Pemberian Obat Hipertensi pada Pasien CKD on HD - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin konsultasi dok,Pasien laki laki 55thn dengan HT urgensi pada ckd on hd DM tipe 2Tekanan darah saat datang 220/100mmHgObat hipertensi rutin...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pemberian Obat Hipertensi pada Pasien CKD on HD

    17 September 2019, 18:39

    Alo dokter, izin konsultasi dok,

    Pasien laki laki 55thn dengan HT urgensi pada ckd on hd DM tipe 2

    Tekanan darah saat datang 220/100mmHg


    Obat hipertensi rutin saat ini clonidin dan micardis


    Untuk penanganan awal HT urgensi apakah sama dok dengan algoritma pada umumnya?

    Mengingat pasien sudah konsumsi clonidin 0,15mg dan micardis 80mg, tapi tensi tetap tinggi


    Saat ini saya sudah memberikan captopril SL amlodipin 10mg, TD saat ini masih 220/80


    Untuk penanganan selanjutnya bagaimana ya dok?Β 


    Mohon sarannya dok πŸ™

18 September 2019, 05:11
Mohon izin diskusi dokter. Pada pasien CKD St V on HD, peningkatan tekanan darah juga bisa terjadi karena overhidrasi/ over load cairan (fluid dependent) dan biasanya baru turun setelah dilakukan Hemodialisa dengan ultrafiltrasi yang cukup tinggi. Bisa juga dipertimbangkan kondisi hipertensi resisten atau refrakter jika sudah mendapat 3 antihipertensi termasuk diuretik tetapi tekanan darah belum terkontrol. 
18 September 2019, 15:57
Terimakasih dokter informasinya, sangat membantu πŸ™
18 September 2019, 11:37

Alo Dok,

CMIIW clonidin adalah obat hipertensi urgensi/emergensi sedangkan pengobatan hipertensi rutin adalah dengan CCB, ARB, diuretik, ACEI, alfa/beta bloker. Untuk saat ini bisa dicoba dulu dengan kombinasi 3 obat. Jika masih resisten boleh ditambahkan diuretik atau beta/alfa bloker (saya SS algoritmenya ya Dok). Setuju dgn dr. Puri, anjurkan juga HD rutin dok.

18 September 2019, 15:57
Terimakasih dokter atas informasinya, sangat membantu πŸ™
18 Oktober 2019, 20:24
dr. Rizki
dr. Rizki
Dokter Umum
Terimakasih dok informasinya
18 September 2019, 14:38
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Hi dok, Hipertensi pada pasien End state renal disease on hemodialisis rutin merupakan hal yang sering ditemukan. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan batasan Hipertensi Stage III untuk tekanan darah sistolik β‰₯180 mmHg dan tekanan darah diastolik β‰₯110 mmHg tanpa adanya gangguan pada organ target seperti otak, jantung, mata, ginjal.

Pada kasus dengan hemodialisis rutin, adanya hipertensi stage III merujuk kepada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga diperlukan inisiasi obat dengan segera. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terapi HT Stage III dengan Penyakit ginjal kronis yaitu dengan intervensi gaya hidup dan kombinasi terapi inisial dengan ACE/ARB CCB/Diuretik, yang dapat ditingkatkan menjadi kombinasi 3 obat dengan ACE/ARB CCB diuretik dan bila resisten dapat ditambahkan kombinasi 3 obat tersebut spironolakton atau diuretik lain, penyakat alfa, maupun beta. Semoga dapat membantu ya
20 September 2019, 10:05

terima kasih ilmunya dokter

17 Oktober 2019, 18:58
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok
18 September 2019, 14:45
18 September 2019, 14:38
Hi dok, Hipertensi pada pasien End state renal disease on hemodialisis rutin merupakan hal yang sering ditemukan. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan batasan Hipertensi Stage III untuk tekanan darah sistolik β‰₯180 mmHg dan tekanan darah diastolik β‰₯110 mmHg tanpa adanya gangguan pada organ target seperti otak, jantung, mata, ginjal.

