Luka Tidak sembuh sejak 1 tahun lalu - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter.. saya ingin bertanya. Baru saja dapat pasien laki laki 37 THN kebangsaan Afganistan. Datang kontrol luka basah (post op. Ekstraksi peluru) sejak...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Luka Tidak sembuh sejak 1 tahun lalu

    25 Januari 2019, 12:00

    Alo Dokter.. saya ingin bertanya. Baru saja dapat pasien laki laki 37 THN kebangsaan Afganistan. Datang kontrol luka basah (post op. Ekstraksi peluru) sejak 1 tahun lalu. Sampai saat ini luka belum sembuh.ย 



    Maaf lukanya tidak sempat difoto. Deskripsi luka:ย 


    - bentuk bulat diameter sekitar 7cm


    - tepi eritema


    - tengah cenderung basah


    - pus (-)


    - perdarahan aktif (-)




    Melihat rekam medik sebelumnya, telah diberikanย 



    - cefixime 200mg selama 1 bulan (1 tahun lalu telah diberi gentamicin, amoxicillin, dll)


    - Na. Diclofenac jika nyeri


    - Rawat Luka dan GV rutin tiap 3 hari



    Riwayat DM (-)



    Pertanyaan saya dok,ย 


    1. Mengapa lukanya belum kering sampai 1 tahun lamanya?


    2. Apakah pasien tsb resistensi antibotik?


    3. Apakah butuh uji resistensi antibiotik?


    4. Apakah ada tambahan terapi?



    Terima kasih



25 Januari 2019, 12:09
dr.Febrina D Pratiwi ,Sp.KK
dr.Febrina D Pratiwi ,Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
Di regio apa ya, dok?
25 Januari 2019, 14:32
Regio Paha kiri dok
25 Januari 2019, 12:28
Mohon maaf dok. Untuk GV selama setahun ini dilakukan dimana dok? Dan apakah rutin dilakukan? Dan selama jangka waktu 1 tahun ini apakah pasien rutin datang? Apakah diPoli bedah ataukah diUGD? Terimakasih
25 Januari 2019, 14:35
Awalnya di GV di Poli Bedah, kemudian selanjutnya di GV di klinik dok.

Pasien rutin datang GV tiap 3 hari
25 Januari 2019, 12:38
dr. Gideon Setiawan, Sp.B
dr. Gideon Setiawan, Sp.B
Dokter Spesialis Bedah
Siang dok, perlu dilihat apakah ada osteomyelitis. Karena bisa saja inflamasi di bawah fascia, atau space yang tidak bisa ter eksplore oleh gv biasa. Sistem perawatan luka kronis saja. Memang hrs lihat foto klinisnya utk bisa menilai keadaan realnya.
25 Januari 2019, 14:45
Makasih banyak dok atas sarannya.
29 Januari 2019, 10:16
dr.Priska GS
dr.Priska GS
Dokter Umum
Terima kasih dok informasi yg sangat membantu
25 Januari 2019, 12:42

Selamat siang Dokter, sudah cukup lama ya Dok lukanya, bagaimana dengan pola makan dari pasiennya sendiri Dokter? di bagian tubuh mana terjadi lukanya Dokter? kebersihan dan kelembapan dari pasiennya sendiri seperti apa Dokter? karena seperti kita ketahui ya Dokter prihal proses penyembuhan luka sendiri ada banyak faktor yang berperan didalamnya termasuk apakah memang ada kondisi medis tertentu yang mendasari? apakah memang terjadi infeksi pada lukanya, apakah pola makannya berpantang makanan tertentu, apakah selama ini lembab atau ditutup terus menerus Dokter, jika memang ada indikasi kearah infeksi tentu dapat diberikan antibiotik yang sesuai dengan hasil kulturnya (jika memang ingin mengetahui AB mana yang paling sesuai dengan luka pasiennya Dokter).

