Perawatan luka yang tepat untuk luka terbuka yang terjadi akibat eksisi lipoma di plantar pedis sinistra - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang dokter, ijin konsultasiSeorang laki2 berusia 17 tahun memiliki lipoma di plantar pedis sinistra, kemudian dieksisi di puskesmas. Lipomanya...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perawatan luka yang tepat untuk luka terbuka yang terjadi akibat eksisi lipoma di plantar pedis sinistra

    15 Januari 2020, 10:43

    Selamat siang dokter, ijin konsultasi


    Seorang laki2 berusia 17 tahun memiliki lipoma di plantar pedis sinistra, kemudian dieksisi di puskesmas. Lipomanya cukup besar dok ukurannya sekitar 3x4cm (saya tidak tahu persis karena operatornya bukan saya). Setelah dieksisi, dilakukan jahitan dalam dan luar, dengan pemberian obat asam mefenamat, cefixim, dan metronidazol.


    Pada hari ke 5, pasien datang namun ternyata jahitannya sudah lepas setengah, sedangkan setengahnya masih intak (foto 1). Ketika ditekan keluar banyak darah stolcell, dan perdarahan cukup aktif. Akhirnya jahitan dilepas semua dan dilakukan perawatan luka terbuka dengan tampon metronidazol.


    Perawatan terbuka dilakukan setiap hari hingga hari ke 8 (hari ini). Kondisi saat ini masih nyeri, pus minimal, perdarahan minimal. Luka saat ini berukuran panjang 3 cm, dengan kedalaman 1 cm.


    Mohon arahannya dokter untuk selanjutnya sampai kapan kira2 dilakukan perawatan terbuka ya, dan apakah sebaiknya dilakukan hekting kembali atau bagaimana ya dok? Terima kasih dokter ๐Ÿ™

15 Januari 2020, 11:49
Dokter maaf ingin bertanya kira-kira pertimbangannya apa ya dok perawatan luka dilakukan secara terbuka dengan kompres metronidazole? Mengingat pasien baru berusia 17 tahun. Berikut literatur yang mungkin dapat membantu dok:

https://www.who.int/surgery/publications/WoundManagement.pdf

Apabila dokter curiga terjadi delayed primary closure akibat luka yang kurang bersih, menurut literature ini dokter dapat melakukan perawatan luka terbuka selama 5-10 hari kemudian dijahit tertutp untuk menurunkan resiko infeksi.
Sumber: https://www.medscape.com/answers/194018-103806/what-is-delayed-primary-closure-wound-healing
15 Januari 2020, 11:58
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Alo dokter! Ikutan diskusinya ya. Mengingat lokasi luka di plantar pedis yg tentunya adalah daerah yg kotor dan sulit dibersihkan, ini dapat menjadi dasar untuk membiarkan luka terbuka untuk sembuh dengan secondary intention. Apalagi melihat luka saat ini terlihat bersih dan menunjukkan tanda pemulihan.

Jika memang ingin menutup luka, sebaiknya sih dilakukan di ruang operasi oleh dokter bedah, karena luka perlu didebridement. Selain itu, pasien juga tidak boleh menapak menggunakan kaki tersebut sampai lukanya pulih. Pertimbangan-pertimbangan ini perlu dikomunikasikan dengan pasien.

Mungkin ada TS bedah yang bisa memberikan pendapat?

15 Januari 2020, 14:10
Makasiii bnyak dok , sangat membantu๐Ÿ™
15 Januari 2020, 14:29
Terima kasih atas masukannya dr Rara ๐Ÿ™ sebenarnya ini bukan pasien saya tapi saya jadi ikut penasaran, sepertinya salah satu alasannya karena kemarin setelah dilakukan primary suturing, di hari ke 5 jahitan terlepas dan kulit tidak menyatu, disertai keluarnya pus, sehingga diputuskan untuk dirawat terbuka dulu.

