Tips Untuk Menenangkan Pasien Gelisah

Oleh dr. Hunied Kautsar

Agitasi atau kegelisahan adalah sebuah sindrom perilaku yang dapat berkaitan dengan berbagai emosi mendasar lainnya. Pasien yang gelisah perlu ditenangkan karena biasanya menunjukkan pergerakan yang repetitif dan tidak jelas tujuannya seperti mengetukkan kaki, meremas tangan, menarik-narik rambut dan meremas baju atau objek lainnya. Dapat juga disertai dengan pernyataan yang repetitif atau bahkan agresivitas..

Pasien yang gelisah dapat memiliki respon yang berlebih terhadap rangsangan dan menjadi mudah tersinggung, namun kaitan antara kegelisahan pasien dengan sifat agresif belum dapat dibuktikan dengan pasti.

Dalam menangani pasien gelisah yang datang ke UGD, perlu dilakukan tiga tahap pendekatan yakni melibatkan pasien dalam komunikasi verbal, menciptakan hubungan yang kolaboratif dengan pasien dan kemudian menenangkan pasien secara verbal sehingga pasien tidak lagi gelisah.

Ada empat poin penting dalam penanganan pasien yang gelisah yaitu [1]:

  1. memastikan keamanan pasien, tenaga kesehatan dan orang lain yang berada di sekitar lokasi
  2. membantu pasien mengatur emosi dan mengontrol tindakannya sendiri
  3. sebisa mungkin menghindari pengekangan pada pasien
  4. menghindari intervensi yang bersifat memaksa (pemaksaan bisa meningkatkan kegelisahan pasien)

Hindari melakukan pengekangan pada pasien. Sumber: CDC, 1958 Hindari melakukan pengekangan pada pasien. Sumber: CDC, 1958

Intervensi fisik terhadap pasien yang gelisah sebaiknya tidak langsung dilakukan karena ketika dokter atau tenaga kesehatan melakukan intervensi fisik terhadap pasien yang gelisah maka pasien mengganggap bahwa dibutuhkan kekerasan untuk menyelesaikan konflik. Selain itu pasien yang dipasangkan alat pengekang (restraint) lebih mungkin untuk dirawat di rumah sakit jiwa [2] dan memiliki durasi perawatan yang lebih lama. [3-4] Selain itu, pasien memiliki resiko yang lebih kecil untuk terluka jika intervensi fisik dapat dihindari.

Pemberian obat penenang yang terlalu dini dapat menimbulkan kesan yang tidak baik bagi pasien seperti penolakan terhadap pasien atau mempermalukan pasien yang dapat berujung kepada peningkatan kegelisahan pasien atau bahkan kekerasan.

Berdasarkan literatur [1], ditemukan 10 lingkup yang mencakup segala aspek dalam penanganan pasien gaduh gelisah.

Lingkup I: Hormati Ruang Pribadi

Rekomendasi Utama: hormati ruang pribadi pasien dan ruang pribadi anda sendiri

  • Jaga jarak dengan pasien minimal 2 kali panjang tangan. Jarak ini memberikan ruang bagi pasien sekaligus ruang bagi dokter untuk menghindar jika pasien tiba-tiba menjadi agresif dan hendak menyerang dokter yang sedang menanganinya.
  • Kebanyakan dari pasien gaduh gelisah memiliki riwayat trauma dan keadaan gawat darurat mempunyai potensi untuk mengingatkan pasien akan trauma tersebut ketika ruang pribadi mereka terganggu.
  • Pasien yang tidak memiliki tempat tinggal (tinggal di jalanan) memiliki rasa posesif yang tinggi terhadap barang-barang pribadinya.
  • Pasien yang memiliki riwayat kekerasan seksual akan merasa tidak nyaman atau merasa dipermalukan ketika harus mengganti bajunya.

