Pilihan Antihipertensi di FKTP - Diskusi Dokter

general_alomedika

alo docs :)ijin sharing sekaligus bertanya mengenai terapi antihipertensi yang optimal di FKTP.yang saya dapat,berdasarkan JNC-8, dalam hal pencegahan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pilihan Antihipertensi di FKTP

    20 April 2019, 09:39

    alo docs :)


    ijin sharing sekaligus bertanya mengenai terapi antihipertensi yang optimal di FKTP.


    yang saya dapat,


    berdasarkan JNC-8, dalam hal pencegahan komplikasi menjadi gagal jantung, pilihan pengobatan inisial utk HT esensial yang disarankan, sesuai dengan urutan, adalah diuretik tipe tiazid, ACEI dan CCB.


    sedangkan berdasarkan American Diabetic Association (ADA) merekomendasikan obat golongan ACEI atau ARB pada pasien dengan nefropati diabetikum. Lebih dalam lagi, ADA merekomendasikan penggunaan ACEI pada diabetes mellitus tipe 1 dan ARB pada diabetes mellitus tipe 2.


    pertanyaan saya, pasien laki2 usia 60 th, dengan HT gr 2 dengan DM tipe 2, (tanpa riwayat kardiovaskular atau nefropati sebelumnya) mendapat terapi :

    HCT 25mg 1X1 dan amlodipin 10 mg 1x1

    (di FKTP tidak ada ARB dan pasien batuk setelah konsumsi ACE-i). apakah terapi ini sudah cukup optimal? terutama dalam hal pencegahan komplikasi baik kardiovaskular maupun utk nefropati?


    terimakasih sebelumnya πŸ˜‡πŸ™

20 April 2019, 12:33
Dalam tatalaksana hipertensi dgn komorbid DM baik single antiHT ataupun kombinasi selalu lebih direkomendasikan penggunaan golongan angiotensin blocker spt ACE inhibitor ataupun ARB karena outcome yg lebih baik dan pencegahan target organ damage yg lebih baik. Perlu dievaluasi apakah memang batuk merupakan efek samping dari obat ACE-inh yg digunakan atau sebab lain karena kausa batuk seringkali multifaktorial.
20 April 2019, 14:23
siap dokter Riko. terimakasih banyak atas masukannya πŸ˜ŠπŸ™
20 April 2019, 14:34
Apakah jika tekanan darah ny sdh normal di kisaran 120/80 sampai 130/80 dlm kurun waktu 3 bulan, ttp harus rutin konsumsi ACE-I atau ARB dok?
Terimakasih πŸ˜‡πŸ™
21 April 2019, 14:00
Terimakasih atas infonya Dok. πŸ™
22 April 2019, 11:03
Terimakasih  infonya dok..
20 April 2019, 13:03
20 April 2019, 09:39

alo docs :)


ijin sharing sekaligus bertanya mengenai terapi antihipertensi yang optimal di FKTP.


yang saya dapat,


berdasarkan JNC-8, dalam hal pencegahan komplikasi menjadi gagal jantung, pilihan pengobatan inisial utk HT esensial yang disarankan, sesuai dengan urutan, adalah diuretik tipe tiazid, ACEI dan CCB.


sedangkan berdasarkan American Diabetic Association (ADA) merekomendasikan obat golongan ACEI atau ARB pada pasien dengan nefropati diabetikum. Lebih dalam lagi, ADA merekomendasikan penggunaan ACEI pada diabetes mellitus tipe 1 dan ARB pada diabetes mellitus tipe 2.


pertanyaan saya, pasien laki2 usia 60 th, dengan HT gr 2 dengan DM tipe 2, (tanpa riwayat kardiovaskular atau nefropati sebelumnya) mendapat terapi :

HCT 25mg 1X1 dan amlodipin 10 mg 1x1

(di FKTP tidak ada ARB dan pasien batuk setelah konsumsi ACE-i). apakah terapi ini sudah cukup optimal? terutama dalam hal pencegahan komplikasi baik kardiovaskular maupun utk nefropati?


