Pasien laki-laki usia 34 tahun degan keluhan nyeri pada lutut sejak 1 minggu yang lalu - Diskusi Dokter

general_alomedika

Saya dapat pasien laki-laki 34 th, datang dengan keluhan nyeri lutut sejak 1 minggu lalu. Nyeri hilang timbul. Riwayat trauma disangkal. Nyeri dirasakan saat...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien laki-laki usia 34 tahun degan keluhan nyeri pada lutut sejak 1 minggu yang lalu

    09 Desember 2020, 20:03

    Saya dapat pasien laki-laki 34 th, datang dengan keluhan nyeri lutut sejak 1 minggu lalu. Nyeri hilang timbul. Riwayat trauma disangkal. Nyeri dirasakan saat beraktivitas. BB pasien 90 kg, TB 172 cm. Pasien jarang berolahraga. Riwayat hipertensi, DM, jantung disangkal. TD nya 140/80 mmHg sehabis beraktivitas dan 110/70 mmHg saat istirahat . Pertanyaan saya: apa kira2 penyebab nyeri lutut pada pasien ini? Apa penunjang diagnosis yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis? Dan apa tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?

09 Desember 2020, 20:31

Alo dr. Jimmy, coba bantu menjawab sekaligus ikut berdiskusi ya dok. Kalau melihat dari faktor risikonya, IMT pasien tersebut 30,4 sudah termasuk obese class I. Selain itu mungkin bisa dilengkapi juga anamnesis dari segi faktor risiko aktivitas sehari-hari apakah banyak aktivitas dengan beban lutut atau adakah riwayat asam urat. Kemudian karakteristik nyerinya apakah satu sisi atau keduanya, ataukah disertai dengan bengkak, kaku pagi hari, serta deformitas atau krepitasi.

Kalau melihat dari faktor risiko dan riwayat yang ada, kemungkinan bisa dipikirkan ke arah osteoarthritis genue. Walaupun dari segi usia memang umumnya dialami pada > 50 tahun, dengan melihat beberapa kriteria diagnosis lainnya berdasarkan ACR atau EULAR. Sebagai diagnosis banding kemungkinan rheumatoid artritis, gout, atau pseudogout, atau fibromialgia.

Untuk penunjang diagnosis mulai yang sederhana pemeriksaan darah meliputi LED, RF, CRP, antibodi anti-CCP untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab yang terkait autoimun. Pemeriksaan X-ray genue juga dapat dipertimbangkan untuk menilai penyempitan celah sendi.

Sebagai tatalaksana awal, dapat edukasi dari diet untuk menurunkan berat badan dan modifikasi gaya hidup untuk pengendalian faktor risiko, kemudian medikamentosa dapat diberikan analgetik sesuai dengan derajat nyeri yang dialami dan riwayat penyakit (misal gangguan lambung). 

Berikut tambahan referensinya dok https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/osteoartritis/diagnosis semoga dapat membantu.

Turut menyimak diskusi TS lainnya, mohon koreksi jika ada kesalahan. Terima kasih.

09 Desember 2020, 22:31
Nyerinya hanya lutut kanan saja, dok. Pada pemeriksaan fisik tidak ada oedem, tidak ada luka, tidak ada krepitasi dan tidak ada kekakuan. Untuk asam urat nya normal, dok. Memang saya sarankan pasien ini untuk pemeriksaan x-ray genu dextra AP-Lat. Terima kasih sarannya, dok.
09 Desember 2020, 20:41
ALO, Dokter,  izin ikut berdiskusi, pasien nyeri lutut memang banyak sekali ditemui sehari hari,, pada nyeri lutut,  untuk menentukan diagnosa perlu dilakukan anamnesa terutama mengenai onset nyeri,  letak pusat nyeri, dan durasi untuk memperkirakan bagian yang cedera,,  riwayat sistemik seperti adanya pembengkakan atau riwayat operasi juga penting untuk digaliPemeriksaan fisik sangat diperlukan terutama ROM test dan tes provokatif lainnya seperi anterior drawer test Umumnya diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik,  namun pemeriksaan penunjang seperti x-ray dapat dilakukan bila diagnosis belum dapat ditegakkan atau pada pasien dengan nyeri kronik yang bertahan lebih dari 6 minggu terutama bila memiliki riwayat trauma untuk melihat ada tidak nya fraktur yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan fisik, usg dapat pula digunakan untuk melihat ada tidak nya efusi atau kistaSementara itu,  terapi non bedah yang dapat dianjurkan adalah terapi rehab medik serta pemakaian orthosis bila diperlukanBerikut saya lampirkan tautan yang dapat menjadi tambahan informasi,  semoga dapat membantuhttps://www.aafp.org/afp/2018/1101/p576.html
https://www.aafp.org/afp/2015/1115/p875.html
09 Desember 2020, 22:32
Terima kasih, dok