Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Sindrom Reye general_alomedika 2023-05-10T14:51:20+07:00 2023-05-10T14:51:20+07:00
Sindrom Reye
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Sindrom Reye

Oleh :
dr. Evelyn Ongkodjojo
Share To Social Media:

Sindrom Reye merupakan suatu penyakit pediatrik langka yang ditandai dengan ensefalopati noninflamasi akut dan fatty degenerative liver failure. Sindrom Reye pertama kali dikemukakan pada tahun 1963 oleh ahli patologi dari Australia yang bernama Dr. Ralph Douglas Kenneth Reye.[1-3]

Sindrom Reye biasanya terjadi setelah infeksi virus, terutama infeksi virus influenza, varicella, atau gastroenteritis. Sindrom ini dikaitkan dengan riwayat konsumsi aspirin selama mengalami infeksi tersebut, tetapi juga dapat dipicu oleh hal lain seperti inborn errors of metabolism (khususnya kelainan metabolisme asam lemak), reaksi terhadap obat, dan toksin.[1-3]

shutterstock_472626583-min

Hingga saat ini belum ada metode diagnosis spesifik untuk sindrom Reye. Diagnosis ditegakkan dari manifestasi klinis seperti muntah hebat dengan atau tanpa tanda klinis dehidrasi, hepatomegali, ikterus, letargi progresif yang mengarah ke ensefalopati, koma, kejang, hingga paralisis dan henti napas. Beberapa pemeriksaan penunjang seperti tes fungsi liver, kadar amonia dalam darah, pemeriksaan cairan serebrospinal, computed tomography (CT) scan otak atau magnetic resonance imaging (MRI) otak juga mungkin dilakukan.[2,4]

Penatalaksanaan sindrom Reye yang spesifik belum ditemukan. Upaya utama yang dilakukan adalah pemberian terapi suportif untuk stabilisasi hemodinamik. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan yang akurat untuk menjaga airway, breathing, dan circulation pasien dalam kondisi optimal.[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Chapman J, Arnold JK. Reye Syndrome. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526101/
2. Weiner DL. Reye Syndrome. Medscape. 2022. https://emedicine.medscape.com/article/803683-overview#a1
3. Magrum BG, Pickworth KK. Aspirin rechallenge in an adult patient previously diagnosed with Reye syndrome. Am J Health Syst Pharm. 2020;77(2):123-127. doi:10.1093/ajhp/zxz276
4. Noor A, Gradidge E. A Case of Reye Syndrome Caused by Influenza A Virus. Ochsner J. 2018;18(4):425-427. doi:10.31486/toj.18.0098

Patofisiologi Sindrom Reye
Diskusi Terbaru
dr.Bellatrix Bonisa Madarja
Dibalas kemarin, 17:30
Dementia
Oleh: dr.Bellatrix Bonisa Madarja
5 Balasan
Seorang lelaki usia 60th datang diantar oleh anaknya dengan keluhan banyak lupa terutama kepemilikan harta keluarga namun nama nama anak pasien masih ingat,...
Anonymous
Dibalas 27 Agustus 2026, 14:25
Cikunguyah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Sore dok izin diskusiSaya kedatangan pasien permepuan usia 36 thn mengeluhkan 3 minggu yang lalu sempat demam ± 3hari ( sekarang sdh tdk demam) di sertai...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 26 Agustus 2026, 14:12
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Infeksi Soil-Transmitted Helminth dan Protozoa
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter! Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/infeksi-soil-transmitted-helminth-dan-protozoa-usus  Link LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.