Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Respiratory Syncytial Virus annisa-meidina 2026-04-24T10:28:43+07:00 2026-04-24T10:28:43+07:00
Respiratory Syncytial Virus
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Respiratory Syncytial Virus

Oleh :
dr. Virly Isella
Share To Social Media:

Respiratory syncytial virus atau RSV merupakan virus yang sering menginfeksi saluran pernapasan dan ditularkan melalui droplet atau kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi. Infeksi RSV dapat mengenai semua usia, namun lebih sering mengenai anak usia kurang dari dua tahun, menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia.

Manifestasi klinis infeksi RSV dapat bervariasi mulai dari tidak menunjukkan gejala, gejala ringan yang hanya memengaruhi saluran pernapasan bagian atas, hingga kasus yang lebih serius yang melibatkan saluran pernapasan bagian bawah.[1–4]

Infeksi pada saluran pernapasan atas dapat menimbulkan gejala seperti demam, rhinorrhea, batuk, dan myalgia. Namun, ketika terjadi keterlibatan saluran pernapasan bawah, gejala bisa menjadi lebih berat, termasuk sesak napas, sianosis, bahkan hingga apnea.

Referensi

1. Jain H, Schweitzer JW, Justice NA. Respiratory Syncytial Virus Infection in Children. StatPearls. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459215/
2. Roberts, I. Nelson’s textbook of pediatrics 20th ed by R. Kliegman, B. Stanton, J. St. Geme, N. Schor (eds). Pediatr Radiol 47, 1364–1365. 2017. https://doi.org/10.1007/s00247-017-3907-9
3. Perk Y, Özdil M. Respiratory syncytial virüs infections in neonates and infants. Turk Pediatri Ars. 2018 Jun 1;53(2):63-70. doi: 10.5152/TurkPediatriArs.2018.6939. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6089794/
4. Krilov LR, Roberts NJ. Respiratory Syncytial Virus (RSV) Update. Viruses. 2022;14. https://www.mdpi.com/1999-4915/14/10/2110
5. World Health Organization. Respiratory Syncytial Virus (RSV) disease. 2023. https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/vaccine-standardization/respiratory-syncytial-virus-disease

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Patofisiologi Respiratory Syncyt...

Artikel Terkait

  • Perburukan Kondisi Pasien dengan Komorbiditas Kardiovaskular Akibat Infeksi RSV
    Perburukan Kondisi Pasien dengan Komorbiditas Kardiovaskular Akibat Infeksi RSV
  • Dampak Keparahan Infeksi Respiratory Syncytial Virus pada Pasien dengan Komorbiditas Pernapasan
    Dampak Keparahan Infeksi Respiratory Syncytial Virus pada Pasien dengan Komorbiditas Pernapasan
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 3 jam yang lalu
Perubahan dari PCOS ke PMOS, Bukan Sekadar Ganti Nama!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Telah resmi pada 12 Mei 2026, Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) berganti nama menjadi Sindrom Ovarium Metabolik Poliendokrin (PMOS). Perubahan ini...
Anonymous
Dibalas 10 jam yang lalu
Rekruitmen Dokter Telemedisine
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokterPengumuman lolos atau tidaknya setelah tes tahap pertama interactive medical advisor (tes tulis) estimasi berapa lama ya dok?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 3 jam yang lalu
SKP belum disetujui/diverifikasi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, SIP saya berlaku hingga Agustus 2027. Saya sudah tidak bekerja sejak 2024. Tapi saya baru mengupload dokumen ranah pelayanan dan pengabdian di...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.