Pemberian ASI pada ibu penderita HIV / Hepatitis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Izin bertanya ts mengenai menyusui pada ibu penderita HIV / Hepatitis B/C. Apakah pasien tersebut masih dapat menyusui anaknya, dan jika boleh menyusui,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pemberian ASI pada ibu penderita HIV / Hepatitis

    02 Agustus 2019, 07:58

    Izin bertanya ts mengenai menyusui pada ibu penderita HIV / Hepatitis B/C. Apakah pasien tersebut masih dapat menyusui anaknya, dan jika boleh menyusui, apakah boleh/aman melakukan pengobatan nya selama masa menyusu tersebut?


    Terima kasih ts πŸ™

02 Agustus 2019, 08:01
Bantu jawab untuk yang hepatitis B Dok,  berdasarkan pada artikel dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yang bersumber dari jurnal penelitian ilmiah, dijumpai bahwa proses menyusui tetap bisa dilakukan oleh ibu dengan hepatitis B kepada bayinya.

Asalkan bayi telah diimunisasi vaksin hepatitis B dahulu sebelum menyusu langsung dari Ibu.

Hal ini dapat mencegah penularan dari ibu pengidap hepatitis B ke bayi yang dilahirkan dan untuk mencegah terjadinya penularan horizontal berikutnya.

Disarankan untuk memberikan vaksin hepatitis B yang pertama segera setelah lahir (dalam 24 jam pertama) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian yang ke 2 dan ke 3 seperti jadwal yang telah ditentukan. Dapat diberikan juga Imunoglobulin (antibodi) selain vaksin bagi yang mampu.
02 Agustus 2019, 09:33
Setuju dengan dr. Nurul
IDAI sendiri menganjurkan bahwa ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi karena kandungannya yang baik, aman dan selain itu lebih ekonomis namun sangat bergizi. 
Untuk penderita hepatitis B dan C, tidak ada pantangan untuk menyusui pada anak karena berdasarkan penelitian hanya sedikit kasus penularan infeksi tersebut melalui ASI. 

Sementara untuk penderita HIV, pemberian ASI adalah kontraindikasi, karena risiko penularan yang cukup tinggi. Namun bila dicoba dengan donor ASI. 

Namun ada beberapa kelainan yang merupakan kontraindikasi pemberian ASI yaitu 
1. Galactosemia klasik
2. Penilketonuria
3. Maple syndrome disease. 

Semoga bisa membantu ya dok πŸ™πŸ™
02 Agustus 2019, 09:39
Ini ada artikel yang boleh dibaca dok πŸ™
fped_06_00278.pdf
02 Agustus 2019, 10:07

Alo Dok,

Memang menyusui pada ibu hepatitis B dan HIV akan berisiko menularkan pada bayinya. Namun, pada penelitian justru membuktikan bahwa ibu HIV yang menyusui (dengan ARV rutin) akan menurunkan penularan pada bayi dibanding bayi yang tidak disusui. Pedoman WHO terbaru juga menganjurkan pemberian ASI minimal sampai setahun, bahkan dilanjutkan sampai usia 2 tahun (IDAI juga mengadopsi rekomendasi tersebut) dan tidak dianjurkan pemberian mixed feeding. 

Jika terdapat problem pada ibu maupun anak sehingga tidak bisa menyusui dan harus menggunakan sufor, maka penilaian harus mengacu pada AFASS (affordable, feasible, affordable, sustainable and safe).

Berikut referensinya, Dok:

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/menyusui-pada-ibu-hiv

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/menyusui-pada-ibu-penderita-hepatitis-b

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/246260/9789241549707-eng.pdf;jsessionid=5564D8D2504B1BB7F0CC6CE8619661DC?sequence=1

pedoman nasional - Medboxhttps://www.medbox.org/peraturan-menteri...indonesia...51.../download.pdf

 

02 Agustus 2019, 09:56

Alo dr. Andrew

Diskusi mengenai hal diatas bisa link sumber di bawah ini, semoga bisa membantu..

terimakasih

https://www.alomedika.com/komunitas/topic/pemberian-asi-utk-bayi-dari-ibu-dgn-hepatitis-b-dan-kontra-indikasi-hbig

