penggunaan obat untuk ibu menyusui atau ibu hamil - Diskusi Dokter

general_alomedika

AlodokterSering sekali mendapat pertanyaan oleh user mengenai obat yang diberi dokter khusus nya ibu menyusui ataupun ibu hamilSetelah di lihat ternyata...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • penggunaan obat untuk ibu menyusui atau ibu hamil

    Dibalas 25 September 2019, 01:25

    Alodokter

    Sering sekali mendapat pertanyaan oleh user mengenai obat yang diberi dokter khusus nya ibu menyusui ataupun ibu hamil

    Setelah di lihat ternyata dilarang pada ibu menyusui

    Sikap kita apakah langsung bila tidak boleh konsumsi pada user ataupun suruh balik kedokter yang beri resep tapi takutnya beri kesan ke user dokter sebelumnya salah kasih terapi. Bagaimana ya respon nya dok?Β 

21 September 2019, 05:42
Kalau memang ada anjuran dokter, Saya lebih menganjurkan user untuk tetap minum karena pasti dokter sudah tahu manfaatnya lebih besar dari efek sampingnya, tapi kalau user takut untuk minum, Saya anjurkan untuk kembali ke dokternya. Karena kan tidak mungkin kita menyalahkan dokternya, sementara kita juga tidak memeriksa langsung pasien.
23 September 2019, 21:07
Terima kasih info nya dok 😊
23 September 2019, 21:07
Terima kasih info nya dok 😊
23 September 2019, 22:23
Sama sama ya Dok.
23 September 2019, 15:04
dr. Hendra Gunawan SpPD
dr. Hendra Gunawan SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
dalam hal ini, kita harus bersikap bijak dengan tidak menyalahkan atau segera memberikan informasi bahwa obat tersebut berbaghaya. Mungkin bisa ditanyakan atas anjuran siapa beliau mengonsumsi obat tersebut, bila dianjurkan oleh dokter, tentu sejatinya sudah dipikirkan untung/ruginya dan hendaknya menghimbau pasien untuk menanyakan kembali kepada dokter yang merawat. Terima kasih
23 September 2019, 21:10
Terima kasih info nya dok 😊
24 September 2019, 18:27
Drg. M
Drg. M
Dokter Gigi
Terima kasih dok infonya 😊
24 September 2019, 19:30
Setuju dokterπŸ™
20 September 2019, 19:38
Contoh nya seperti sanprima forte ataupun fluconazole
20 September 2019, 21:25
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pasien HIV-Aids?
21 September 2019, 01:40
Alodokter, ikut sharing ya...

Kalau saya sendiri, biasanya saya pastikan ulang, apa betul pasien sudah menyampaikan ke dokter yg bersangkutan terkait keadaannya yg sedang hamil atau menyusui (krn terkadang pasien sendiri lupa).
Jika betul pasien sudah menyampaikan akan kondisinya, biasanya tetap saya sampaikan pregnancy category dari obat tersebut beserta artinya. Kemudian saya beri pengertian tambahan, bahwa jika dokter terkait sudah tahu akan kondisi hamil, maka dokter tentunya akan memberikan obat dengan pertimbangan benefit-nya melebihi risk-nya. Jika sekiranya ragu, saya persilakan untuk menemui dan diskusikan lebih lanjut dengan dokter yg meresepkan obat, atau mencari second opinion ke dokter lain.

Sekiranya begitu dok. Menunggu sharingan dari dokter lainnya yaa 😊
23 September 2019, 21:06
Terima kasih info nya dok 😊
23 September 2019, 07:53
dr.Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr.Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Kita tanyakan dulu apakah sdh d tanyakan kepada dokter yg merawatnya atau belum.
Sebaiknya kita anjurkan ke dokter yang merawat karena kita tidak tahu dasar pemberian obatnya. 

23 September 2019, 21:08
Baik dok, terima kasih info nya 😊
23 September 2019, 14:54
dr.Agrifa Haloho, SpOG
dr.Agrifa Haloho, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Obat-obatan untuk ibu hamil dan menyusui banyak kategori B dan C karena uji terhadap ibu hamil atau menyusui tidak dilakukan. Sehingga jika dokter memberikan obat tersebut sudah dengan pertimbangan risiko dan manfaatnya. Terkadang obat obatan tersebut  hanya tidak bisa diberikan pada trimester tertentu saja. Oleh sebab itu kurang sesuai menilai kelayakan pemberian obat hanya kategori saja. 
23 September 2019, 21:11
Baik dok
Apakah ada spesifik usia kehamilan berapa yang tidak boleh minum obat seandainya obat tersebut belum ada penelitian nya dok?
20 September 2019, 19:33
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Ada contoh obatnya? Kalau ada kasus realnya seperti apa dan masuk kategori obat apa, risk and benefitnya?
24 September 2019, 20:16
Sebagai etika memperlakukan sejawat kita seperti keluarga sendiri, alangkah baiknya jika TS mengkoreksi terapi sebelumnya tanpa menjatuhkan TS yang melakukan terapi sebelumnya.
Terkait dengan terapi memang lebih baik jika dievaluasi terlebih dahulu urgensi pemberian obat pada pasien. Obat obatan kategori B memang sudah banyak ada di pasaran, tetapi ada beberapa obat yang memang kategori C atau X tetapi harus diberikan kepada pasien, contonya OAE. Maka dari itu evaluasi kembali urgensi dari pemberian obat.
Terima kasih
25 September 2019, 01:25
dr.Agrifa Haloho, SpOG
dr.Agrifa Haloho, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
23 September 2019, 21:11
Baik dok
Apakah ada spesifik usia kehamilan berapa yang tidak boleh minum obat seandainya obat tersebut belum ada penelitian nya dok?
Tidak ada dok. Saran saya, selain melihat rekomendasi dari farmasi coba lihat juga rekomendasi dari perhimpunan, bisa dr dalam negeri seperti POGI atau kementerian kesehatan atau dari luar negeri, sehubungan dengan obat apa saja yang digunakan untuk diagnosis atau keluhan pasien.