Apakah larutan gula garam masih digunakan? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Pagi docs, ingin menanyakan.. oralit rumahan yg dibuat menggunakan air, garam, dan gula sebenarnya apakah masih applicable atau tdk ya? Soalnya setahu saya...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah larutan gula garam masih digunakan?

    03 November 2018, 06:47

    Pagi docs, ingin menanyakan.. oralit rumahan yg dibuat menggunakan air, garam, dan gula sebenarnya apakah masih applicable atau tdk ya? Soalnya setahu saya oralit yg sachet itu skrg lebih disarankan krn takaran dan kandungannya lebih terukur.. mohon koreksinya dok bila salah..🙏

    dan jg oralit rumahan ini kalau untuk bayi apakah memang aman ya? Mengingat harus menggunakan air putih dan garam dan gula untuk membuatnya.. sedangkan pd bayi pemberian 3 komponen ini kan hrs dibatasi, apalagi untuk yg d bwh 6 bln..

    thanks..

03 November 2018, 15:23

dr. Sherly Desnita Savio
Nov 03, 2018 at 06:47 AM

Pagi docs, ingin menanyakan.. oralit rumahan yg dibuat menggunakan air, garam, dan gula sebenarnya apakah masih applicable atau tdk ya? Soalnya setahu saya oralit yg sachet itu skrg lebih disarankan krn takaran dan kandungannya lebih terukur.. mohon koreksinya dok bila salah..🙏
dan jg oralit rumahan ini kalau untuk bayi apakah memang aman ya? Mengingat harus menggunakan air putih dan garam dan gula untuk membuatnya.. sedangkan pd bayi pemberian 3 komponen ini kan hrs dibatasi, apalagi untuk yg d bwh 6 bln..
thanks..

Alo Dok,

setahu saya oralit sachet terbaru memang formulasinya yang paling direkomendasikan oleh beberapa institusi kesehatan seperti WHO dan CDC, tetapi kalau tidak tersedia, masih bisa menggunakan cairan rehidrasi oral rumahan yang dibuat sendiri dengan takaran: 1/2 sendok teh garam, 6 sendok teh gula, dan 1 liter air. Yang penting kualitas airnya bersih dok. Pemberian cairan rehidrasi oral bisa disesuaikan dengan kebutuhan ( untuk bayi dan anak bisa mengikuti panduan diare IDAI).

Untuk cairan rehidrasi oral pada bayi, ASI dianggap paling baik dok dibanding cairan rehidrasi oral. Jadi kalau bayi yang dehidrasi masih mampu minum, bisa diedukasikan untuk tetap memberikan ASI. Terutama setelah diare atau muntah, jika terdapar tanda2 dehidrasi berat menurut saya langsung berikan cairan rehidrasi IV dan pantau ketat kondisinya di rumah sakit. Semoga bermanfaat.

Sources:
https://www.verywellhealth.com/oral-rehydration-therapy-ort-for-diarrheal-disease-1958990
&
Pa nduan Lintas Diare Kemenkes, bisa didownload dari depkes.go.id.

Have a great weekend.

CMIIW.

03 November 2018, 15:34
Alo dokter!
setuju dengan dr.Kevin.
Setau saya, untuk bayi muda memang terapi cairan yang utama adalah ASI. Di Rencana Terapi A yang biasa digunakan di Puskesmas, yang dicantumkan sebagai terapi tambahan pada anak yang masih ASI eksklusif adalah oralit atau air matang. Sedangkan bagi yang sudah MPASI dapat diberikan cairan rumahan (kuah sayur atau air tajin).
Untuk larutan gula garam, setau saya masih bisa digunakan jika oralit atau cairan rumahan lain tidak tersedia. Cara membuatnya 1 sdt gula + 1sdt garam dilarutkan dalam 200 ml air matang. Untuk anak yang <2tahun dapat diberikan 50-100 mL setiap kali BAB. Tapi ya itu tadi..pilihan utamanya masih oralit atau cairan rumahan lain. cmiiw.
03 November 2018, 22:24
terima kasih ilmunya docs..😊
05 November 2018, 12:03
Membuat sendiri larutan gulgar dirumah sudah tidak direkomendasikan, krn takarannya tdk terukur. Lbh disarankan utk menggunakan oralit kemasan (new oralit WHO) utk anak2 dgn diare.