02 Agustus 2019, 10:07
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Ikut menyimak. Diskusi yang sangat menarik πŸ‘πŸ‘
02 Agustus 2019, 10:19
saya punya pendapat lain Dok. untuk hepatitis B dari IDAI, CDC maupun WHO memperbolehkan.

untuk HIV, WHO dan beberapa pedoman di Indonesia memperbolehkan dan malah lebih mengutamakan ASI, dengan syarat:
1. Ibunya harus sudah minum ARV rutin
2. tidak dicampur dengan susu formula, alias asi eksklusif

alasannya apa? krn tetap ASI adalah sumber paling baik untuk bayinya, meskipun keluar ke ASI, namun dengan ARV risikonya akan menurun, dan memang yg keluar ke ASI kecil kadarnya dan tidak besar menimbulkan tertular HIV ditambah dengan daya tahan tubuh terhadap HIVnya. tetap ada risiko terinfeksi, namun untuk orang2 yang sulit membeli susu formula karena mahal, akan lebih baik jika tetap memberikan asi eksklusif, nanti akan dinilai lebih lanjut oleh dokter anaknya.

selain itu, alasan jika tidak dicampur susu formula krn kita semua tahu bahwa HIV menular lewat jaringan yg terbuka atau luka juga, pada saat bayi minum susu formula, terjadi peradangan dan luka pada saluran cernanya, jadi virus HIVnya bisa masuk lebih banyak jika dicampur susu formula. jadi pilihan bagi ibu yg HIV adalah asi eksklusif saja, atau susu formula eksklusif saja.

berikut link dari WHO yg bisa dibaca: https://www.who.int/bulletin/volumes/88/1/10-030110/en/
02 Agustus 2019, 10:22
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Setuju dok, untuk pemberian ASI eksklusif bagi bayi yang lahir dari ibu dengan HIV memang diperbolehkan asalkan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif karena penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa resiko penularannya menjadi kecil bila ASI diberikan secara eksklusif.
02 Agustus 2019, 10:31
Siang dokter.

Ibu dengan hiv dibenarkan tidak menyusui secara permanen, diberikan pengganti asi (sufor) yg memenuhi kriteria AFFASS ( dapat diterima, layak, terjangkau, berkelanjutan, dan aman)
Tentu saja tetap dengan pemberian profilaksis ARV bayi sambil pemantauan/pemeriksaan status HIV bayi.
Dan pilihan bersalin sebaiknya SC, sedikit prosedur invasif, pembersihan bayi dengan universal precaution.

Ibu dibenarkan tetap menyusui meski :
- hep B dan C
Dengan pemberian vaksin Hep B HBIg vit K1 pada ibu yg hbsag ( ) ya.
- mastitis
- abses payudara
- TB

Terima kasih.
02 Agustus 2019, 10:54
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Saya setuju dok. Ini pedoman saat ini kita pakai dalam pasien ibu hamil HIV dan hepatitis B
02 Agustus 2019, 10:54
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Saya setuju dok. Ini pedoman saat ini kita pakai dalam pasien ibu hamil HIV dan hepatitis B
02 Agustus 2019, 10:54
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Saya setuju dok. Ini pedoman saat ini kita pakai dalam pasien ibu hamil HIV dan hepatitis B
02 Agustus 2019, 10:54
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Saya setuju dok. Ini pedoman saat ini kita pakai dalam pasien ibu hamil HIV dan hepatitis B
02 Agustus 2019, 11:13
Ijin bertanya dokter utk pemeriksaan status hiv pada bayi suda bisa dilakukan pada usia berapa?
04 Agustus 2019, 14:34
02 Agustus 2019, 11:13
Ijin bertanya dokter utk pemeriksaan status hiv pada bayi suda bisa dilakukan pada usia berapa?
Uji diagnostik dengan serologi PCR HIV dapat dilakukan segera setelah lahir jika tersedia.. Pemeriksaan dengan antibodi HIV baru dpt dilakukan setelah usia 18 bulan
05 Agustus 2019, 09:49
Baik dokter.. Terimakasi πŸ™