Rasionalitas Steroid pada Influenza - Diskusi Dokter

general_alomedika

Saya sering melihat para dokter meresepkan steroid pada pasien influenza. Saya ingin menanyakan apakah hal ini ada dasar argumentasinya? Mengingat seringkali...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Rasionalitas Steroid pada Influenza

    04 Februari 2019, 15:37

    Saya sering melihat para dokter meresepkan steroid pada pasien influenza. Saya ingin menanyakan apakah hal ini ada dasar argumentasinya? Mengingat seringkali keluhan influenza berkembang menjadi lebih buruk pada banyak pasien yang datang ke saya. Terimakasih

04 Februari 2019, 15:53
Alo Dokter,

Dari yang saya baca, penggunaan steroid pada pasien influenza tidak berpengaruh signifikan dibanding terapi tanpa steroid. 

Untuk dasar pertimbangan mengapa diberikan oleh dokter saya sendiri kurang paham dok, mungkin karena ada indikasi selain influenzanya yang akhirnya membuat dokter meresepkan. Misalnya saja pasien datang dengan keluhan radang tenggorokan juga, ada kemungkinan dokternya memberi steroid untuk itu.

Berikut link artikel yang saya baca mengenai pemberian steroid di kasus influenza dok:

https://www.cochrane.org/CD010406/ARI_steroids-treatment-influenza

Semoga bermanfaat.. cmiiw
04 Februari 2019, 16:58
Saya sangat jarang memberikan steroid pada influensa...kecuali kalau dilihat ada tanda2 peradangan seperti konka yg membesar atau ada tonsilitis ataupun faringitis...
04 Februari 2019, 17:37
Alo dokter,

Memang pemakaian steroid untuk influenza ada pro dan kontranya mengingat penyebab utama CC biasanya kan Rhinovirus. Kalau ingin mengetahui pro terhadap steroid bisa melalui jurnal  www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2807390/ ini dok. 

Tapi kalau data terbaru bisa dilihat di jurnal www.mdedge.com/jcomjournal/article/149745/pulmonology/oral-corticosteroids-acute-lower-respiratory-infection-are-we

Kalau opini pribadi, biasanya dilihat dulu pemeriksaan fisik pasien. Bila ingin memberi steroid, mungkin dipertimbangkan golongannya yang tidak terlalu kuat dan dosis rendah serta dalam jangka waktu pendek, misalkan metilprednison 4 mg 2x1 tablet dalam 3 hari.
05 Februari 2019, 13:50
Sangat bermanfaat infonya Dok. 
13 Maret 2019, 20:14

sangat bermanfaat dok, saya juga sering menemui kasus seperti ini.

14 Maret 2019, 17:53
Lengkap sekali. Terimakasih dok
04 Februari 2019, 17:51
Dari referensi yang saya baca, steroid memang sudah diteliti terkait penggunaannya pada common cold docs, tetapi tidak memberikan keuntungan dan perbaikan yang signifikan. CMIIW
04 Februari 2019, 21:21
04 Februari 2019, 17:37
Alo dokter,

Memang pemakaian steroid untuk influenza ada pro dan kontranya mengingat penyebab utama CC biasanya kan Rhinovirus. Kalau ingin mengetahui pro terhadap steroid bisa melalui jurnal  www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2807390/ ini dok. 

Tapi kalau data terbaru bisa dilihat di jurnal www.mdedge.com/jcomjournal/article/149745/pulmonology/oral-corticosteroids-acute-lower-respiratory-infection-are-we

Kalau opini pribadi, biasanya dilihat dulu pemeriksaan fisik pasien. Bila ingin memberi steroid, mungkin dipertimbangkan golongannya yang tidak terlalu kuat dan dosis rendah serta dalam jangka waktu pendek, misalkan metilprednison 4 mg 2x1 tablet dalam 3 hari.
Terimakasih info updatenya dok
Saya tidak setuju semua influenza diberikan steroid karena berbagai pertimbangan
04 Februari 2019, 21:25
Bisa dijelaskan dok dari bidang keilmuan THT kenapa tidak setujunya?
14 Maret 2019, 17:53
Iyaa dok, mohon penjelasannya
13 Maret 2019, 23:03
Alo dokter, 

Sy jg tidak setuju SEMUA kasus influenza diberikan steroid. 

Kita telaah lg dari segi terminologi dan definisi. Mnrt EPOS 2012, definisi akut rinosinusitis pada dewasa adalah awitan mendadak 2 atau lebih gejala, slah satunya adalah hidung tersumbat/mampet/hidung terasa penuh atau hidung beringus (anterior/posterior nasal drip):
Disertai dengan gejala

/− nyeri wajah/wajah terasa seperti penuh
/− gangguan penghidu (kesulitan mencium bau tertentu)

Selama kurang dari 12 minggu. Terdapat masa jeda dimana pasien terbebas dari segala gejala, bila terdapat rekurensi. Akut rinosinusitis berubah menjadi kronik ketika gejala persisten selama lebih dari 3 bulan. 