25 Januari 2019, 14:39
Pola makan pasien baik dok, bagian lesi nya di paha kiri, kebersihan baik, tidak ada riwayat penyakit yang mendasari, DM (-).
25 Januari 2019, 14:39
Pola makan pasien baik dok, bagian lesi nya di paha kiri, kebersihan baik, tidak ada riwayat penyakit yang mendasari, DM (-).
26 Januari 2019, 10:25
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. 
25 Januari 2019, 12:46
dr.Nova Primadina Sp.BP-RE
dr.Nova Primadina Sp.BP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Setuju dengan dokter Gideon sp.B perlu ditambahkan juga anamnese nya selama ini bagaimana metode perawatan lukanya, luka dirawat tiap har atau beberapa hari sekali, dengan apa merawat lukanya? Apakah dengan perawatan moist atau ada menggunakan produk2 tertentu, perlu ditanyakan juga apakh pasien punya penyakit DM atau penyakit pembuluh darah lainnya, mengenai antibiotik coba dilakukan kultur luka dari sekret yang keluar, nanti bisa dilihat kumannya sensitif terhadap antibiotik apa dan untuk selanjutnya berikan terapi antibiotik sesuai kultur
25 Januari 2019, 14:43
Perawatan lukanya hanya menggunakan NaCl dok. Dibersihkan tiap 3 hari sekali. Awalnya tampak nanah menunjukkan infeksi sekunder. Kemudian setelah beberapa Minggu kemudian nanah sudah tidak ada namun lukanya masih basah.

 DM (-)
26 Januari 2019, 10:25
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. 
25 Januari 2019, 13:16
dr.Febrina D Pratiwi ,Sp.KK
dr.Febrina D Pratiwi ,Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
Sy jadi teringat kasus luka kronis saat pendidikan.

Pemberian AB bukan menjadi pilihan  utama pada luka kronis. Yg penting bagaimana perawatan lukanya. Kemudian dicari faktor risiko kenapa luka tidak sembuh2. Apakah albuminnya baik? Apakah ada gangguan vaskular? 

Kalau kasus sy kemarin setelah di usg ternyata ada gangguan vaskular. 

25 Januari 2019, 13:36
dr.Wisudawan M.Kes, Sp.JP FIHA
dr.Wisudawan M.Kes, Sp.JP FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Setuju dok๐Ÿ˜Š
25 Januari 2019, 14:44
Albumin dan kelainan vaskular belum ditelusuri dok.. terima kasih atas anjurannya
25 Januari 2019, 14:44
Albumin dan kelainan vaskular belum ditelusuri dok.. terima kasih atas anjurannya
26 Januari 2019, 11:20
setuju dok tiwi.. selaim itu di cari kemungkinan osteomyelitis jg ya
26 Januari 2019, 11:20
setuju dok tiwi.. selaim itu di cari kemungkinan osteomyelitis jg ya
25 Januari 2019, 13:35
dr.Wisudawan M.Kes, Sp.JP FIHA
dr.Wisudawan M.Kes, Sp.JP FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Menambahkan ya dok,
Coba pertimbangkan keadaan vaskularnya bagaimana. Ada kelainan atau tidak. Pertimbangkan juga keadaan sistemik dan metabolik. Dan modifikasi juga lifestyle yg tidak sehat, merokok diet dll
25 Januari 2019, 14:44
Makasih banyak dok atas sarannya.
25 Januari 2019, 14:44
Makasih banyak dok atas sarannya.
26 Januari 2019, 10:26
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. 
25 Januari 2019, 17:38
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alo dokter!
Menanggapi pertanyaan Anda:
1. Mengapa lukanya belum kering sampai 1 tahun lamanya?

