Bagaimana tatalaksana batuk nonspesifik yang tepat? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Terkadang kita meresepkan ambroxol/bromhexin utk pengencer dahak berbarengan dgn penekan refleks batuk spt DMP atau codein. Apakah tepat? Atau sebaiknya...

Diskusi Dokter

23 Desember 2018, 13:25
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alodoc!
Sebelum menjawab pertanyaan tsb, perlu diketahui dahulu ttg patofisiologi batuk. Refleks batuk itu terjadi ketika ada benda asing ataupun sekret lendir berlebihan yg melalui saluran napas, sehingga tubuh memiliki mekanisme pertahanan sendiri utk mengeluarkan benda asing ataupun sekret tsb melalui proses batuk. Oleh karena itu, adalah penting bagi para klinisi utk menentukan apakah pemicu nya merupakan sekret yg banyak atau kondisi lainnya.
Bila pemicu batuknya akibat proses awal radang dan bkn karena sekret lendir atau pun benda asing, maka benar diberikan penekan refleks batuk, namun hila akibat sekret lendir yg berlebih, maka yg dipilih adalah golongan mukolitik. Jadi, kurang tepat sebenarnya bila obat tsb dikombinasikan dimana sebenarnya pada kondisi sekret lendir yg berlebih, kita juga memerlukan proses batuk utk lebih mudah dalam mengeluarkan/membuang sekret lendir yg berlebihan tsb yg sblmnya dibantu dgn penggunaan mukolitik.
Jadi, ketika sekret lendir cukup banyak, pastikan hidrasi pasiennya cukup, sehingga lendir tdk terlalu kental, dan ditambah mukolitik agar menjadi lebih encer lg sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk. 
Semoga bermanfaat! 

Reference :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3621873
24 Desember 2018, 17:19
Terimakasih ilmunya dok 👍
23 Desember 2018, 13:44
23 Desember 2018, 10:52

Terkadang kita meresepkan ambroxol/bromhexin utk pengencer dahak berbarengan dgn penekan refleks batuk spt DMP atau codein. Apakah tepat? Atau sebaiknya menggunakan pengencer dahak jenis N Acetylsisteine? Tks

Halo dok, saya izin menambahkan sedikit. Khusus pada kondisi di mana mukolitik atau ekspektoran diresepkan, pasien perlu mendapat edukasi bahwa dirinya akan menjadi lebih sering batuk. Karena obat akan membuat mukus "lebih encer" dan tubuh akan merespon hal tersebut dengan membuat yang bersangkutan lebih sering batuk dalam rangka mengeluarkan mukus tersebut. Agar dalam periode minum obat pasien menjadi lebih siap.

Mungkin maksudnya baik, memberikan antitusif pada pasien yang juga diberikan mukolitik atau ekspektoran supaya batuk pasiennya berkurang. Tapi ada risiko besar juga, yaitu mukus yang sudah "lebih encer" oleh mukolitik - ekspektoran berisiko masuk ke saluran napas yang lebih dalam karena batuk untuk mengeluarkan mukus tersebut "ditekan" oleh antitusif.