Pada kasus dengan hemodialisis rutin, adanya hipertensi stage III merujuk kepada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga diperlukan inisiasi obat dengan segera. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terapi HT Stage III dengan Penyakit ginjal kronis yaitu dengan intervensi gaya hidup dan kombinasi terapi inisial dengan ACE/ARB CCB/Diuretik, yang dapat ditingkatkan menjadi kombinasi 3 obat dengan ACE/ARB CCB diuretik dan bila resisten dapat ditambahkan kombinasi 3 obat tersebut spironolakton atau diuretik lain, penyakat alfa, maupun beta. Semoga dapat membantu ya
Terimakasih sharing ilmunya dokπŸ™
18 September 2019, 15:57
18 September 2019, 14:38
Hi dok, Hipertensi pada pasien End state renal disease on hemodialisis rutin merupakan hal yang sering ditemukan. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan batasan Hipertensi Stage III untuk tekanan darah sistolik β‰₯180 mmHg dan tekanan darah diastolik β‰₯110 mmHg tanpa adanya gangguan pada organ target seperti otak, jantung, mata, ginjal.

Pada kasus dengan hemodialisis rutin, adanya hipertensi stage III merujuk kepada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga diperlukan inisiasi obat dengan segera. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terapi HT Stage III dengan Penyakit ginjal kronis yaitu dengan intervensi gaya hidup dan kombinasi terapi inisial dengan ACE/ARB CCB/Diuretik, yang dapat ditingkatkan menjadi kombinasi 3 obat dengan ACE/ARB CCB diuretik dan bila resisten dapat ditambahkan kombinasi 3 obat tersebut spironolakton atau diuretik lain, penyakat alfa, maupun beta. Semoga dapat membantu ya
Terimakasih dokter informasi nya, sangat membantu πŸ™
16 Oktober 2019, 21:55
dr. Arum M
dr. Arum M
Dokter Umum
18 September 2019, 14:38
Hi dok, Hipertensi pada pasien End state renal disease on hemodialisis rutin merupakan hal yang sering ditemukan. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan batasan Hipertensi Stage III untuk tekanan darah sistolik β‰₯180 mmHg dan tekanan darah diastolik β‰₯110 mmHg tanpa adanya gangguan pada organ target seperti otak, jantung, mata, ginjal.

Pada kasus dengan hemodialisis rutin, adanya hipertensi stage III merujuk kepada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga diperlukan inisiasi obat dengan segera. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terapi HT Stage III dengan Penyakit ginjal kronis yaitu dengan intervensi gaya hidup dan kombinasi terapi inisial dengan ACE/ARB CCB/Diuretik, yang dapat ditingkatkan menjadi kombinasi 3 obat dengan ACE/ARB CCB diuretik dan bila resisten dapat ditambahkan kombinasi 3 obat tersebut spironolakton atau diuretik lain, penyakat alfa, maupun beta. Semoga dapat membantu ya
Thankyou dokπŸ˜ŠπŸ™
16 Oktober 2019, 22:15
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Sedikit menambahkan, untuk kasus hipertensi pd pasien HD perlu dievaluasi pula adekuasi HD karena ada kemungkinan hipertensi yang resisten terkait dengan HD yg belum adekuat

Hati2 pemberian ACEI atau ARB karena ada risiko hiperkalemia pd pasien CKD stadium akhir, selain itu pemberian captopril SL sudah tidak disarankan untuk dilakukan
16 Oktober 2019, 23:25
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Terimakasih sharing nya dok πŸ™
16 Oktober 2019, 22:18
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Sebagai tambahan, terkait hiperkalemia yg disebutkan tadi, spironolakton sebagai diuretik hemat kalium jg berisiko meningkatkan kalium sehingga harus dipertimbangkan risk-benefit nya apabila akan digunakan pada CKD
17 Oktober 2019, 04:42
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok
17 Oktober 2019, 04:48
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Jika peningkatan tensi tersebut setelah menjalani HD pertimbangkan rebound phenomena dari clonidin di mana clonidin merupakan obat yang bisa bisa larut saat dialisis dan jika ada withdrawal dari clonidin karena dialisis atau pasien tidak patuh konsumsi obat tensi bisa naik sangat tinggi 
17 Oktober 2019, 05:04
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
18 September 2019, 14:38
Hi dok, Hipertensi pada pasien End state renal disease on hemodialisis rutin merupakan hal yang sering ditemukan. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan batasan Hipertensi Stage III untuk tekanan darah sistolik β‰₯180 mmHg dan tekanan darah diastolik β‰₯110 mmHg tanpa adanya gangguan pada organ target seperti otak, jantung, mata, ginjal.

