Manajemen asma apakah penggunaan kortikosteroid jangka panjang akan ada efek samping - Paru Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Khairuddin, Sp.P izin bertanya. Saya pernah mendengarkan seminar bahwa untuk manajemen asma diperlukan nebulizer 3x20 menit untuk mencegah kekambuhan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Manajemen asma apakah penggunaan kortikosteroid jangka panjang akan ada efek samping - Paru Ask the Expert

    09 Maret 2022, 14:08
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dr. Khairuddin, Sp.P izin bertanya. Saya pernah mendengarkan seminar bahwa untuk manajemen asma diperlukan nebulizer 3x20 menit untuk mencegah kekambuhan saat di rumah atau hari berikutnya meskipun klinis sesak sudah membaik. Sementara pada beberapa artikel saya pernah membaca jika nebulizer 1 kali jika asma ringan, 2x jika asma sedang, dan 3 kali jika asma berat. Jika lebih dari 1 jam pasien masih sesak hebat maka masuk dalam status astmatikus dan perlu persiapan ICU.

    Izin penjelasan untuk kasus di atas dokter ­čÖĆ

    Lalu untuk penggunaan kortikosteroid jangka panjang apakah tidak ada efek samping? Perlukah pemberian antihistamine?

    Bagaimana pola hidup dan diet pada pasien asma terutama anak kecil yang sering sekali kambuh? Perlukah kita memberikan terapi maintenance salbutamol oral tiap hari? Karena saya belum menemukan pemberian salbutamol oral untuk anak yang diberikan tiap hari dok. Hanya saat sesak anak tersebut datang ke IGD.

    Terimakasih dokter ­čÖĆ

09 Maret 2022, 15:53
dr. Khairuddin Hamdani Sp.P
dr. Khairuddin Hamdani Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alo dok,
Pemberian kortikosteroid jangka panjang tentu banyak efek sampinya jika diberikan secara oral, bisa osteophorosis, depresi imun, peptic ulcer dll maka terapi asma, menggunakan kortikosteroid berupa inhaler, relatif aman meskipun ada laporan kejadian pneumonia pada penggunaan jangka panjang. Pemberian antihistamin boleh diberikan sesuai indikasi, tp tidak untuk pemakaian rutin dan jangka panjang.Pertama pengobatan asma adalah menghindari faktor pencetusnya dan mengatasi infeksi bila ada.  kemudian pada anak dengan eksaserbasi sering, diberikan kontroller berupa obat inhaler rutin 2 kali sehari bila sudah bisa menghisap dengan baik atau bisa menggunakan inhaler kontroller jenis MDI dengan spacer untuk membantu. Bila belum bisa menghirup baik, obat oral kortikosteroid dapat diberikan. Untuk saat ini tatalaksana utama asma adalah steroid ya dok.Untuk inhalasi, berdasarkan PDPI, asma dalam serangan diberikan nebu agonis Beta 2 smpai klinis perbaikan, wheezing hilang dan saturasi tercapai 93-95% pada dewasa dan 94-98% pada anak. Lalu dilanjutkan pemberian inhalasi kortikosteroid dosis tinggi. Untuk Nebu SABA atau SABA+SAMA sebaiknya diselesaikan 3 kali. Trmkash
09 Maret 2022, 16:08
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terimakasih dokter 🙏