Ideal waktu pengobatan OAT pada pasien wanita usia 21 tahun dengan keluhan timbulnya benjolan di belakang telinga kanan - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat sore dokter sejawat sekalian.Izin bertanya dan berdiskusi. Saya dapat pasien di klinik sekitar 10 bulan yang lalu. Perempuan, 21 tahun, mahasiswa,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Ideal waktu pengobatan OAT pada pasien wanita usia 21 tahun dengan keluhan timbulnya benjolan di belakang telinga kanan

    02 Januari 2020, 17:41
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat sore dokter sejawat sekalian.




    Izin bertanya dan berdiskusi. 




    Saya dapat pasien di klinik sekitar 10 bulan yang lalu. 




    Perempuan, 21 tahun, mahasiswa, Keluhan utama nya ada benjolan sebesar kelereng di belakang telinga kanan yg dialami sejak 2 minggu sebelum datang ke klinik. Muncul secara tiba-tiba. Riwayat nyeri pada benjolan dan pada telinga (-), riwayat telinga berdenging (-), riwayat keluar cairan dari telinga (-), demam (-), batuk (-), pilek (-), riwayat sering mengorek telinga (-). 




    Rpt :- , Rpo :-




    Vital sign dalam batas normal




    Pemfis : 




    Telinga kanan :


    - benjolan, tunggal, mobile, konsistensi lunak, ukuran 3x2 cm, nyeri tekan ( ) di retroaurikular dextra.


    -benjolan, tunggal, mobile, konsistensi lunak, ukuran 1x0,5cm, nyeri tekan ( ) di junctional node (kurang lebih 3 cm dibawah retroauricular dekstra).




    Daun telinga : dbn




    Liang telinga : serumen (-), sekret (-)




    Membran timpani :tidak dapat dinilai (tidak ada otoskop)




    Pasien sempat saya tangani di klinik namun tidak ada perbaikan.




    Pasien lalu saya rujuk ke paru dengan diagnosa susp tb ekstra paru.




    Di rs pasien dilakukan biopsi dengan hasil : proses radang kronik spesifik tb




    Dilakukan juga pemeriksaan thoraks : suspek limfadenopati hilus kanan dengan proses spesifik dd bronkopneumonia dd tb paru.




    Pemeriksaan hiv :negatif




    Pasien kemudian diberikan terapi oat.




    3 bulan setelah minum oat hasilnya :


    -benjolan di retroauricular dekstra masih dijumpai namun mengecil menjadi 2x1 cm.


    -benjolan di junctional node hilang




    6 bulan setelah minum obat:


    -benjolan di retroauricular dekstra masih dijumpai dan tetap 2x1 cm.




    9 bulan setelah minum obat:


    -benjolan di retroauricular dekstra masih dijumpai dan tetap 2x1 cm.




    Saat ini os sudah memasuki bulan ke 10 minum oat. Pasien minum obat rutin. Tidak pernah terputus.




    Saya sempat menyuruh pasien menanyakan ke dokter paru terkait kelanjutan pengobatan jika setelah 1 tahun pengobatan tetapi benjolan masih ada apa rencana selanjutnya. Dan dokter paru mengatakan ke pasien kalau tidak hilang juga maka pengobatan akan tetap diteruskan juga sampai hilang. Belum ada batasan lama pengobatan yang di rencanakan.




    Yang ingin saya tanyakan:


    1. Berapa lama batasan pasien bisa minum oat? Dari sepengetahuan saya untuk tb ekstra paru memang pengobatan bisa 9-12 bulan. Tapi apakah memang bisa diteruskan lebih dari 1 tahun?




    2. Apakah sebenarnya pasien sudah dapat diindikasikan untuk pembedahan?




    3. Kalau seandainya memang sudah dapat diindikasikan pembedahan, bagaimana cara sebagai dokter umum memberikan pengertian ke dokter spesialis terkait untuk tidak meneruskan terapi oat dan mengalihkan pasien ke bagian bedah? Kebetulan pasien memang pasien bpjs. Dan kebetulan tetangga dekat rumah saya tinggal. Sehingga cukup sering berkonsultasi ke saya.




