Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Juvenile Angiofibroma annisa-meidina 2026-01-22T13:47:32+07:00 2026-01-22T13:47:32+07:00
Juvenile Angiofibroma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Juvenile Angiofibroma

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Penatalaksanaan definitif untuk juvenile angiofibroma adalah pembedahan, tetapi hal ini sebaiknya dilakukan setelah evaluasi risiko perdarahan. Juvenile angiofibroma memang merupakan tumor jinak tetapi bersifat sangat vaskular, sehingga ada risiko perdarahan masif. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan juvenile angiofibroma.[2,3,11,21]

Berobat Jalan

Berobat jalan dilakukan saat diagnosis awal juvenile angiofibroma melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan endoskopi nasal untuk menilai gejala umum, seperti epistaksis, obstruksi hidung, atau gangguan tidur. Pencitraan berupa computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) diperlukan untuk menilai ukuran, lokasi, dan ekstensi tumor. Meskipun evaluasi awal bisa dilakukan secara rawat jalan, prosedur invasif harus dilakukan di rumah sakit karena ada risiko tinggi perdarahan.[2,3,10,11]

Persiapan Rujukan

Rujuk pasien yang dicurigai mengalami juvenile angiofibroma ke rumah sakit dengan fasilitas otorhinolaryngology (ORL) atau bedah kepala-leher yang memadai. Persiapan rujukan meliputi hasil pencitraan, hasil pemeriksaan darah (hemoglobin, hematokrit, dan pemeriksaan koagulasi), dan kesiapan transfusi darah untuk tumor besar atau kasus dengan risiko perdarahan tinggi. Konsultasi multidisiplin sangat dianjurkan jika tumor melibatkan orbit atau dasar kranium.[12,17,21]

Medikamentosa

Saat ini belum ada terapi farmakologis yang menyembuhkan juvenile angiofibroma. Obat-obatan hanya berperan untuk mengatasi gejala atau komplikasi sekunder, seperti hidung tersumbat atau infeksi. Obat antiinflamasi atau antibiotik dapat diberikan jika ada infeksi sekunder. Beberapa penelitian menunjukkan potensi terapi target berdasarkan ekspresi Fibroblast Growth Factor Receptor 3 dan 4 (FGFR3 dan FGFR4), tetapi hal ini masih bersifat eksperimental dan belum menjadi standar klinis.[7,15]

Pembedahan

Pembedahan merupakan terapi definitif pada juvenile angiofibroma. Pendekatan bedah dapat bersifat endoskopik untuk tumor kecil hingga sedang, atau bedah terbuka untuk tumor besar maupun tumor dengan ekstensi ke orbit dan dasar kranium. Embolisasi preoperatif sering dilakukan untuk mengurangi perdarahan intraoperatif dan komplikasi bedah.[13,14,18,21]

Terapi Suportif

Terapi suportif bertujuan untuk mengurangi gejala dan meminimalkan komplikasi. Hal ini meliputi kontrol epistaksis dengan nasal packing jika diperlukan, monitoring anemia akibat perdarahan, dukungan nutrisi dan hidrasi, serta edukasi keluarga terkait tanda bahaya seperti perdarahan hebat atau gangguan penglihatan.[2,3,17]

Follow-Up

Follow-up pasien juvenile angiofibroma diperlukan karena risiko rekurensi yang tinggi, terutama dalam 1–2 tahun pertama pascaoperasi. Evaluasi meliputi endoskopi nasal secara berkala dan pencitraan jika ada tanda-tanda rekurensi. Monitoring fungsi hidung dan komplikasi bedah juga menjadi bagian tindak lanjut. Frekuensi follow-up biasanya setiap 3–6 bulan pada tahun pertama, lalu disesuaikan risiko rekurensi.[5,8,9,13,19]