Lingkup II: Jangan Bersikap Provokatif

Rekomendasi Utama: Hindari Meningkatkan Kegaduhan Pasien

  • Dokter harus dapat menunjukkan bahasa tubuh yang meyakinkan bahwa dokter tidak akan menyakiti pasien, mau mendengarkan pasien dan ingin semua merasa aman.
  • Kedua tangan dokter harus terlihat dan tidak mengepal. Tangan yang tersembunyi dapat diartikan seperti menyimpan senjata.
  • Hindari berhadapan langsung dengan pasien, dokter sebaiknya berdiri agak menyamping dari pasien sehingga pasien tidak merasa dikonfrontasi.
  • Gestur yang tenang dan raut wajah yang teduh penting untuk ditunjukkan.
  • Hindari kontak mata yang berlebihan karena dapat diinterpretasikan sebagai tindakan yang agresif.
  • Pastikan orang lain di sekitar anda tidak melakukan tindakan yang bersifat provokatif.

Lingkup III: Ciptakan Kontak Verbal

Rekomendasi Utama: Hanya satu orang yang berkomunikasi dengan pasien

  • Komunikasi pertama dilakukan oleh dokter yang akan berusaha untuk menenangkan pasien gaduh gelisah.
  • Komunikasi yang dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan hanya akan membuat pasien menjadi bingung dan bisa meningkatkan kegelisahan pasien.
  • Ketika dokter yang ditunjuk sedang melakukan komunikasi dengan pasien maka tenaga kesehatan lain dapat meminta orang di sekitar untuk berpindah tempat dan memberi ruang bagi dokter dan pasien gaduh gelisah yang sedang ditangani

Rekomendasi Utama: Perkenalkan diri kepada pasien dan berikan orientasi serta yakinkan pasien bahwa anda datang untuk membantu pasien

  • Sebutkan nama dan jabatan anda di rumah sakit tersebut.
  • Yakinkan pasien bahwa anda datang untuk membantu dan menjaga keamanan pasien serta membantu pasien mengontrol dirinya kembali.
  • Jika pasien belum diketahui namanya, tanyakan nama pasien dan bagaimana pasien ingin dipanggil (apakah dengan nama lengkap atau dengan nama panggilan). Tindakan ini menunjukkan bahwa pasien memiliki posisi yang penting dan pasien memiliki kontrol atas situasi yang sedang terjadi.

Lingkup IV: Singkat dan Jelas

Rekomendasi Utama: Sampaikan informasi secara singkat dan jelas

  • Pasien yang gaduh gelisah akan sulit memproses informasi, oleh karena itu harus digunakan bahasa yang sederhana dan jelas.
  • Berikan waktu kepada pasien untuk memproses informasi sebelum menyampaikan informasi berikutnya.

Rekomendasi Utama: Pengulangan dalam penyampaian informasi penting untuk dilakukan

  • Penyampaian informasi harus terus diulang sampai pasien yang gaduh gelisah mengerti.
  • Pengulangan ini juga harus disertai dengan tindakan asertif lainnya seperti mendengarkan pasien dengan seksama dan memahami posisi pasien. [5]  

Lingkup V: Identifikasi Keinginan dan Perasaan Pasien

Rekomendasi Utama: Gunakan informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi keinginan dan perasaan pasien

  • Informasi bisa didapat dari mendengarkan apa yang pasien katakan, bahasa tubuh pasien atau bahkan pertemuan sebelumnya dengan pasien.
  • Informasi ini membantu dokter berempati dalam merespon dan menyampaikan keinginan untuk membantu pasien mendapatkan apa yang diinginkan.

Lingkup VI: Dengarkan Perkataan Pasien dengan Seksama

Rekomendasi Utama: Mendengarkan secara aktif

  • Dokter harus bisa menunjukkan pada pasien bahwa ia mendengarkan perkataan pasien dengan seksama dan mengerti apa yang disampaikan dan dirasakan oleh pasien.
  • Dokter dapat mengulang apa yang dikatakan oleh pasien sehingga pasien dapat merasakan bahwa dirinya dimengerti.
  • Dengan mengulang apa yang dikatakan oleh pasien bukan berarti dokter setuju dengan semua yang dikatakan oleh pasien melainkan dokter menunjukkan bahwa ia memahami perkataan pasien.

Lingkup VII: Setuju atau Setuju untuk Tidak Setuju

Dalam menenangkan pasien yang gaduh gelisah, sebisa mungkin dokter menyatakan bahwa ia setuju dengan perkataan pasien agar tercipta kepercayaan dari pasien. Ada beberapa cara bagi dokter untuk setuju dengan pasien;

  • Setuju dengan fakta yang diungkapkan oleh pasien, seperti ketika pasien gelisah setelah 3 kali gagal diambil darahnya, dokter dapat mengatakan "Betul, perawat tersebut sudah menusuk anda 3 kali, bolehkah saya yang melakukannya sekarang?"