Sebelumnya, penting bagi kita utk mengetahui faktor yg mempengaruhi penyembuhan luka dibagi menjadi lokal dan sistemik, yaitu:
# Faktor lokal: 
- Oksigenasi
- Infeksi
- Benda asing
- Insufisiensi vena

#Faktor sistemik:
- Usia : geriatri lbh lambat dibanding usia muda
- Iskemia
- Penyakit yg mendasari: diabetes, uremia, kelainan genetik, keloid
- Obesitas
- Penggunaan obat obatan: kortikosteroid, kemoterapi 
- Malnutrisi
- Penyakit imunosupresi: kanker, AIDS, Tuberculosis, radioterapi
- Merokok dan alkoholik

Kesemua faktor diatas perlu disingkirkan satu per satu guna mencari penyebabnya. 
Namun, yg paling sering terjadi pd umumnya diakibatkan msh adanya benda asing, atau pun infeksi berulang serta perawatan luka kronik yg tdk adekuat. 

2. Apakah pasien tsb resistensi antibotik?

Penggunaan antibiotik pd luka kronik tidak banyak membantu kecuali pd infeksi akut berulang pd kondisi luka kronis. Yg paling penting itu perawatan luka yg intensif dan memastikan tdk ada penyebab lainnya yg menghalangi penyembuhan. 

3. Apakah butuh uji resistensi antibiotik?

Uji resistensi antibiotik dikerjakan bila ditemukan adanya gambaran tanda infeksi akut berulang ataupun kecurigaan thd  infeksi kronis spt Tb. 

4. Apakah ada tambahan terapi?

Anjuran terbaik saat ini yaitu mencari tahu faktor penyebab yg mengganggu penyembuhannya dulu, kemudian utk penutupan defek yg luas tsb bisa dengan cara penutupan sekunder ataupun tersier.
Semoga bermanfaat! 
25 Januari 2019, 19:39
Terima kasih Dokter untuk sharing ilmunya sangat bermanfaat
26 Januari 2019, 10:25
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. 
29 Januari 2019, 09:22
Terima kasih dokter atas sharing ilmunya. Sangat bermanfaat ๐Ÿ™
25 Januari 2019, 21:06
Alo Dokter.
Menambahkan aja. 
Jawaban dari teman2 di atas sy rasa sudah cukup jelas ya. Penyembuhan suatu luka tergantung dari faktor luka itu sendiri, dan kondisi sistemik pasien itu sendiri (apakah penderita DM, kelainan pada pembuluh darah, dan lain sebagainya). Pengalaman menghadapi kasus luka tembak yg tak kunjung sembuh, dipastikan sj bahwa tidak ada retensi sisa peluru yg tertinggal pada luka yg dalam, entah berbahan dari timah atau titanium. Pemeriksaan rontgen bisa dikerjakan. Bila ternyata masih ada sisa, mungkin itu penyebabnya, dan sebaiknya dibersihkan ulang oleh Dokter Bedah. 

Semoga bermanfaat. 
26 Januari 2019, 10:26
Sangat bermanfaat infonya Dok,  terimakasih. ๐Ÿ™
26 Januari 2019, 12:10
Kemungkinan adanya sisa peluru dengan bahan tersebut kelihatannya menarik untuk digali lebih lanjut ya dr.Rudi, terutama bila memang faktor lain seperti DM dan masalah vascular ternyata dpt disingkirkan. Mengingat luka tidak memgalami penyembuhan dalam jangka waktu yang sangat lama yakni 1 tahun. 

Kemungkinan untuk dilakukan rontgen untuk pembuktian juga penting utk memastikan. Namun dok sedikit melanjutkan diskusi selain pembuktian adanya sisa bahan peluru dengan rontgen x ray, apakah ada cara lain yang dpt memastikan? Ataukah bagaimana dengan kemungkinan bedah explorasi/eksperimental untuk pembuktiannya? Terimakasih
29 Januari 2019, 09:23
Terima kasih dokter, atas sharing ilmunya ๐Ÿ™
26 Januari 2019, 15:56
Terima kasih bnyak dokter shring ilmunya ๐Ÿ™ sngat bermanfaat
27 Januari 2019, 15:36
dr. Sofa Inayatullah, SpKK
dr. Sofa Inayatullah, SpKK
Dokter Spesialis Kulit

Alo Dokter..Selamat siang dr. Afdilah

Sebagai tambahan Dok, untuk pasien dengan luka lama ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai penyebab Dok, antara lain:

 

1. Kelainan vaskular (baik oleh karena DM atau nonDM). Tapi pada kasus Dokter pasien tanpa riwayat DM ya. Untuk penyebab kelainan vaskular akibat non DM, dokter bisa mempertimbangkan penyebabnya apakah akibat stasis, oklusi, atau justru disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut dengan vaskulitis.