Referensi

2. Josef Shargorodsky. Juvenile angiofibroma. UF Health. 2023. https://ufhealth.org/conditions-and-treatments/juvenile-angiofibroma
3. Shah UK. Juvenile angiofibroma. MSD Manual. 2025. https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/miscellaneous-ear-nose-and-throat-disorders-in-children/juvenile-angiofibromas
5. Alla SSM, Alla D, Ratheesh V, Ramineni PK, Singh A, K V, Siddiqua A. Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma: A Case Report of a Rare Adolescent Head and Neck Tumor. Cureus. 2023 Jan 11;15(1):e33633. doi: 10.7759/cureus.33633.
7. Safhi FA, Al-Hazani TMI, Jalal AS, et al. FGFR3 and FGFR4 overexpression in juvenile nasopharyngeal angiofibroma: impact of smoking history and implications for personalized management. J Appl Genet. 2023 Dec;64(4):749-758. doi: 10.1007/s13353-023-00780-w.
8. Fang R, Sun W, Shi J, Xu R, Peng L, Lai Y, Chen F, Wen Y, Wen W, Li J. Risk Factors and Characteristics of the Recurrence of Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma: A 22-Year Experience With 123 Cases at a Tertiary Center. Clin Exp Otorhinolaryngol. 2022 Nov;15(4):364-371. doi: 10.21053/ceo.2022.01053.
9. Attya HMA, Hassouna MS, Shawky AA, Abdelmalek ME. Recurrent angiofibroma: analysis of risk factors and common sites of recurrence. Eur Arch Otorhinolaryngol. 2025 Jul;282(7):3611-3618. doi: 10.1007/s00405-025-09476-9.
10. Baba A, Kurokawa R, Kurokawa M, Srinivasan A. MRI features of sinonasal tract angiofibroma/juvenile nasopharyngeal angiofibroma: Case series and systematic review. J Neuroimaging. 2023 Sep-Oct;33(5):675-687. doi: 10.1111/jon.13116.
11. Tork CA, Winters R, Simpson DL. Nasopharyngeal Angiofibroma. StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545240/
12. Alrusayyis D, Alotaibi JK, Almutarii R, Almolani FM, Al-Ahmari M, Alkhatib A, Almomen A. Five challenging presentations of juvenile nasopharyngeal angiofibroma: our experience in the diagnosis and endoscopic surgical management. J Surg Case Rep. 2025 Feb 28;2025(2):rjaf055. doi: 10.1093/jscr/rjaf055.
13. García-Fernández A, et al. Endoscopic surgical management of juvenile nasopharyngeal angiofibroma: Correlating tumour characteristics, risk of hemorrhage, and recurrence. Auris, Nasus, Larynx. 2024;51(6):940–946. https://doi.org/10.1016/j.anl.2024.09.004
14. Bernhard Schick, Lukas Pillong, and Silke Wemmert. The Embryological Basis of Juvenile Angiofibroma: A Unifying Hypothesis for Tumor Pathogenesis. J Clinical Research and Reports. 2025;19(5). doi:10.31579/2690-1919/521.
15. Doody J, Adil EA, Trenor CC, Cunningham MJ. The Genetic and Molecular Determinants of Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma: A Systematic Review. Annals of Otology, Rhinology & Laryngology. 2019;128(11):1061-1072. doi:10.1177/0003489419850194. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0003489419850194
17. Dewi YA, et al. Management of juvenile nasopharyngeal angiofibroma in a referral hospital in West Java, Indonesia. Althea Medical Journal. 2020;7(1):45–50. https://doi.org/10.15850/amj.v7n1.1787
18. Giorgianni A, Molinaro S, Agosti E, et al. Twenty Years of Experience in Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma (JNA) Preoperative Endovascular Embolization: An Effective Procedure with a Low Complications Rate. J Clin Med. 2021 Aug 31;10(17):3926. doi: 10.3390/jcm10173926.
19. Vlăescu AN, Ioniţă E, Ciolofan MS, et al. Current approach of juvenile nasopharyngeal angiofibroma: a case series. Rom J Morphol Embryol. 2022 Jan-Mar;63(1):105-111. doi: 10.47162/RJME.63.1.10.
21. Abouzeid W, et al. Multidisciplinary management of juvenile nasopharyngeal angiofibroma. Egypt J Neurol Psychiatry Neurosurg. 2021;57:167. https://doi.org/10.1186/s41983-021-00414-0

Diagnosis Juvenile Angiofibroma
Prognosis Juvenile Angiofibroma

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.