Nilai normal GDP, GD2PP, dan GDS - Diskusi Dokter

general_alomedika

Halo rekan sejawat,apakah ada informasi terupdate tentang:Nilai normal GDP, GD2PP, dan GDSkarena referensi yg saya dapatkan dariAmerican Diabetes Association...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Nilai normal GDP, GD2PP, dan GDS

    Dibalas 13 November 2023, 07:06
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Halo rekan sejawat,

    apakah ada informasi terupdate tentang:

    Nilai normal GDP, GD2PP, dan GDS

    karena referensi yg saya dapatkan dari

    American Diabetes Association (ADA) Tahun 2013

    Referensinya sudah 10 tahun yang lalu

    Mohon infonya kalau rekan sejawat ada referensi terbaru tentang ini

    terima kasih

12 November 2023, 18:16
GDP………110
2JPP………140
GDS………120
13 November 2023, 05:55
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Masih sama Dok.
Berikut saya lampirkan buku konsensus diabetes dari Perkeni Indonesia
Konsensus DMT2 di Indonesia 2021.docx
13 November 2023, 05:59
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Berikut ringkas nya
Gula utk orang normal berbeda dgb gula orang PREDIABETES dan berbeda pula dgn gula orang DIABETES
13 November 2023, 06:03
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
dr.Sarah Firdausa, M.Md.Sc., SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dan nilainya TARGET TERAPI nya juga beda DokSecara umum 7%, namun dapat disesuaikan dgn kondisi pasien.Jadi orang disebut DM bila HbA1c 6.5
Namim bila sudah DM, target secara umum HbA1c adalah 7% dan boleh disesuaikan dgn kondisi pasien.Bila pasien masih muda, DM baru 2 atau 3 tahun, kita boleh target kan HbA1c nya di range PREDIABETES atau range NORMAL.Sebaiknya, bila DM udah belasan tahun, udah ada komplikasi, maka target HbA1c boleh agak kendor, Misalnya 7.5%Berikut panduan umumnya utk target pengobatan DM
13 November 2023, 07:06
Berikut saya lampurkan nilai referensi dari Pedoman Perkeni 2021. Alangkah baiknya dilakukan TTGO dok bila memungkinkan, biar beban glukosa lebih ter-standarisasi antar pasien