Tatalaksana Bedah Pada Limfadenitis TB - Bedah Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Sonny, izin bertanya.Bagaimana peran dokter bedah pada tatalaksana pasien dengan limfadenitis TB? apakah terapi hanya sebatas pemberian obat dan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tatalaksana Bedah Pada Limfadenitis TB - Bedah Ask the Expert

    24 November 2020, 07:39

    Alo dr. Sonny, izin bertanya.

    Bagaimana peran dokter bedah pada tatalaksana pasien dengan limfadenitis TB? apakah terapi hanya sebatas pemberian obat dan radioterapi? Apakah memungkinkan untuk dilakukan tindakan operatif pada pasien dengan limfadenitis TB? Karena kebanyakan pasien dengan Limfadenitis TB mengeluhkan tidak nyaman dengan benjolan yang ada meski sudah dinyatakan sembuh. Terimakasih sebelumnya.

24 November 2020, 08:03
Alo dr. Nurul,
Terima kasih atas pertanyaan nyaManajemen limfadenitis TB adalah medikamentosa dan operasi. Indikasi operasi pada limfadenitis TB adalah bila setelah 3 minggu pemberian antituberkulostatika terdapat:
1. Benjolan persisten, terutama benjolan menekan struk tutup penting misal di area leher
2. Abses dingin
3. Sinus
Pre operatif tetap perlu pemberian tuberkulostatik selama 3 minggu.
Operasi nya adalah eksisi seluruh kelenjar getah bening yg terkena proses TB dan pasca operasi obat tuberkulostatik dilanjutkan ya.Semoga bermanfaat, dok 🙂🙏
24 November 2020, 08:26
Baik, terimakasih banyak dokter atas informasinya
11 Juni 2022, 08:20
Penderita anak umur 7th dg limfadenitis di leher, sdh konsul ke dr anak tdk mendapatkan terapi tb.
Benjolan masih ada, bagaimana tindak lanjutnya dok?
11 Juni 2022, 05:49
Halo dr. Izin berdiskusi,
Risiko efek samping pada kelenjar getah bening yang seluruh diangkat karena terinfeksi bagaimana ya dok? Apakah akan meningkatkan risiko infeksi pasien thd patogen ke depannya.
Terimakasih
13 Juni 2022, 10:06
Terima kasih tanggapan dan pertanyaan nya dok. Jadi risiko pengangkatan seluruh kelenjar getah bening leher adalah edema. Namun biasanya dokter bedah akan mengangkat bagian yg mengganggu saja dan kelenjar yg kecil2 dapat diobati terapi adjuvant nya misal tuberkulostatik pada kasus TB kelenjar. Dan untuk risiko infeksi berulang maupun infeksi oleh patogen lain tetap ada dok, sesuai faktor risiko nya, misal bila sudah sembuh dari operasi namun nutrisi dan daya tahan tubuh belum diperbaiki, tetap bisa berisiko infeksi kembali. Terima kasih 😊🙏🏻