Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Ebola general_alomedika 2023-05-03T14:45:20+07:00 2023-05-03T14:45:20+07:00
Ebola
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Ebola

Oleh :
dr. Rendy Singgih
Share To Social Media:

Penatalaksanaan ebola virus disease (EVD) hanya diberikan terapi suportif, karena belum ditemukan obat antivirus yang sesuai untuk EVD. Semua pasien EVD harus dimasukan ke dalam ruang isolasi karena berpotensi tinggi penyebaran penyakit. Monitoring pasien dan perawatan pasien terkadang perlu di dalam ruangan intensif agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.[1,2,10]

Terapi Suportif

Pengobatan bersifat suportif untuk pasien ebola bertujuan untuk mempertahankan fungsi jantung dan ginjal, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mencegah terjadinya komplikasi penyerta. Umumnya dilakukan terapi suportif sebagai berikut:

  • Rehidrasi intravena karena penderita akan membutuhkan penggantian cairan,. tidak direkomendasikan rehidrasi peroral karena penderita memiliki rasa mual, muntah, chronic fatigue, terkadang juga terdapat nyeri menelan/disfagia

  • Terapi oksigen untuk menjaga status oksigen dalam tubuh
  • Pemberian faktor koagulasi yang berguna untuk menghentikan perdarahan
  • Obat-obatan yang meningkatkan tekanan darah, mencegah mual muntah, serta mengatasi nyeri dan demam
  • Obat lain disesuaikan dengan infeksi penyerta, seperti obat untuk influenza[1,2,10]

Regeneron (REGN-EB3) dan mAb114

Pada saat terjadi wabah di Republik Demokratik Kongo tahun 2018, tersedia pengobatan regeneron (REGN-EB3) dan mAb114. Kedua obat tersebut merupakan gabungan dari 3 antibodi monoklonal dan dikonfirmasi dapat meningkatkan harapan hidup infeksi ebola secara keseluruhan. Kedua obat antivirus ini kemudian digunakan untuk pasien dengan EVD terkonfirmasi.[1-2]

Referensi

1. Outbreaks. Ebola (Ebola Virus Disease). CDC.gov. 2021 https://www.cdc.gov/vhf/ebola/outbreaks/index-2018.html
2. Ebola virus disease. WHO. 2021. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ebola-virus-disease
10. Muyembe-Tamfum JJ, Mulangu S, Masumu J, Kayembe JM, Kemp A, Paweska JT. Ebola virus outbreaks in Africa: past and present. Onderstepoort J Vet Res. 2012 Jun 20;79(2):451. doi: 10.4102/ojvr.v79i2.451. PMID: 23327370.

Diagnosis Ebola
Prognosis Ebola

Artikel Terkait

  • Pengembangan Vaksin mRNA dan Kegunaannya di Masa Depan
    Pengembangan Vaksin mRNA dan Kegunaannya di Masa Depan
Diskusi Terbaru
dr. Anton Hilman, Sp.T.H.T.B.K.L
Dibalas 9 jam yang lalu
Bagaimana Penanganan yang tepat Kasus ini?
Oleh: dr. Anton Hilman, Sp.T.H.T.B.K.L
2 Balasan
Alo dokter. Pasien perempuan, usia 25 tahun. Datang dengan keluhan benjolan di bagian dalam bibir bawah sisi kiri sejak 1 minggu terakhir. Benjolan berukuran...
dr.Fitria Agustina
Dibalas 19 jam yang lalu
Vaksinasi HPV utk wanita di atas usia 45 tahun
Oleh: dr.Fitria Agustina
4 Balasan
ALO Dokter Izin tanya dok, kenapa vaksinasi HPV tdk direkomendasikan utk pasien di atas usia 45 th? Apakah ada bahayanya atau hanya pertimbangan efektifitas...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas kemarin, 14:19
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Cegah Preeklampsia: Suplementasi Kalsium yang Praktis pada Kehamilan
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter! Di balik kebahagiaan kehamilan, tersembunyi preeklampsia sebagai ancaman senyap yang terus menghantui. Kondisi ini bertanggung jawab atas...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.