robek ujung hidung: kompetensi dokter umum kah? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dok, mohon konsulSaya sebagai dokter di pkm, mendapat bapak ini datang ke pkm pasca pemukulan/pengeroyokan oleh orang2 (katanya sih mabuk) dan datang ke...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • robek ujung hidung: kompetensi dokter umum kah?

    23 Januari 2019, 12:35

    Alo dok, mohon konsul

    Saya sebagai dokter di pkm, mendapat bapak ini datang ke pkm pasca pemukulan/pengeroyokan oleh orang2 (katanya sih mabuk) dan datang ke pkm dengan keluhan hidung berdarah. Setelah saya lihat, sudah kondisi seperti ini, dimana ujung kulit hidung lepas dari tulang rawan ujung hidung. Perdarahan tidak aktif. Yg ingin saya tanyakan, apakah jahit bagian ini merupakan kompetensi dokter umum? 

    Kondisi rsud memiliki dokter bedah umum. Jarak ke rsud sendiri 2 jam perjalanan dengan jalan berlubang dan jurang. Jadi pasien agak berat dan malas 

23 Januari 2019, 12:41
Kompetensi dokter umum dalam bidang bedah salah satunya basic surgical skill. Jika dirasa dokter yang menangani mempunyai kemampuan itu maka diperbolehkan melakukan ditindakan hecting, tapi kalau ragu lebih baik dilakukan wound toilet dan pemberian medika mentosa, lalu tutup luka dengan kassa steril dan rujuk, tapi kalau ada tanda-tanda kegawatan seperti perdarahan yang menyebabkan syok hipovolemia sebaiknya ditangani terlebih dahulu dan pastikan pasien dalam kondisi yang aman saat dirujuk
23 Januari 2019, 18:32
Thx atas pendapatnya dok
23 Januari 2019, 12:45
Dg kondisi merujuk perjalanan sperti itu, sy rasa cukup lakukan tindakan hecting dan kontrol perdarahan di pkm Dokter ya 😊

Tindak lanjutnya serahkan pada pasien untuk memilih, namun beri penjelasan dan arahan untuk dilakukan foto rongent dan rujukan ke dokter spesialis bedah  😊
23 Januari 2019, 18:32
Thx dok atas pendapatnya.
23 Januari 2019, 13:02
dr.Nova Primadina Sp.BP-RE
dr.Nova Primadina Sp.BP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Saran saya sebaiknya dirujuk dengan melakukan wound toilet atau perawatan luka sesuai standart terlebih dahulu, jika ada bleeding aktif coba dihentikan dengan bebat tekan atau kompres kasa adrenalin,  lalu oleskan salep antibiotik di bagian lukanya dan tutup dengan kasa NaCl  lembab lalu kemudian dirujuk ke dr.spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah plastik terdekat..karena jika luka terbukanya mengenai cartilage atau bahkan ada kemungkinan disertai fraktur nasal sebaiknya rekonstrksinya dilakukan oleh kedua dokter tersebut
23 Januari 2019, 13:14
Sangat bermanfaat infonya Dok. 
23 Januari 2019, 18:40
Baik dok, terima kasih atas masukannya.
23 Januari 2019, 13:44
Terimakasih informasinya dr. Nova. Sesuai Saran dokter penanganan lanjutan dari TS bedah dan atau bedah plastik memang kelihatannya sangat diperlukan. Dalam Adrian penanganan pasien ini sebenarnya bukan lagi kompetensi dokter umum. CMIIW

