Penatalaksanaan Berat Badan Lahir Rendah
Penatalaksanaan berat badan lahir rendah atau BBLR difokuskan pada terapi suportif, yaitu pemberian nutrisi untuk mengejar target berat badan, mempertahankan suhu tubuh normal, serta menjaga kebersihan tali pusat dan kulit. Obat-obatan dan tindakan pembedahan sesuai indikasi dan jika ada komplikasi, yang biasanya terjadi bayi prematur.[3,6]
Pemberian Nutrisi
Pada prinsipnya, pemberian nutrisi pada bayi BBLR, baik bayi prematur maupun cukup bulan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan imunitas. Beberapa aspek penting dalam pemberian nutrisi yang baik pada bayi BBLR adalah metode pemberian, jenis, waktu dan frekuensi pemberian, serta jumlah pemberian nutrisi.[3,6]
Metode Pemberian Nutrisi
Metode pemberian nutrisi dapat melalui jalur enteral dan parenteral. Metode enteral lebih direkomendasikan daripada parenteral, karena jalur parenteral memiliki risiko untuk terjadi komplikasi seperti sepsis dan infeksi, sehingga metode ini hanya menjadi terapi tambahan pada beberapa kasus kritis tertentu.[3,6,16-18]
Jenis Nutrisi
Jenis nutrisi terbaik yang dapat diberikan pada bayi BBLR adalah ASI atau kolostrum dari ibu, baik diberikan langsung atau diperah. Pilihan kedua adalah ASI yang berasal dari donor, dan pilihan ketiga adalah susu formula. ASI memberikan banyak manfaat bagi bayi karena kaya akan faktor-faktor imunitas dan enzim yang baik untuk pencernaan bayi.
Bayi yang mendapat ASI memiliki risiko necrotizing enterocolitis (NEC) lebih rendah daripada bayi yang mendapat susu formula. Selain itu, ASI juga sudah dikaitkan dengan perkembangan rahang dan bahasa yang lebih baik di masa kanak-kanak. ASI juga merupakan nutrisi yang tepat untuk bayi prematur.[6,19]
Waktu dan Frekuensi Pemberian Nutrisi
Pemberian nutrisi pada bayi BBLR dilakukan sedini mungkin, yaitu segera setelah lahir jika memungkinkan, misalnya dengan inisiasi menyusui dini. Hal ini dapat mempercepat peningkatan berat badan bayi, mempersingkat lama rawat inap bayi, dan menurunkan risiko osteopenia dan jaundice. Frekuensi pemberian nutrisi dilakukan setiap 2-3 jam sekali.[3,6,10,16-18]
Jumlah Pemberian Nutrisi
Jumlah atau volume pemberian nutrisi diberikan sesuai dengan berat badan bayi. Pemberian nutrisi pada bayi <1000 gram dapat dimulai dari 15‒20 mL/kgBB/hari, sedangkan pada bayi >1000 gram dapat dimulai dengan 30 mL/kgBB/hari.
Setelah setiap pemberian nutrisi pastikan untuk melakukan pemeriksaan residu gastrik. Jumlah normal residu pada bayi <1000 gram adalah 2‒4 mL, sedangkan pada bayi >1000 gram sebanyak 5 mL. Residu dapat berwarna kehijauan atau kuning. Residu menandakan toleransi bayi terhadap pemberian nutrisi dan prediktor NEC.
Apabila toleransi bayi terhadap pemberian nutrisi baik, maka pemberian nutrisi dapat ditingkatkan hingga mencapai full enteral feeding, yakni 150‒180 mL/kgBB/hari. Nutrisi sebesar ini biasanya tercapai dalam waktu 2 minggu pada bayi <1000 gram, atau 1 minggu pada bayi >1000 gram.[3,6,10,16-18]
Fortifikasi Nutrisi
Pemberian fortifikasi nutrisi tidak dianjurkan secara rutin untuk semua bayi BBLR. Fortifikasi nutrisi multikomponen bisa dipertimbangkan pada bayi yang sangat prematur atau berat badan lahir sangat rendah (BBLSR).[6]
Suplemen Mikronutrien
Pada bayi BBLR yang hanya mendapat ASI, WHO menganjurkan pemberian suplementasi nutrisi seperti:
- Zat besi 2-4 mg/kg/hari
- Zinc 1-3 mg/kg/hari.
- Vitamin D 400-800 IU
- Vitamin A 1000-1500 IU
Mikronutrien ini bisa diberikan setelah pemberian nutrisi enteral sudah adekuat dan stabil.[6]
Mempertahankan Suhu Normal
Bayi BBLR rentan untuk mengalami hipotermia, atau suhu tubuh 32‒36,4℃. Suhu tubuh bayi sebaiknya diukur setiap 6‒12 jam. Perawatan kangaroo mother care dianjurkan untuk diberikan pada seluruh bayi BBLR jika memungkinkan. Perawatan ini dianjurkan diberikan selama minimal 8 jam setiap hari (semakin lama durasi semakin baik).[6,10]
Monitoring Penatalaksanaan
Monitoring penanganan bayi BBLR, berdasarkan WHO, termasuk pengukuran tanda-tanda vital (suhu, denyut jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah), saturasi oksigen, volume residu lambung, tes darah di antaranya gula darah, dan pemantauan pertumbuhan.[6,10]
Monitoring Gula Darah
Studi pada bayi BBLR prematur dan cukup bulan menunjukkan pencegahan kondisi hipoglikemia kronis atau rekuren dapat meningkatkan kelangsungan hidup, serta pertumbuhan atau perkembangan saraf. Pedoman WHO merekomendasikan pemantauan gula darah pada bayi BBLR sehat setiap 4 jam dan setiap kali sebelum memberi makan untuk 48 jam pertama kehidupan. Kemudian setiap hari sampai bayi mendapatkan makanan enteral penuh.[10]
Monitoring Berat Badan dan Tinggi Badan
Penimbangan berat badan bayi dilakukan setiap hari selama perawatan di rumah sakit, sedangkan pengukuran panjang badan dan lingkar kepala dapat dilakukan setiap minggu. Evaluasi peningkatan berat badan dapat menggunakan kurva pertumbuhan atau growth chart dari the National Centres for Health Statistics (NCHS)/WHO. Selanjutnya, pengukuran parameter antropometri bisa diulangi setiap kunjungan, misalnya saat jadwal vaksin.
Pengukuran parameter antropometri digunakan untuk mendeteksi dini jika terjadi growth faltering dan juga untuk memastikan catch-up growth berlangsung optimal.[3,10,16-18]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha