Pilihan Lensa Kontak - Hard Lens dan Soft Lens

Oleh dr. Intan Ekarulita

Lensa kontak adalah suatu media yang diciptakan untuk mengkoreksi refraksi cahaya agar jatuh tepat dengan retina mata. Penggunaan lensa kontak semakin meningkat, bukan hanya indikasi terhadap refraksi mata, namun juga sering digunakan untuk alasan kosmetik. Terdapat 2 jenis lensa kontak berdasarkan materi dasarnya : lensa kontak lunak (soft lens) dan lensa kontak keras (hard lens). [1]  Perbedaan dari materi tersebut membuat perbedaan keuntungan dan kelemahan pada tiap jenisnya. Untuk dapat memilih mana yang sesuai dengan pasien, pasien diwajibkan untuk mengetahui detail tiap lensa kontak yang akan digunakan.

Depositphotos_1774285_m-2015_compressed

Lensa Kontak Lunak (soft lens)

Lensa kontak lunak dibuat oleh materi dasar hydrogel, HEMA (hydroxymethylmetacrylate) dan vinyl copolymer. Lensa kontak lunak memiliki sifat hidrofilik, artinya lensa kontak ini mampu menyerap air sehingga konsistensinya menjadi lunak dan lebih nyaman digunakan. Berdasarkan ketipisannya, lensa kontak lunak dibagi menjadi 2 jenis :

  1. Lensa kontak tipis atau ultrathin. Lensa kontak ini cenderung mudah rusak oleh karena ketipisan lensa kontak tersebut sehingga penggunaannya menjadi lebih Lensa ini mudah berkerut sehingga sulit saat pemasangan awal.
  2. Lensa kontak silicon hydrogel. Lensa kontak ini cocok untuk penggunaan jangka panjang. Pengguna lensa kontak awal dinajur menggunakan ini karena bahannya sedikit lebih keras dibandingkan lensa kontak tipis. Memiliki sifat bahan yang tidak mudah robek. Namun, lensa kontak ini cenderung lebih mahal dan penelitian menyebutkan terdapat peningkatan insiden Contact lens-induced papillary conjunctibitis (CLIPC). [2]

Untuk sediaan lensa kontak lunak di Indonesia sangat beragam dari kekuatan dioptrinya hingga merk yang tersedia. Di Indonesia, tersedia dari kekuatan 0 D hingga -12.0 D. Kelebihan lensa kontak lunak dibandingkan lensa kontak keras adalah :[3]

  • Pada penggunaan dan pemakaian awal akan terasa lebih nyaman.
  • Membutuhkan adaptasi yang relatif singkat.
  • Nyaman digunakan dimanapun karena tidak terlalu sensitif pada udara berdebu atau benda asing yang masuk di mata.
  • Dapat menggunakan lensa kontak dengan berbagai warna dan ukuran.
  • Terdapat sediaan yang monofokal dan bifokal.

Lensa Kontak Keras (hard lens)

Lensa kontak keras dibuat oleh materi dasar PMMA (poly methyl metacrylate).  PMMA memiliki sifat optik yang baik dan tidak mudah pecah. Namun, PMMA tidak memiliki permeabilitas terhadap oksigen sehingga sering dirasakan tidak nyaman saat digunakan. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan frekuensi berkedip agar oksigen dibawa oleh komponen air mata dan masuk mengenai epitelium kornea.

Oleh karena ketidaknyamanan tersebut, lensa kontak keras sudah jarang digunakan dan beralih ke lensa kontak Rigid gas-permeable (RGP). Zaman sekarang RGP sering disebut-sebut sebagai lensa kontak keras karena materinya yang cenderung lebih keras dibandingkan dengan lensa kontak lunak. RGP memiliki beragam ukuran dioptri, dan mampu mengkoreksi minus yang lebih tinggi dibandingkan dengan lensa kontak lunak. Untuk penggunaan secara rutin, RGP harus dilakukan pengukuran kurva kornea (K), ukuran refraksi yang tepat, dan identifikasi iregularitas kornea, setelah itu dilakukan contact lens fitting. Saat contact lens fitting, dokter akan memeriksa beberapa hal seperti apical alignment, lengkung kelopak mata terhadap kornea, pemusatan titik tengah, dan diameter yang ditoleransi. Setelah hasil pemeriksaan baik, pasien akan dicoba untuk dilakukan penggunaan minimal 14 jam dalam 1 hari, bila tidak ada respon yang buruk maka RGP sudah dapat digunakan sebagai lensa kontak yang boleh dipakai setiap hari.[4] RGP memiliki permeabilitas oksigen (Dk) 5 kali lebih tinggi dibandingkan lensa kontak lunak, sehingga menurunkan resiko terjadinya epiteliopati pada kornea. RGP dibagi berdasarkan materi, antara lain :

  1. Cellulose acetate butyrate
  2. Silicon acrylates
  3. Fluorosilicon acrylates
  4. Hydrophilic rigid gas-permeable

Kelebihan lensa kontak RGP dibandingkan lensa kontak lunak adalah :

  • Kualitas penglihatan lebih jelas dan tajam
  • Dapat mengkoreksi astigmatisma dari yang ukuran kecil hingga besar
  • Dapat megkoreksi astigmatisma ireguler.
  • Lebih mudah dipegang karena materi yang lebih keras
  • Dapat digunakan pada pasien dry eyes dan abnormalitas permukaan kornea [5]
  • Perawatan cenderung lebih mudah

Setiap lensa kontak memiliki keunggulannya masing-masing sehingga setiap pasien mungkin akan berbeda indikasi. Berikut tabel perbandingan indikasi pemakasian lensa kontak lunak dan RGP.

Lensa Kontak Lunak Lensa Kontak RGP
Pasien baru pertama kali ingin menggunakan lensa kontak Pasien dengan gagal mencapai perbaikan visus pada lensa kontak lunak
Pasien dengan permukaan kornea yang reguler Pasien dengan permukaan kornea yang ireguler
Dapat digunakan oleh bayi, anak-anak, hingga orang tua Hasil penelitian RGP dapat digunakan untuk anak-anak.[6]
Dapat digunakan sebagai terapi kelainan kornea (bandage contact lens)

Dapat digunakan sebagai terapi pasien dengan astigmatisma tinggi dan keratokonus

Dengan segala keunggulan dan kekurangan, lensa kontak lunak dan keras memiliki komplikasi sebagai berikut :

  • Infeksi mata yang serius dapat terjadi jika instruksi penggunaan dan perawatan lensa kontak tidak dilakukan dengan benar. Pembersihan dan pelepasan lensa kontak serta tempat penyimpanannya yang tidak tepat dapat mengakibatkan infeksi pada mata.
  • Sebanyak 40%-90% pengguna lensa kontak tidak mengikuti instruksi penggunaan lensa kontak dengan benar. Infeksi kornea (keratitis) merupakan infeksi yang menyebabkan nyeri pada mata yang berkaitan erat dengan ketidaktepatan dalam penggunaan lensa kontak.
  • Penggunaan lensa kontak lunak jangka panjang dan dengan frekuensi tinggi dalam sehari dapat menyebabkan mata kering, reaksi alregi dan peradangan pada mata sehingga periksakan mata secara rutin sangat dianjurkan.

Dengan mengetahui kelebihan, kekurangan, perbandingan, indikasi, dan efek samping penggunaan, diharapkan dokter dapat memberikan edukasi yang baik untuk membantu pasien menentukan pilihan lensa kontak yang tepat sesuai kebutuhan.1

Referensi