lain seputar aktivitas seksual atau infeksi menular seksual lainnya.
  • Ucapkan terima kasih kepada pasien atas keterbukaan dan kerjasamanya.
  • Berikan apresiasi atas segala usaha perlindungan yang telah dilakukan.
  • Untuk pasien yang memiliki resiko terkena infeksi menular seksual penting mendorong pasien untuk menjalani pemeriksaan.
  • Jelaskan metode preventif terhadap infeksi menular seksual seperti abstinence, monogami (setia pada satu pasangan), menggunakan kondom secara benar dan konsisten.
  • Metode ini dapat menghindari resiko (abstinence) atau mengurangi resiko secara efektif (monogami, penggunaan kondom secara benar dan konsisten).

Setelah memberikan apresiasi terhadap perilaku positif pasien maka Anda dapat membahas aktivitas seksual yang beresiko tinggi. Perhatian anda dapat membantu pasien menerima rujukan konseling jika dibutuhkan.

Referensi