Pada anak, akut rinosinusitis adalah awitan mendadak 2 atau lebih dari gejala:
hidung tersumbat/mampet/hidung terasa penuh atau lendir dalam hidung yang berubah warna atau batuk (siang dan malam)

Sedangkan utk common cold atau yg sering org awam sebut sebagai flu/influenza, memiliki durasi gejala tersebut kurang dari 10 hari. Apabila gejala memburuk dalam waktu lebih dari 5 hari dan persisten lebih dari 10 hari, namun kurang dari 12 minggu maka hal ini tergolong post viral akut rinosinusitis. Akut rinosinusitis bakterialis adalah apabila didapati setidaknya 3 gejala dari:
- discolored discharge (unilateral predominance);
- severe local pain (unilateral predominance);
- fever, >38°C;
- elevated inflammatory markers (CRP); and
- 'double sickening’ whereby the patient’s condition deteriorates.

Dari definisi tersebut (bisa juga lihat diagram), maka rekomendasi terapi adalah simtomatis utk semua jenis akut rinosinusitis, khusus pd akut bakterialis terdapat indikasi menggunakan antibiotik. Terapi simtomatis terkadang ada yg menggunakan steroid, lebih seringnya topikal (nasal spray) utk membantu meredakan radang pada rongga hidung dan sinus paranasal. 

14 Maret 2019, 11:43
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. 
14 Maret 2019, 19:09
Terima kasih dok atas ilmunya 🙏🙏
13 Maret 2019, 23:11
Melanjutkan dari sebelumnya,

Lain halnya apabila radang akut terjadi bersamaan atau tumpang tindih dengan radang akut pada struktur tenggorok, baik faring atau tonsil dan lainnya. 

Beberapa meta analisa menyebutkan penggunaan antibiotik yg dikombinasikan dgn kortikosteroid pada kasus akut faringitis, mempercepat masa penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri.

Berikut salah satu jurnalnya
Corticosteroids for sore throat: a clinical practice guidelineBMJ 2017; 358 doi: https://doi.org/10.1136/bmj.j4090 (Published 20 September 2017)

Steroids as adjuvant treatment of sore throat in acute bacterial pharyngitis
Simon C. Schams and Ran D. Goldman, MD FRCPC

Corticosteroids for a sore throat?
Keri Bergeson, MD, Nina Rogers, MD, and Shailendra Prasad, MBBS, MPH


Jadi mgkn saja pasien2 yg datang kembali ke TS sblmnya mendpt steroid krn pd saat berobat pertama, terdpt gejala dan tanda radang tenggorok yg tumpang tindih dgn gejala common cold. 

Sebaiknya penggunaan steroid dilakukan dgn mekanisme tappering off, untuk mengurangi kemungkinan efek samping takifilaksis. Pengunaan antibiotik jg sebaiknua lebih bijaksana. Semua kembali ke patofisiologi. 

Semoga bermanfaat 
14 Maret 2019, 06:16
Makasih banyak dok dengan infonya.. steroid mmg penuh kontroversi.. saya sendiri memberikannya hanya pada masalah THT yg melibatkan tenggorokan dan diberi pada jangka pendek.. dan jujur outcomenya lmyn bagus pada pasien karna memperpendek masa akut penyakit..
14 Maret 2019, 11:14

Wah terimakasih banyak dok, sangat bermanfaat ilmunya.

14 Maret 2019, 16:54
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Terimakasih atas ilmunya dok 🙏🙏
14 Maret 2019, 17:39
Terima kasih banyak ya dok sharing ilmunya, bermanfaat sekali dokter😊
15 Maret 2019, 05:35
Thanks infonya dok
14 Maret 2019, 15:12
Melanjutkan dari sebelumnya,

Lain halnya apabila radang akut terjadi bersamaan atau tumpang tindih dengan radang akut pada struktur tenggorok, baik faring atau tonsil dan lainnya. 

Beberapa meta analisa menyebutkan penggunaan antibiotik yg dikombinasikan dgn kortikosteroid pada kasus akut faringitis, mempercepat masa penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri.

Berikut salah satu jurnalnya
Corticosteroids for sore throat: a clinical practice guidelineBMJ 2017; 358 doi: https://doi.org/10.1136/bmj.j4090 (Published 20 September 2017)

Steroids as adjuvant treatment of sore throat in acute bacterial pharyngitis
Simon C. Schams and Ran D. Goldman, MD FRCPC

Corticosteroids for a sore throat?
Keri Bergeson, MD, Nina Rogers, MD, and Shailendra Prasad, MBBS, MPH


Jadi mgkn saja pasien2 yg datang kembali ke TS sblmnya mendpt steroid krn pd saat berobat pertama, terdpt gejala dan tanda radang tenggorok yg tumpang tindih dgn gejala common cold. 

Sebaiknya penggunaan steroid dilakukan dgn mekanisme tappering off, untuk mengurangi kemungkinan efek samping takifilaksis. Pengunaan antibiotik jg sebaiknua lebih bijaksana. Semua kembali ke patofisiologi. 

Semoga bermanfaat 
Terimakkasih tambahan ilmu nya dok. Sangat bermanfaat🙏🙏