Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Necrotizing Enterocolitis general_alomedika 2023-01-19T07:37:00+07:00 2023-01-19T07:37:00+07:00
Necrotizing Enterocolitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Necrotizing Enterocolitis

Oleh :
dr. Yoke K. Putri, M.Sc, Sp.A, IBCLC
Share To Social Media:

Patofisiologi necrotizing enterocolitis (NEC) dapat bersifat multifaktorial di mana studi menunjukkan keterkaitan dengan inflamasi usus yang dapat berkembang menjadi perforasi usus, sepsis dan bahkan kematian.

Hasil pemeriksaan histologi pada usus yang direseksi terlihat usus pada NEC mengalami inflamasi dan kerusakan mukosa yang kemudian berkembang menjadi nekrosis transmural atau gangrene. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perforasi usus dan peritonitis. Inflamasi dan nekrosis dapat terjadi pada semua bagian usus, tetapi yang paling sering adalah bagian distal ileum dan proksimal kolon.[1-4]

NEC lebih sering dialami bayi prematur, terutama usia gestasi <35 minggu. Dinding usus pada bayi prematur memiliki barrier yang belum matang dengan junction sel epitel meningkat, lapisan mukus yang mucin,  faktor trefoil berkurang, dan jumlah sel Paneth menurun. Perkembangan usus bayi yang belum sempurna, diikuti faktor risiko yang terjadi saat atau setelah kelahiran, mengakibatkan akuisisi mikrobioma usus bayi.[1-4]

Mikrobioma usus ikut berperan meregulasi perkembangan dan fungsi enteric nervous system (ENS). Mikrobioma pada perkembangan usus awal pasca kelahiran mempengaruhi kepadatan serat saraf myenteric, jumlah neuron nitrergik, dan motilitas usus. Sistem imun dan mikrobioma usus bayi yang belum berkembang menyebabkan adaptasi usus bayi tidak sempurna saat pemberian asupan enteral, sehingga terjadi NEC.[1-4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Dizi Bellari Putri

Referensi

1. Sanchez JB, Kadrofske M. Necrotizing enterocolitis. J Neurogastroenterol. 2019;31:e13569.
2. Bazacliu C. Neu J. Pathophysiology of necrotizing enterocolitis: an update. Curr Pediatr Rev. 2019,15,68-87.
3. Rich BS, Dolgin SE. Necrotizing enterocolitis. Pediatr. Rev. 2017, 38 (12) 552-559; DOI: https://doi.org/10.1542/pir.2017-0002
4. Gomella TL, Cunningham MD, et al. Gomella’s Neonatology. 2013. New York: McGrawHill. https://accesspediatrics.mhmedical.com/content.aspx?bookid=2762&sectionid=234453482

Pendahuluan Necrotizing Enteroco...
Etiologi Necrotizing Enterocolitis

Artikel Terkait

  • Red Flags Tinja Berdarah Pada Bayi
    Red Flags Tinja Berdarah Pada Bayi
  • Probiotik untuk Pencegahan Necrotizing Enterocolitis
    Probiotik untuk Pencegahan Necrotizing Enterocolitis
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 02 Oktober 2026, 10:01
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - AI Cardiology Update: Prediksi Risiko hingga Keamanan Peresepan - Kamis, 22 Oktober 2026 Jam: 10.00- 11.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter.Artificial intelligence (AI) sudah lama masuk ke bidang kardiologi. Dari membantu interpretasi EKG, teknologi ini kini semakin berkembang hingga...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 02 Oktober 2026, 15:02
Sekarang Giliran Anda - 1.000 AP Pasti Jadi Milikmu! Ikuti Channel Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat - Berlaku hanya 3 hari
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Sekarang giliran Anda mendapatkan 1.000 Alomedika Point dengan cara follow channel Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat di  aplikasi...
Anonymous
Dibalas 30 September 2026, 09:47
Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.