Suplementasi Vitamin D Dosis Tinggi dan Manfaatnya untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan

Oleh :
dr. Hunied Kautsar

Vitamin D erat hubungannya dengan kesehatan tulang, namun belum banyak yang menyadari bahwa vitamin D juga berperan dalam sistem imun tubuh, khususnya terhadap infeksi saluran pernapasan.

Sumber: spukkato, Depositphotos. Sumber: spukkato, Depositphotos.

Vitamin D dan Sistem Imun

  • Reseptor Vitamin D dan enzim 1α-hydroxylase, enzim yang diperlukan untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif, ditemukan di dalam sel-sel imun.[1]

  • Cara kerja vitamin D di dalam sistem imun adalah dengan mengurangi jumlah sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor α dan interleukin-12 sehingga menekan inflamasi yang terjadi.
  • Vitamin D juga menambah jumlah protein antimikrobial yang menghancurkan bakteri dan virus. [2]

Vitamin D dan Infeksi Saluran Pernafasan

  • Infeksi Saluran Pernafasan yang paling umum adalah batuk pilek yang disebabkan oleh rhinovirus.
  • Berdasarkan studi meta analisis, orang yang menderita infeksi saluran pernafasan cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. [3]

  • Penelitian menyatakan bahwa bayi yang baru lahir dan memiliki kadar vitamin D rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi saluran nafas di tahun pertama hidupnya jika dibandingkan dengan bayi yang memiliki kadar vitamin D cukup. [4]

  • Kadar vitamin D pada bayi yang baru lahir bergantung pada kadar vitamin D ibu saat mengandung.
  • Di negara-negara yang memiliki empat musim, infeksi saluran pernafasan, terutama batuk pilek (common cold), paling banyak terjadi ketika musim dingin. Selama musim dingin, kadar vitamin D menurun karena paparan terhadap sinar matahari yang berkurang. Peneliti menarik kesimpulan bahwa menurunnya kadar vitamin D berpengaruh terhadap meningkatnya kejadian batuk pilek. [5]

  • Penelitian mengenai asupan tambahan vitamin D dalam dosis tinggi untuk mencegah infeksi saluran pernafasan pada anak-anak maupun orang dewasa memiliki hasil yang beragam.
  • Hasil dari penelitian di Swedia tahun 2012 menyatakan bahwa tambahan asupan vitamin D sebanyak 4000 IU (International Unit) per hari selama satu tahun dapat membantu mencegah infeksi saluran pernafasan pada orang dewasa. [6]

  • Penelitian pada anak-anak dengan defisiensi vitamin D di Mongolia tahun 2012 menunjukkan bahwa grup yang menerima tambahan asupan vitamin D sebanyak 300 IU per hari selama 3 bulan memiliki resiko infeksi saluran pernafasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. [7]

  • Penelitian pada orang dewasa di New Zealand tahun 2012 menunjukkan hasil yang berbeda. Asupan tambahan vitamin D sebanyak 200.000 IU pada bulan pertama dan kedua kemudian dilanjutkan dengan 100.000 IU setiap bulan untuk 18 bulan. Hasil dari penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara grup perlakuan dengan grup kontrol. [8]

  • Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai peran asupan tambahan vitamin D dosis tinggi dalam mencegah infeksi saluran pernafasan.

Rekomendasi Asupan Vitamin D

  • Vitamin D secara alami terkandung dalam makanan sehari-hari seperti ikan, keju, kuning telur dan makanan yang diperkaya dengan vitamin D seperti sereal, jus jeruk kemasan atau oatmeal.
  • Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang mencukupi kebutuhan per hari, salah satu makanan yang dapat dikonsumsi adalah 170 gram ikan salmon (mengandung 600 IU vitamin D atau setara dengan 15 mcg).
  • Vitamin D dosis tinggi juga dapat diperoleh melalui suplemen vitamin D.
  • Upper Intake Level vitamin D yang berlaku di Amerika (dikeluarkan oleh Food and Nutrition Board) dan Eropa (dikeluarkan oleh European Commission Scientific Committee on Food) adalah 2000 IU/hari

  • Untuk rekomendasi asupan vitamin D perhari di Indonesia, dapat dilihat pada Tabel 1.

Jenis Kelamin Usia Asupan vitamin D perhari (mcg)*
Laki-laki dan perempuan 0-6 bulan 5
7-11 bulan 5
1-3 tahun 15
4-6 tahun 15
7-9 tahun 15
Laki-laki 10-12 tahun 15
13-15 tahun 15
16-18 tahun 15
19-29 tahun 15
30-49 tahun 15
50-64 tahun 15
65-80 tahun 20
>80 tahun 20
Perempuan 10-12 tahun 15
13-15 tahun 15
16-18 tahun 15
19-29 tahun 15
30-49 tahun 15
50-64 tahun 15
65-80 tahun 20
>80 tahun 20
Ibu Hamil (tergantung usia Ibu) Trimester 1 +0
Trimester 2 +0
Trimester 3 +0
Ibu Menyusui (tergantung usia Ibu) 6 bulan pertama +0
6 bulan kedua +0

Tabel 1. Rekomendasi Asupan Vitamin D Perhari berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) bagi Bangsa Indonesia

*Dalam beragam jurnal, vitamin D sering diukur dengan menggunakan satuan IU (International Unit). Konversi unit dari IU ke mcg bergantung pada konsentrasi dari setiap zat. Untuk vitamin D, 1 IU sama dengan 0,025 mcg.

Efek Samping dari Konsumsi Vitamin D Dosis Tinggi dalam Jangka Panjang

  • Kadar vitamin D dalam darah yang sangat tinggi akibat dosis vitamin D yang terlalu tinggi dan berujung pada rasa lelah yang berkepanjangan (fatigue), mual, muntah dan slurred speech.
  • Kadar kalsium dalam darah meningkat (hiperkalsemia) yang menyebabkan gangguan pencernaan, pusing, rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil.
  • Mual, muntah dan nafsu makan berkurang.
  • Nyeri perut, konstipasi atau diare.
  • Pengeroposan tulang akibat kadar vitamin K2 yang menurun. Vitamin K2 memiliki peran penting untuk menjaga kalsium tetap berada di dalam tulang. Kelebihan vitamin D menyebabkan turunnya kadar vitamin K2. [9]

  • Gagal ginjal

Konsumsi Vitamin D Dosis Tinggi Untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernafasan pada Ibu Hamil

  • Tidak ada penelitian yang menyatakan manfaat vitamin D dosis tinggi untuk mencegah infeksi saluran pernafasan bagi ibu hamil atau menyusui.
  • Untuk mencegah infeksi saluran pernafasan pada ibu hamil atau menyusui, asupan vitamin D tambahan diutamakan yang berasal dari sumber alami seperti ikan, kuning telur dan keju.
  • Asupan vitamin D bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak melebihi Tolerable Upper Intake Level (UL) bagi orang dewasa (usia 19 tahun keatas) dalam satu hari, yakni tidak melebihi 2000 IU atau 50 mcg per hari.

Referensi