Terapi yang tepat untuk stroke kronis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dok, saya ingin bertanya, kebetulan saya praktek di desa yang dimana masyarakatnya perlu menempuh perjalanan lama utk berobat, jadi di praktek sy...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Terapi yang tepat untuk stroke kronis

    Dibalas 07 November 2023, 05:37
    dr.Oki
    dr.Oki
    Dokter Umum

    Alo dok, saya ingin bertanya, kebetulan saya praktek di desa yang dimana masyarakatnya perlu menempuh perjalanan lama utk berobat, jadi di praktek sy biasanya banyak pasien dengan keluhan yang mengarah ke stroke, tpi stroke nya sudah terjadi sejak berbulan-bulan yang lalu bahkan smpai tahunan, ada bbrp hal yg ingin sy tanyakan

    1. Terapi apa yg sebaiknya sy berikan?, mengingat stroke terjadi sdah berbulan-bulan, apakah masih ada tempat utk aspirin dan/atau clopidogrel pada kasus ini? Kalau iya sampai kapan kita boleh memberikan terapi ini

    2. Apakah masih perlu fisioterapi pada kasus stroke lama? Berapa persen kemungkinan fungsinya kembali normal?

    3. Lalu latihan apa yang sebaiknya sy sarankan pada kasus ini?

    4. Apakah ada tempat utk citicolin dan/atau piracetam pada kasus stroke lama?

    5. Sy pernah membaca asam folat bagus utk pencegahan stroke? Apakah ini benar?

    Terima kasih 🙏

06 November 2023, 11:26

Alo dr. Oki,

1. Penggunaan kombinasi aspirin+copidogrel selama 21 hari diketahui efektif untuk menurunkan risiko terjadinya high risk TIA dan stroke ringan. Kemudian dilanjutkan dengan copidogrel hingga hari ke-90. Penggunaan dual anti-platelet therapy jangka panjang selama 2-3 tahun didapatkan tidak menurunkan risiko stroke iskemik akan tetapi meningkatkan risiko perdarahan. 

Referensi:

https://www.alomedika.com/penggunaan-aspirin-dan-clopidogrel-pada-stroke-iskemik-minor

https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/STR.0000000000000377


2. Fisioterapi untuk pasien stroke dapat dilakukan secara intensif dalam 3 bulan pertama sejak mengalami stroke. Selanjutnya menyesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan perlu juga meninjau komplikasi lain seperti depresi post stroke. Tidak ada target khusus untuk fungsi dan kekuatan apakah dapat kembali normal atau tidak, tergantung dari derajat keparahan stroke dan fungsi sebelum mengalami stroke.

Referensi dan diskusi:

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32717644/

https://www.alomedika.com/komunitas/topic/fisioterapi-pada-penderita-stroke


3. Metode fisioterapi beragam, selengkapnya dapat dilihat di:

https://www.alomedika.com/pelatihan-belajar-mundur-untuk-rehabilitasi-pasien-stroke-telaah-jurnal

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/fisioterapi-pasca-stroke


4. Penggunaan cithicolin dan piracetam sebagai agen neuroprotektif masih diperdebatkan.

Menurut beberapa penelitian, cithicolin dapat memperbaiki fungsi neurologi. Akan tetapi dalam beberapa studi lain, efektifitas cithicolin tidak berbeda bermakna dengan grup kontrol. Cithicolin sampai saat ini masih menjadi terapi tambahan karena memiliki profil keamanan yang baik. Sedangkan menurut beberapa penelitian, pemberian piracetam tidak bermanfaat dan meningkatkan mortalitas pasien.

Referensi:

https://www.alomedika.com/kajian-literatur-pemberian-sitikolin-dan-pirasetam-pada-struk-iskemik-dan-cedera-kepala


5. Masih terdapat perdebatan akan penggunaan asam folat untuk pencegahan stroke primer. Akan tetapi menurut penelitian, suplementasi asam folat, B6, dan B12 diketahui dapat menurunkan kadar konsentrasi homosistein total sebesar 25% dan menurunkan risiko stroke hingga 10%. Dalam studi lain, penggunaan asam folat sebagai terapi tambahan pada pasien dengan hipertensi dapat meningkatkan lifetime stroke-free survival.

Referensi:

https://svn.bmj.com/content/3/2/51

https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/HYPERTENSIONAHA.119.14102

 

07 November 2023, 05:37
dr.Ireine Suantika Cornelia Roosdy
dr.Ireine Suantika Cornelia Roosdy
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Saran saya untuk stroke kronis jauh lebih penting untuk memberi terapi yang berfokus pada perbaikan dan stabilisasi kualitas hidup serta pencegahan terjadinya kembali stroke. Hal ini dilakukan dengan:
1. Mengontrol faktor-faktor risiko stroke pasien (penyakit kronis, stres, pola hidup, dll)
2. Mengatasi keterbatasan fungsi motorik dan/atau kognitif yg terdampak
3. Melakukan edukasi utk membantu pasien menyadari hal2 yang masih dapat diperbaiki dan harus dengan disiplin dilakukan, dan yang mana tdk bisa diperbaiki untuk pasien bersedia beradaptasi dengan "new normal"
4. Memastikan adanya support system yang baik