  • Setuju dengan prinsip yang ada, seperti ketika pasien merasa diperlakukan tidak hormat oleh polisi setelah ia tertangkap berkelahi, dokter dapat mengatakan "Saya percaya bahwa setiap orang berhak untuk diperlakukan dengan hormat".

  • Setuju dengan hal yang ganjil namun mungkin saja benar, seperti ketika pasien gelisah karena telah mengantri lama untuk bertemu dengan dokter dan mengatakan bahwa semua orang juga akan gelisah dan marah, dokter dapat mengatakan "Mungkin ada pasien lain yang juga gelisah karena sudah menunggu lama"

  • Ada kalanya dokter "diminta" untuk setuju dengan halusinasi pasien atau pengalaman pasien yang belum pernah dialami oleh dokter maka jika tidak ada jalan lain kecuali setuju untuk tidak setuju.

Lingkup VIII: Jelaskan Mengenai Hukum yang Berlaku dan Batas yang Jelas

Rekomendasi Utama: Ciptakan situasi bekerja yang nyaman dan aman

  • Keamanan dan keselamatan pasien serta seluruh tenaga kesehatan adalah yang utama. Dapat disampaikan kepada pasien jika pasien melakukan tindak kekerasan maka pasien dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib.
  • Hal ini disampaikan dengan tenang tanpa ada maksud mengancam.

Rekomendasi Utama: Bantu Pasien untuk Mengontrol Dirinya Sendiri

  • Setelah tercipta lingkungan yang nyaman dan jalur komunikasi yang jelas, bantu pasien untuk dapat mengontrol dirinya sendiri dengan terus mengingatkan bahwa dokter tidak dapat membantu pasien jika pasien tidak dapat tenang.

Lingkup IX: Tawarkan Pilihan dan Optimisme

Rekomendasi Utama: Tawarkan Pilihan

  • Memberikan pilihan kepada pasien dapat menumbuhkan rasa percaya diri pasien sehingga membantu pasien mengontrol dirinya sendiri.
  • Jika obat penenang harus diberikan kepada pasien, pasien dapat diminta untuk memilih cara administrasi obat (per oral atau injeksi)
  • Jika tidak ada pilihan dalam administrasi obat, maka pasien dapat diberikan pilihan jenis obat.

Rekomendasi Utama: Bersikap Optimis dan Berikan Harapan kepada Pasien

  • Bantu pasien memahami bahwa keadaan pasien akan bertambah baik jika pasien kooperatif
  • Berikan jangka waktu yang masuk akal bagi pasien untuk menyelesaikan masalah
  • Jika pasien mengatakan bahwa pasien ingin segera keluar dari rumah sakit, sampaikan kepada pasien bahwa dokter juga menginginkan hal yang sama serta bagaimana dokter dan pasien bisa bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut.

Lingkup X: Memberikan Simpulan kepada Pasien dan Tenaga Kesehatan Lainnya

Rekomendasi Utama: Memberikan simpulan kepada pasien

  • Jika intervensi yang tidak bersifat sukarela harus dilakukan terhadap pasien, dokter bertanggung jawab untuk kembali membangun komunikasi yang baik dengan pasien. Jelaskan mengapa intervensi tersebut dibutuhkan.
  • Bantu pasien untuk mengekspresikan kegelisahan mereka.
  • Jelaskan bahwa medikasi dapat membantu mencegah pasien melakukan tindak kekerasan.
  • Tanyakan kepada pasien bantuan dalam bentuk apa yang dapat diberikan jika hal ini terjadi lagi di kemudian hari.
  • Berikan penjelasan kepada keluarga pasien.

Rekomendasi Utama: Memberikan simpulan kepada tenaga kesehatan lainnya

  • Jika intervensi yang tidak bersifat sukarela harus dilakukan terhadap pasien, tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan masukan mengenai apa yang berjalan baik, apa yang tidak berjalan baik dan memberikan rekomendasi tindakan untuk episode selanjutnya.

Referensi