terimakasih sebelumnya πŸ˜‡πŸ™

Alo dokter

IMHO Untuk FKTP mungkin lebih ditekankan juga pada edukasi pasien HT dengan DM2 pada pengobatan non-farmakologis selain terapi farmakologi.
Edukasi seperti kontrol berat badan bila overweight/obese, karena dapat menurunkan 1mmHg/kg.
Pengurangan intake garam juga berperan penting termasuk dalam diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) yang juga dapat mengontrol kadar gula darah pasien DM2 seperti perbanyak konsumsi buah dan sayuran dapat menurunkan juga tekanan darah 7/5 mmHg sampai 11/6 mmHg, olah raga olah fisik yang teratur seperti berjalan kaki selama 20menit dalam sehari sangat cocok  pada pasien usia 60th ini dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik sekitar 2-3 mmHg (kombinasi exercise dan diet sehat dapat  menurunkan sebesar 5-6mmHg) dan dibantu dengan terapi farmakologis.
(Data dari Xin X,et al 2001 Hypertension,38, 1112-1117).
Salam.
20 April 2019, 14:23
siap dok. terimakasih banyak dr. Anton atas masukannya πŸ˜ŠπŸ™
22 April 2019, 06:41
terimakasih dokter atas sharingnya πŸ™
22 April 2019, 10:51
Setuju dokter
22 April 2019, 10:51
Setuju dokter
23 April 2019, 00:48
Terima kasih untuk informasinya dok. 
20 April 2019, 13:04
Dalam tatalaksana hipertensi dgn komorbid DM baik single antiHT ataupun kombinasi selalu lebih direkomendasikan penggunaan golongan angiotensin blocker spt ACE inhibitor ataupun ARB karena outcome yg lebih baik dan pencegahan target organ damage yg lebih baik. Perlu dievaluasi apakah memang batuk merupakan efek samping dari obat ACE-inh yg digunakan atau sebab lain karena kausa batuk seringkali multifaktorial.
Setuju dok
20 April 2019, 17:03
Dalam tatalaksana hipertensi dgn komorbid DM baik single antiHT ataupun kombinasi selalu lebih direkomendasikan penggunaan golongan angiotensin blocker spt ACE inhibitor ataupun ARB karena outcome yg lebih baik dan pencegahan target organ damage yg lebih baik. Perlu dievaluasi apakah memang batuk merupakan efek samping dari obat ACE-inh yg digunakan atau sebab lain karena kausa batuk seringkali multifaktorial.
Setuju dokter
20 April 2019, 19:30
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Alo dokter

IMHO Untuk FKTP mungkin lebih ditekankan juga pada edukasi pasien HT dengan DM2 pada pengobatan non-farmakologis selain terapi farmakologi.
Edukasi seperti kontrol berat badan bila overweight/obese, karena dapat menurunkan 1mmHg/kg.
Pengurangan intake garam juga berperan penting termasuk dalam diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) yang juga dapat mengontrol kadar gula darah pasien DM2 seperti perbanyak konsumsi buah dan sayuran dapat menurunkan juga tekanan darah 7/5 mmHg sampai 11/6 mmHg, olah raga olah fisik yang teratur seperti berjalan kaki selama 20menit dalam sehari sangat cocok  pada pasien usia 60th ini dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik sekitar 2-3 mmHg (kombinasi exercise dan diet sehat dapat  menurunkan sebesar 5-6mmHg) dan dibantu dengan terapi farmakologis.
(Data dari Xin X,et al 2001 Hypertension,38, 1112-1117).
Salam.
Setuju dok,
Justru di tata laksana non farmakologis sangat bermakna sekali dilakukan di layanan primer / fktp.
20 April 2019, 19:31
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dalam tatalaksana hipertensi dgn komorbid DM baik single antiHT ataupun kombinasi selalu lebih direkomendasikan penggunaan golongan angiotensin blocker spt ACE inhibitor ataupun ARB karena outcome yg lebih baik dan pencegahan target organ damage yg lebih baik. Perlu dievaluasi apakah memang batuk merupakan efek samping dari obat ACE-inh yg digunakan atau sebab lain karena kausa batuk seringkali multifaktorial.
Setuju
20 April 2019, 19:40
20 April 2019, 14:34
Apakah jika tekanan darah ny sdh normal di kisaran 120/80 sampai 130/80 dlm kurun waktu 3 bulan, ttp harus rutin konsumsi ACE-I atau ARB dok?
Terimakasih πŸ˜‡πŸ™
21 April 2019, 20:25
Dari pengalaman saya,membantu program lansia di FKTP,pada pasien usia lanjut,dalam kasus ini 60 thn sulit sekali menghentikan obat anti HT bila pasien sudah terbiasa dgn gaya hidup tertentu sebelumnya.
Disiplin gaya hidup sehat yg konsisten pada lansia dengan penyakit dan komorbid memang membantu menurunkan resiko ASCVD dan nefropati.

Tapi apakah perlu dipertimbangkan,faktor dimana mungkin di usia lbh muda,pasien bisa saja sudah HT,namun krn tdk melakukan general MCU rutin,tdk terdiagnosis..sehingga resiko ASCVD sebenarnya cukup tinggi?
22 April 2019, 22:48
20 April 2019, 19:40
Pada guidelines standard medical care ADA 2019 dalam algoritma tatalaksana hipertensi pasien dgn DM dikatakan apabila pasien hipertensi telah mencapai target TD yg diharapkan maka obat terus dilanjutkan sesuai dengan dosis terakhir yang dapat ditoleransi oleh pasien. Pada prinsipnya, penggunaan jangka panjang dari obat anti HT golongan ACE-inh/ARB bukan hanya menurunkan TD hingga mencapai target tetapi juga untuk mencegah kerusakan target organ lain yg merupakan komplikasi jangka panjang dari DM.
23 April 2019, 08:11
Terima kasih dok utk tanggapannya πŸ™
23 April 2019, 12:30
20 April 2019, 19:30
Setuju dok,
Justru di tata laksana non farmakologis sangat bermakna sekali dilakukan di layanan primer / fktp.
Setuju dok