Pasien dengan penyakit tifoid apakah dapat mengarah ke penyakit COVID-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

pasien saya dengan widal positif dan udah pemberian terapi dengan cipro tapi sampai hari ke 7 masih demam tinggi dan di tes widal masih positif, dan 3 hari...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien dengan penyakit tifoid apakah dapat mengarah ke penyakit COVID-19

    06 Januari 2021, 14:36

    pasien saya dengan widal positif dan udah pemberian terapi dengan cipro tapi sampai hari ke 7 masih demam tinggi dan di tes widal masih positif, dan 3 hari lalu pasien merasakan gejala seperti flu dan batuk, apa ini mengarah ke covid 19 ?

06 Januari 2021, 14:51

Alo dr. Fadli,

 

selamat siang dok, izin menyimak.

Apakah pasien ini ada riwayat kontak dengan pasien COVID-19? Apakah sudah dilakukan pemeriksaan rapid test dan PCR Dok?

06 Januari 2021, 14:59

Halo dr kevin, selamat siang juga, Kalau untuk riwayat kontak katanya nggak ada dok, demam hari ke 2 pasien melakukan rapid di puskesmas hasilnya non reaktif, dan tadi pagi sudah saya sarankan untuk swab antigen tapi hasilnya belum keluar, di kota sini kalau nggak ada riwayat perjalanan keluar kota nggak bisa pcr dok 

06 Januari 2021, 15:18
Saya rasa perlu di follow up lagi hasil pemeriksaan swabnya Dok. Terapi demam tifoidnya boleh tetap dilanjutkan, dan mungkin pasien ini sebaiknya diedukasi untuk isolasi mandiri.
06 Januari 2021, 15:23
06 Januari 2021, 15:18
Saya rasa perlu di follow up lagi hasil pemeriksaan swabnya Dok. Terapi demam tifoidnya boleh tetap dilanjutkan, dan mungkin pasien ini sebaiknya diedukasi untuk isolasi mandiri.

Atau mungkin demam tidak reda2 bisa pengaruh karena pasien mengaku tetap masuk kantor dan beraktifitas ya dok ?

06 Januari 2021, 16:04

ALO, dr. Fadli.

Ikut berdiskusi ya, Dok. Tes widal ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati, Dok, karena antigen yang digunakan tidak spesifik terhadap Salmonella typhi. Hasil tes widal juga dapat dipengaruhi oleh titer populasi setempat, tidak seperti Tubex.

Tes widal bisa dikatakan positif apabila pada pemeriksaan yang kedua terdapat peningkatan titer sebesar 4x lipat dari pemeriksaan pertama. Jika tidak demikian, kemungkinan besar terjadi positif palsu. Untuk menegakkan diagnosis, tetap perlu dipertimbangkan gejala klinis dan perjalanan penyakit pada pasien ini.

https://www.alomedika.com/studi-literatur-efektivitas-tes-widal-dan-tubex-untuk-diagnosis-tifoid-di-daerah-endemik

Sementara itu, sampai saat ini, pemeriksaan RT-PCR merupakan standar untuk menegakkan diagnosis COVID-19. Rapid test antibodi dan antigen hanya ditujukan untuk skrining dan tidak dapat menjadi acuan untuk diagnostik, Dok, karena akurasi yang rendah dan tingkat positif palsu yang tinggi,

Saran saya, anamnesis secara lengkap dan mendalam perlu dilakukan pada pasien ini. Pasien juga sebaiknya tetap diberlakukan sebagai suspek COVID-19 mengingat ada gejala, sehingga isolasi mandiri dapat dilakukan apabila gejala ringan. Dalam keterbatasan RT-PCR,  pemeriksaan CT scan toraks, Rontgen toraks, atau profil koagulasi mungkin dapat membantu menunjang diagnosis. 

https://www.alomedika.com/rapid-test-untuk-covid-19

https://www.alomedika.com/koagulopati-pada-covid19

https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/coronavirus-disease-2019-covid-19/diagnosis

06 Januari 2021, 16:07
Kalau boleh tau, titer widalnya berapa dok?