Penyesuaian manajemen pasien GERD saat puasa - Gastroenterologi-Hepatologi Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo, dr. Muh. Miftahussurur, SpPD-KGEH. Izin bertanya dok. Seorang pasien, 45 tahun, mengalami GERD dan rutin mengonsumsi omperazole 2 kali sehari.Pasien...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Penyesuaian manajemen pasien GERD saat puasa - Gastroenterologi-Hepatologi Ask the Expert

    14 April 2021, 13:06
    dr. Juanita
    dr. Juanita
    Dokter Umum

    Alo, dr. Muh. Miftahussurur, SpPD-KGEH. Izin bertanya dok. Seorang pasien, 45 tahun, mengalami GERD dan rutin mengonsumsi omperazole 2 kali sehari.

    Pasien mengeluh refluks, terutama menjelang waktu berbuka, walaupun sudah minum obat

    saat sahur. Pasien juga tidak sabar untuk segera makan setelah waktu berbuka, sedangkan

    jeda waktu 30-60 menit sebelum makan diperlukan agar omeprazole optimal.

    Apakah ada alternatif obat atau penyesuaian manajemen untuk pasien ini, Dok? Terima kasih.

14 April 2021, 14:00

Terima kasih atas pertanyaannya.

Terapi jangka panjang PPI untuk GERD dianjurkan dalam berbagai konsensus selain modifikasi gaya hidup. Pemberian PPI pada perut kosong tentunya diharapkan akan mampu memberikan efek maksimal. sehingga jika menggunakan PPI maka dapat diberikan pada 2 jam sesudah berbuka dan sebelum tidur.

Salah satu alternatif obat selain PPI adalah antasida, terutama untuk terapi awal yang terbukti lebih efektif daripada plasebo dalam meredakan gejala GERD, regurgitasi asam dan mulas yang lebih sedikit. Walaupun Sukralfat mampu menghalangi penetrasi asam di kerongkongan. Namun, studi klinis telah menunjukkan efektivitas klinis yang terbatas atau tidak ada pada pasien dengan GERD.

Sejumlah RCT telah menunjukkan bahwa H2RA, yang diberikan dalam dosis standar, lebih efektif daripada plasebo untuk meredakan mulas pada pasien dengan GERD; dalam beberapa minggu setelah memulai pengobatan, hingga 70 persen pasien melaporkan pengurangan gejala. Pemberian H2RA yang bisa diberikan sesudah makan dapat menjadi alternatif terapi pada pasien tersebut. 
Kerugian penggunaan H2RA dosis maksimal mungkin termasuk biaya (mungkin sama atau lebih tinggi dari biaya terapi PPI) dan kepatuhan yang buruk terhadap rejimen pengobatan. Dosis H2RAs mungkin perlu diturunkan pada orang tua dan pada pasien dengan insufisiensi ginjal.