Terima kasih atas masukannya dr Andre ๐Ÿ™
17 Januari 2020, 08:33
Menurut pengalaman sy mengenai luka infeksi memang perawatan terbuka bisa dilakukan utk tujuan drainage pus, tentunya tindakan debridement luka dilakukan juga sebelum perawatan terbuka. Ketika status dan indikator infeksi sdh selesai, penutupan primer bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka dan lbh menimimalkan jaringan parut yg terbentuk setelah luka sembuh
17 Januari 2020, 09:14
Terima kasih atas masukannya dokter ๐Ÿ™
17 Januari 2020, 09:20
Luka jahitan yg terinfeksi sebaiknya dirawat terbuka untuk irigasi pus dan mencegah berkembangbiaknya kuman anaerob. Dengan demikian akan terjadi secondary wound healing
17 Januari 2020, 14:54
Baik dokter terima kasih atas masukannya ๐Ÿ™
17 Januari 2020, 22:34
Sampai tumbuh granulasi dok, penyembuhan secara sekunder
Atau
Bila ingin cepat, pemakaian NPWT - negative pressure wound toilet.
Semoga bermanfaat
Salam.
18 Januari 2020, 09:28
Iya dok kemarin saya sempat baca juga ada metode tersebut, ini sedang mencoba diaplikasikan dokter, terima kasih atas masukannya dok ๐Ÿ™
18 Januari 2020, 20:48
Alo dok.

Dari fotonya kesan pus -, exudate minimal, slough -, necrotic -

Jadi sudah siap ditutup primer dengan refreshening tepi luka dan debridement yang baik. Itu dulu dijahit pake cat gut ya untuk dalamnya? Jadi dehisens? 

Jahit berikutnya sebaiknya pakai Polyglactin 3
0/4.0 untuk jahitan dalam (yang mereknya ada Cryl di belakangnya. Ada beberapa produk). Kulit dengan monofilamen non absorable e.g. Nylon atau Polypropilane. 4.0.

Terima kasih.

18 Januari 2020, 21:17
Benar dokter, kemarin sudah direncanakan untuk rehecting namun pasien menolak ternyata, jadinya dirawat sebisanya dok ๐Ÿ˜„

Benar dokter untuk jahitan dalam dengan menggunakan catgut, kemudian dehisensi dan produksi pus lumayan banyak sehingga diputuskan untuk rawat terbuka.

Terima kasih atas masukannya dokter ๐Ÿ™
18 Januari 2020, 20:48
Alo dok.

Dari fotonya kesan pus -, exudate minimal, slough -, necrotic -

Jadi sudah siap ditutup primer dengan refreshening tepi luka dan debridement yang baik. Itu dulu dijahit pake cat gut ya untuk dalamnya? Jadi dehisens? 

Jahit berikutnya sebaiknya pakai Polyglactin 3
0/4.0 untuk jahitan dalam (yang mereknya ada Cryl di belakangnya. Ada beberapa produk). Kulit dengan monofilamen non absorable e.g. Nylon atau Polypropilane. 4.0.

Terima kasih.

18 Januari 2020, 21:33
18 Januari 2020, 21:17
Benar dokter, kemarin sudah direncanakan untuk rehecting namun pasien menolak ternyata, jadinya dirawat sebisanya dok ๐Ÿ˜„

Benar dokter untuk jahitan dalam dengan menggunakan catgut, kemudian dehisensi dan produksi pus lumayan banyak sehingga diputuskan untuk rawat terbuka.

Terima kasih atas masukannya dokter ๐Ÿ™
Dehisens iatrogenic kali ya. Mungkin perlu diingat wound tensille support cat gut cuma 7-10 hari, artinya sebelum luka di kaki bertaut sempurna, catgut sudah kehilangan tensile support jadinya dehisens.

Bisa jadi pembelajaran, jangan karena di Puskesmas dan mungkin absorbable di Puskesmas hanya ada catgut, jadi excuse untuk sub standard. Edukasi ulang untuk pemakaian benang yang tensile support lebih panjang. Karena di kaki, lepas jahitan di Hari 10-14 dengan tentunya dievaluasi sebelum lepas jahitan.
Do you best... ๐Ÿ˜Ž

Perawatan luka, sesuai problem luka. 
Kalau basah dikasih absorbent, kalau kering di kasih hydrogel, dan kalau sudah moist dipertahankan moist dengan transparent dreasing atau hydrocolllid. ๐Ÿ˜„

Thanks... ๐Ÿ˜„

19 Januari 2020, 10:28
Mantap. Terimakasih dok. Ijin menyimak.
19 Januari 2020, 10:35
Setuju dok. Wound healing di telapak kaki lebih lama dibanding kulit lain. Jadi butuh benang yg lebih lama masa absorable nya. ๐Ÿ‘
19 Januari 2020, 21:22
Baik dokter, sekali lagi terima kasih atas masukannya dokter ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™