Jika ada yang keliru mohon dikoreksi, dan semoga membantu ya dok. 
23 Desember 2018, 19:58
Terimakasih ilmunya docs :)
26 Desember 2018, 06:47
Halo..ikut share tentang batuk ya. Memang batuk itu termasuk salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dlm hal ini termasuk kuman dr saluran napas. Benda2 yg dinilai tidak seharusnya ada dalam saluran napas dgn mekanisme mucous clearence (yaitu diliputi dengan mukus kemudian digiring ke saluran napas atas oleh pergerakan silia) akan dibatukkan keluar. Jadi utk pemberian obat memang perlu diketahui penyebab dan karakteristik batuknya.
Dlm anamnesis kita harus memastikan batuknya kering atau berdahak. Hati2 pada pasien yg batuknya sebenarnya berdahak namun krn sulit mengeluarkan jadi bilangnya tidak ada dahak. Gali berulang2..cocokkan dengan PF dan arah etiologi penyakitnya..kalo bisa pas pasien batuk kita jg mendengar seperti apa batuknya. Seringkali bilangnya kering tp ternyata pas batuk grok2.
Utk batuk kering pemberian memang antitusif utk menekan..biasanya terjadi pada pasien2 yg alergi..atau terjadi hiperaktivitas bronkus. Walaupun jika radangnya berlebihan atau ditumpangi oleh infeksi bisa ada produksi mukus dan akhirnya berdahak jg.
Utk pasien yg berdahak..krn sbnrnya adalah mekanisme pertahanan tubuh..maka jangan serta merta kita tekan. Utk obat kita bisa berikan mukolitik dan atau ekspektoran. Tergantung dari sifat dahaknya..jika kental perlu kita beri mukolitik dulu supaya lbh mudah dikeluarkan. Jika dahak encer bisa hanya kita beri ekspektoran saja utk membantu mengeluarkan. Atau jk sudah diberi mukolitik tp sulit mengeluarkan bisa dikombinasi dgn ekspektoran. Benar..memang perlu kita edukasi ke pasien bahwa pemberian obat mukolitik bukan berarti kita menekan batuknya tp membantu supaya kotoran2 di dalam saluran napas keluar (gampangnya njelasinnya gitu). Jadi pasien tidak kaget kl dia akan msh batuk2 tp biasanya pernapasan jadi lebih lega krn dahak bisa keluar.
Jika batuk berdahak terlalu ngikil dan sangat mengganggu pasien..kadang kita meresepkan penekan batuk jg..dosis bisa diatur dan bisa dikombinasikan dlm obat racikan. Tergantung dr kondisi pasien masing2. Jadi dahak tetap keluar tp tidak tll ngikil.
Pasien2 yg dahaknya kental..selain kita memberikan mukolitik..pastikan jg bahwa pasien terhidrasi dgn baik. Krn kondisi dehidrasi bisa membuat kental sekret2 tubuh dan ingat komponen terbesar dahak adalah air. Seringkali kita melupakan hal ini.
Jika secara medikamentosa blm baik..atau disinyalir perlu penanganan yg lebih krn kondisi pasien..bisa kita tambahkan fisioterapi dada..terutama utk pasien2 dengan penurunan kesadaran dimana refleks batuk menurun..pemberian mukolitik saja bisa membuat dahak masuk ke saluran napas yg lebih distal dan bisa memperburuk kondisi.
Dan yg paling penting tetap mencari etiologi dr batuk nya ya..karena batuk hanyalah tanda dr suatu penyakit. 
Terima kasih..semoga membantu 😊 
26 Desember 2018, 11:41
Terimakasih infonya dok,  sangat bermanfaat. 
26 Desember 2018, 08:45
26 Desember 2018, 06:47
Halo..ikut share tentang batuk ya. Memang batuk itu termasuk salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dlm hal ini termasuk kuman dr saluran napas. Benda2 yg dinilai tidak seharusnya ada dalam saluran napas dgn mekanisme mucous clearence (yaitu diliputi dengan mukus kemudian digiring ke saluran napas atas oleh pergerakan silia) akan dibatukkan keluar. Jadi utk pemberian obat memang perlu diketahui penyebab dan karakteristik batuknya.
Dlm anamnesis kita harus memastikan batuknya kering atau berdahak. Hati2 pada pasien yg batuknya sebenarnya berdahak namun krn sulit mengeluarkan jadi bilangnya tidak ada dahak. Gali berulang2..cocokkan dengan PF dan arah etiologi penyakitnya..kalo bisa pas pasien batuk kita jg mendengar seperti apa batuknya. Seringkali bilangnya kering tp ternyata pas batuk grok2.
Utk batuk kering pemberian memang antitusif utk menekan..biasanya terjadi pada pasien2 yg alergi..atau terjadi hiperaktivitas bronkus. Walaupun jika radangnya berlebihan atau ditumpangi oleh infeksi bisa ada produksi mukus dan akhirnya berdahak jg.
Utk pasien yg berdahak..krn sbnrnya adalah mekanisme pertahanan tubuh..maka jangan serta merta kita tekan. Utk obat kita bisa berikan mukolitik dan atau ekspektoran. Tergantung dari sifat dahaknya..jika kental perlu kita beri mukolitik dulu supaya lbh mudah dikeluarkan. Jika dahak encer bisa hanya kita beri ekspektoran saja utk membantu mengeluarkan. Atau jk sudah diberi mukolitik tp sulit mengeluarkan bisa dikombinasi dgn ekspektoran. Benar..memang perlu kita edukasi ke pasien bahwa pemberian obat mukolitik bukan berarti kita menekan batuknya tp membantu supaya kotoran2 di dalam saluran napas keluar (gampangnya njelasinnya gitu). Jadi pasien tidak kaget kl dia akan msh batuk2 tp biasanya pernapasan jadi lebih lega krn dahak bisa keluar.
Jika batuk berdahak terlalu ngikil dan sangat mengganggu pasien..kadang kita meresepkan penekan batuk jg..dosis bisa diatur dan bisa dikombinasikan dlm obat racikan. Tergantung dr kondisi pasien masing2. Jadi dahak tetap keluar tp tidak tll ngikil.
Pasien2 yg dahaknya kental..selain kita memberikan mukolitik..pastikan jg bahwa pasien terhidrasi dgn baik. Krn kondisi dehidrasi bisa membuat kental sekret2 tubuh dan ingat komponen terbesar dahak adalah air. Seringkali kita melupakan hal ini.
Jika secara medikamentosa blm baik..atau disinyalir perlu penanganan yg lebih krn kondisi pasien..bisa kita tambahkan fisioterapi dada..terutama utk pasien2 dengan penurunan kesadaran dimana refleks batuk menurun..pemberian mukolitik saja bisa membuat dahak masuk ke saluran napas yg lebih distal dan bisa memperburuk kondisi.
Dan yg paling penting tetap mencari etiologi dr batuk nya ya..karena batuk hanyalah tanda dr suatu penyakit. 
Terima kasih..semoga membantu 😊 
Terimakasih ilmunya dok 😊