Alodok Fakrocev😊 Selanjutnya jika membaca keterangan dari dr. Fakrocev dimana pasien merasa berat dan malas untuk dilakukan rujukan ke RSUD, sekedar mengingatkan dokter untuk memberikan inform concern pada pasien terkait beberapa kemungkinan yang disebutkan Dr. Nova,Sp.BP. Dan juga meminta pasien Dan keluarga  menandatangani form penolakan tindakan berupa penolakan rujukan. Terimakasih dok😊
23 Januari 2019, 18:48
Ya dok, terima kasih atas sarannya. Mmng informed consent dan edukasi sudah jadi makanan GP sehari2. Sudah diingatkan dan hingga sekarang, bapak itu pun tidak pernah terlihat kembali ke pkm. 
23 Januari 2019, 19:30
Untuk kondisi didaerah seringkali memang pasien acuh bahkan untuk datang kontrol guna perawatan luka pun pasien bisa saja abai.semoga pasien ini kondisinya baik dan penanganan yang telah dilakukan bisa mendapat hasil yang maksimal 👍
23 Januari 2019, 14:00
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alodoc!
Dari gambar tampak adanya suatu avulsi dari septum nasi. Dalam konteks perihal kompetensi, tentunya kondisi ini bukan merupakan kompetensi dokter umum. Dokter yg berkompeten yaitu dokter bedah umum, THT dan bedah plastik. Hal ini terkait selain dalam hal penatalaksanaan awal tindakan operatif nya, namun juga perihal bilamana terjadi komplikasi di masa yg akan datang. Oleh karena itu, seorang dokter spesialis yg kompeten akan bisa menangani kondisi saat ini hingga ada tidaknya kmgknan komplikasi lanjutannya. Sebaiknya pasien tsb di edukasi kembali ttg kemungkinan komplikasi yg bs terjadi, dan bila pasien tetap menolak, maka harus tertuang dalam surat penolakan tindakan, dan menyetujui agar tindakan nya dilakukan oleh dokter umum saja yg juga harus tertulis diatas catatan medik.
Semoga bermanfaat! 
23 Januari 2019, 14:43
Terima kasih info nya dok
23 Januari 2019, 18:55
Ya dok, maaf jika deskripsi saya tidak lengkap dan kurang mengvisualisasikan luka dok. Ya memang ada avulsi dok dan tampak robek di tulang kartilago tsb. Makanya saya awalnya ragu apakah diperbolehkan saya jahit atau tidak, berhubung darah tidak aktif, maka untuk kondisi yg mengancam nyawa saat itu sudah tidak ada dan akhirnya saya merujuk ke RSUD via rawat jalan dengan modal nekat ntah sesuai SOP atau tidak. Thx dok, atas pendapatnya
23 Januari 2019, 19:12
Alodoc
Penjelasan dari teman2 sudah cukup jelas ya. Namun, tetap jadi catatan bahwa setiap luka trauma di regio wajah harus dipertimbangkan juga apakah ada cedera intrakranial yg menyertai. Jangan terlalu sibuk menangani luka robek yg ada, tapi kita tidak memperhitungkan bahwa penderita juga mengalami cedera kepala. Apalagi dengan riwayat pengeroyokan dan mabuk. 

Semoga bermanfaat. 
23 Januari 2019, 19:35
Terimakasih dr. Rudi, benar dok, dalam situasi seperti ini dimana kondisi pasien mabuk, penilaian GCS yang sangat penting dalam penentuan kesadaran dan tipe cedera kepalanya, menjadi sulit dilakukan. 
Mungkin sebaiknya pasien dibawah pengaruh alkohol seperti ini kita lakukan observasi di IGD hingga kesadaran pulih sebelum akhirnya memutuskan memulangkan ya dok.
23 Januari 2019, 23:33
Benar dr.Maqfirah. Tindakan repair definitif dapat dikerjakan bila pasien sudah sadar penuh, bebas dari pengaruh alcohol, dan tidak ada tanda2 peningkatan tekanan intrakranial (mual, muntah, nyeri kepala berat, penurunan GCS >2) selama observasi/ perawatan di IGD/ ruang rawat inap.

Semoga bermanfaat. 
24 Januari 2019, 07:43
Ya dok, terima kasih atas masukannya
24 Januari 2019, 10:38
Baik terimakasih advicenya dok. 
24 Januari 2019, 11:02
Maaf Dok, sedikit melanjutkan diskusi, dokter pada saat itu akhirnya memutuskan untuk merujuk pasien dengan status rawat jalan (setelah memastikan kondisi gawat daruratnya tidak ada), 

Seandainya dalam situasi ini, setelah mendapat surat rujukan, pasien memutuskan untuk tidak  melanjutkan rujukan ke RS, dan membiarkan saja kondisi luka. Kira kira menurut TS bedah, Bedah plastik, Dan THT seperti apa komplikasi yang mungkin terjadi dok? Mohon tanggapannya, karena pengalaman saya pasien dalam kondisi ini sangat mungkin untuk memilih membiarkan saja kondisinya dan tidak mengikuti anjuran yang diberikan. terimakasih.
24 Januari 2019, 13:47
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alodoc!
Komplikasi yg bisa terjadi dibagi menjadi komplikasi dini dan lanjut. 
Komplikasi dini bisa berupa infeksi, perdarahan berulang, nyeri, dll
Sementara komplikasi lanjut yg bisa terjadi yaitu adanya deformitas bentuk hidung, delayed wound healing. 
Semoga membantu! 
24 Januari 2019, 13:47
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alodoc!
Komplikasi yg bisa terjadi dibagi menjadi komplikasi dini dan lanjut. 
Komplikasi dini bisa berupa infeksi, perdarahan berulang, nyeri, dll
Sementara komplikasi lanjut yg bisa terjadi yaitu adanya deformitas bentuk hidung, delayed wound healing. 
Semoga membantu! 
24 Januari 2019, 14:06
Terimakasih responnya dr.David.