Evaluasi juga apakah ada kemungkinan kusta sehingga luka cenderung sulit untuk menyembuh

2. Keganasan, yaitu karsinoma sel skuamosa. Pada luka yang lama dan kronik berisiko terjadi keganasan karsinoma sel skuamosa. Secara umum luka cenderung rapuh dan mudah berdarah

3. Pada luka yang tidak menyembuh dengan perawatan standar/antibiotik (*pasien Dokter rutin perawatan luka ke klinik ya, jadi kita anggap tata laksana luka sudah sesuai prosedur), maka kita perlu mempertimbangkan adanya infeksi oleh M. Tb atau M. atipikal atau infeksi jamur dalam (deep mycosis) untuk pasien yang tidak responsif dengan antibiotik standar, apalagi pasien dengan riwayat trauma dalam sebelumnya.

4. Setelah disingkirkan penyebab lain seperti vaskular, keganasan, dan infeksi, maka pada luka yang tidak sembuh-sembuh dan cenderung meluas, kita dapat pertimbangkan sebagai kondisi yang disebut pyoderma gangrenosum Dok, dimana pada kondisi ini terapi yang diperlukan justru adalah imunosupresan. Tepi luka pada pyoderma gangrenosum biasanya eritema dan keunguan, dan juga disertai keluhan nyeri yang sangat mengganggu Dok.

5.  Pertimbangkan juga komorbid atau koinsiden lain yang menyertai ya Dok, seperti anemia, hipoalbumin, atau osteomyelitis. 

Vaskulitis, infeksi oleh M. Tb atau M. Atipikal atau jamur, karsinoma sel skuamosa, dan pyoderma gangrenosum dapat dievaluasi melalui pendekatan klinis dan pemeriksaan penunjang, dalam hal ini yang penting adalah biopsi Dok. Bila klinis lebih sesuai ke arah infeksi, maka saat biopsi jaringan dapat sekaligus dilakukan kultur jaringan untuk M. Tb, M. atipikal, atau jamur.

Semoga bermanfaat ya Dok..

27 Januari 2019, 15:41
Terimakasih informasinya dr.Sofa, semakin menarik ditelusuri terutama dengan adanya kecurigaan infeksi Jamur,  M.TB, bahkan kusta, semoga bisa ditindaklanjuti sarannya ya dok ๐Ÿ˜Š
27 Januari 2019, 17:06
Sangat bermanfaat infonya Dok. 
29 Januari 2019, 10:18
dr.Priska GS
dr.Priska GS
Dokter Umum
Terima kasih banyak dokter
29 Januari 2019, 11:14
Terima kasih dok atas ilmunya ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š
29 Januari 2019, 10:26
dr.Priska GS
dr.Priska GS
Dokter Umum
Dok, mungkin sebagai dokter umum,kasusnya bisa di konsulkan ke dokter bedah utk tindakan debridement luka kembali. Disisi lain saat dikonsulkan ke dokter bedah, pemeriksaan utk menyingkirkan kemungkinan gangguan vaskuler, hipoalbuminemia dll dapat dilakukan.
29 Januari 2019, 11:17
Walaupun tidak ada riwayat dm periksa kgd n dan 2pp dok
Juga bs karna faktor albumin
29 Januari 2019, 11:17
Walaupun tidak ada riwayat dm periksa kgd n dan 2pp dok
Juga bs karna faktor albumin
29 Januari 2019, 11:17
Walaupun tidak ada riwayat dm periksa kgd n dan 2pp dok
Juga bs karna faktor albumin