Pada kasus dengan hemodialisis rutin, adanya hipertensi stage III merujuk kepada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga diperlukan inisiasi obat dengan segera. Perhimpunan Hipertensi Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terapi HT Stage III dengan Penyakit ginjal kronis yaitu dengan intervensi gaya hidup dan kombinasi terapi inisial dengan ACE/ARB CCB/Diuretik, yang dapat ditingkatkan menjadi kombinasi 3 obat dengan ACE/ARB CCB diuretik dan bila resisten dapat ditambahkan kombinasi 3 obat tersebut spironolakton atau diuretik lain, penyakat alfa, maupun beta. Semoga dapat membantu ya
Terimakasih atas sharing ilmunya Dok πŸ™πŸ™
17 Oktober 2019, 06:21
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Aodokter
Hipertensi pada penderita CKD on HD sering terjadi, bahkan salah satu penyebab terjadi CKD karena tekanan darah yg tidak terkontrol. 
Proses adaptasi kronis yg terjadi  karena meningkatnya tekanan darah pada penderita CKD menyebabkan sering tidak adanya keluhan dan juga sulit mengontrol tekanan darah tersebut dikarenakan terjadinya kegagalan seluruh mekanisme pengaturan tekanan darah normal kita. 
Seluruh golongan obat hipertensi bisa diberikan dengan kehati-hatian karena setiap obat memiliki efek untung dan ruginya.
Untuk kasus ini, disamping data tekanan darah, frekuensi nadi juga diperlukan, ini juga akan mempengaruhi pemilihan obat hipertensi serta riwayat2 penyakit lainnya seperti asma. 
17 Oktober 2019, 06:44
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Disamping obat2an yg sdh disebutkan oleh TS sebelumnya, nipedipin yg slow release merknya adalat oros boss bisa dipertimbangkan bail itu sebagai tambahan ataupun tunggal dan jika perlu kita juga boss berikan ISDN  sebagai obat tambahannya dengan memperhatikan segala efek dan konsekwensinya. 
Usahakan tetap kita dapat mencapai atau mendekati tekanan darah senormal mungkin atau kita menjaga fluktuasi tekanan darah psn tdk terlalu berbeda jauh untuk mencegah pecahnya pembuluh darah karena terlampauinya elastisitas pembuluh darah pasien. 
Segala modalitas non farmakologi juga harus diusahakan  diet, olahraga sebisa mungkin, dan emosi yg terkontrol diusahan seoptimal mungkin. 
Dengan mengusahakan tekanan darah terkontrol atau mendekatinya, itu berarti intervensi yg kita berikan membantu mekanisme pengaturan tekanan darah dalam tubuh pasien dibiasakan mendekati normal.
17 Oktober 2019, 19:46
Nice sharing, dok. πŸ‘πŸ‘
17 Oktober 2019, 22:11
dr. Arum M
dr. Arum M
Dokter Umum
16 Oktober 2019, 22:15
Sedikit menambahkan, untuk kasus hipertensi pd pasien HD perlu dievaluasi pula adekuasi HD karena ada kemungkinan hipertensi yang resisten terkait dengan HD yg belum adekuat

Hati2 pemberian ACEI atau ARB karena ada risiko hiperkalemia pd pasien CKD stadium akhir, selain itu pemberian captopril SL sudah tidak disarankan untuk dilakukan
Captopril SL brrti sdh TDK disarankan yah dok
17 Oktober 2019, 23:59
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pemberian captopril sublingual belum termasuk rekomendasi pada pedoman/guidelines yang saat ini dipergunakan. Secara teori dikatakan pemberian sublingual akan meningkatkan onset kerja captopril dibandingkan oral, namun penelitian yg ada belum menunjukan hasil yg konsisten (masih bervariasi).
18 Oktober 2019, 04:27
dr. Arum M
dr. Arum M
Dokter Umum
Disamping obat2an yg sdh disebutkan oleh TS sebelumnya, nipedipin yg slow release merknya adalat oros boss bisa dipertimbangkan bail itu sebagai tambahan ataupun tunggal dan jika perlu kita juga boss berikan ISDN  sebagai obat tambahannya dengan memperhatikan segala efek dan konsekwensinya. 
Usahakan tetap kita dapat mencapai atau mendekati tekanan darah senormal mungkin atau kita menjaga fluktuasi tekanan darah psn tdk terlalu berbeda jauh untuk mencegah pecahnya pembuluh darah karena terlampauinya elastisitas pembuluh darah pasien. 
Segala modalitas non farmakologi juga harus diusahakan  diet, olahraga sebisa mungkin, dan emosi yg terkontrol diusahan seoptimal mungkin. 
Dengan mengusahakan tekanan darah terkontrol atau mendekatinya, itu berarti intervensi yg kita berikan membantu mekanisme pengaturan tekanan darah dalam tubuh pasien dibiasakan mendekati normal.
Alhamdulilah, terimakasih dokter ilmunya dokπŸ™