Prognosis Juvenile Angiofibroma
Prognosis juvenile angiofibroma umumnya baik karena tumor ini bersifat jinak. Namun, juvenile angiofibroma dikenal memiliki pertumbuhan lokal yang agresif, sehingga bisa menimbulkan komplikasi seperti perdarahan masif pada kasus tertentu. Risiko rekurensi juga cukup tinggi, terutama pada tumor yang luas atau tidak bisa diambil sepenuhnya. Oleh karena itu, pemantauan berkala penting untuk memastikan hasil jangka panjang yang optimal.[5,10,13]
Komplikasi
Komplikasi juvenile angiofibroma yang paling sering adalah epistaksis berulang, yang bisa menyebabkan anemia kronis akibat perdarahan. Tumor besar dapat menyebabkan obstruksi jalan napas, gangguan tidur, dan infeksi sekunder pada saluran hidung atau sinus. Pada kasus dengan ekstensi ke orbit atau dasar kranium, komplikasi lebih serius bisa berupa gangguan penglihatan, proptosis, atau keterlibatan sistem saraf. Risiko perdarahan intraoperatif yang tinggi juga menjadi perhatian penting dalam manajemen juvenile angiofibroma.[2,3,5,10,11,18]
Prognosis
Prognosis juvenile angiofibroma umumnya baik karena tumor bersifat jinak. Risiko rekurensi tetap ada, terutama pada tumor dengan ekstensi luas atau kasus dengan perdarahan intraoperatif yang signifikan. Dengan pembedahan lengkap dan follow-up teratur, mayoritas pasien mencapai hasil jangka panjang yang optimal. Pemantauan berkala melalui endoskopi nasal dan pencitraan penting untuk mendeteksi rekurensi lebih awal dan mencegah komplikasi tambahan.[5,8,9,13,21]