    Mohon pencerahannya.




    Terimakasih sebelumnya



02 Januari 2020, 18:09
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok. Izin berbagi yaa. 
Tatalaksana Limfadenitis TB prinsipnya sama dengan TB Paru. Yaitu lama pengobatan OAT minimal 6 bulan. Yang sedikit ada variasi adalah evaluasinya. Yaitu pada TB Ekstaparu khususnya Limfadenitis TB maka evaluasi pengobatan dengan melihat perkembangan limfadenopati yg terjadi. Jika selama dalam pengobatan limfadenopati berkurang baik ukuran dan jumlahnya maka pengobatan dianggap sembuh dan OAT Cukup 6 bulan saja. Seringkali memang pemahaman terkait evaluasi sedikit keliru. Yaitu dianggap bahwa limfadenopati pada kasus Limfadenitis TB harus benar² menghilang sampai tidak teraba lagi sehingga OAT terus dilanjutkan sampai bertahun-tahun (Kasihan Pasiennya). Padahal seharusnya tidak demikian yaa dok. Karena bisa terjadi Sequale TB pada KGB yaitu KGB tersebut akan terjadi fibrosis sehingga tetap akan teraba atau limfadenopati tetap terjadi namun ukuran telah mengecil dan tidak bertambah.
02 Januari 2020, 20:02
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
P
02 Januari 2020, 20:04
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Itu dia dok. Saya juga bingung. Malah dokter tadi menganjurkan minum obat terus menerus. 

Sebenarnya untuk oat sendiri ada tidak waktu maksimal konsumsinya dok? Apakah lebih dari 12 bulan memang boleh?
03 Januari 2020, 07:44
Terimakasih infonya dok
02 Januari 2020, 18:12
dr. Gina Amanda, Sp.P
dr. Gina Amanda, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Utk Tb ekstra paru di KGB bisa sp 12 bulan pengobatan tergantung penilaian klinis dari dokternya.

Kriteria sembuh tidak harus menghilang tp bisa juga mengecil atau sama saja.

Jika membesar atau tumbuh yg baru baru bisa dicurigai apakah pengobatan gagal, penyakit lain misal keganasan, ada infeksi sekunder, kemumgkinan resisten obat.

Utk pembedahan di sini ukurannya kecil sptnya kalau tidak mengganggu fungsi organ lain sptnya tidak perlu dilakukan, kalau masalahnya kosmetik maka bisa dilakukan tanpa bpjs
02 Januari 2020, 20:06
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Jadi jika sampai 12 bulan secara klinis tetap seperti itu ukuran benjolannya dan tidak ada perubahan baik membesar/mengecil/muncul yang baru apakah pasien sudah bisa kita katakan sembuh dok? 

Karena saya sendiri kasihan lihat pasiennya jika menkonsumsi oat terus terusan lebih dari 1 tahun nantinya
02 Januari 2020, 23:13
Ijin menyimak ya dok,kasus yg menarik 
03 Januari 2020, 08:11
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok, ijin bergabung sharing yaa.. terbatasnya pengetahuan saya, tuberkulosis memang pintu masuk utama melalui pernapasan, namun manifestasinya dapat muncul di paru, ekstraparu atau keduanya. Pada bbrp tahun terakhir juga sdh berkembang pola resistensi kuman tb sehingga menambah panjang deretan permasalahan terkait tb. Hal ini sebaiknya kita sikapi dengan tata kelola penatalaksanaan diagnostik dan terapi yang optimal. Untuk diagnosis akan sangat bermanfaat apabila semua prosedur diagnostik dpt ditempuh sesuai indikasi, dan Re-diagnostik pada tahap monitoring pengobatan juga dilakukan. Menyikapi problem pengobatan yg belum jelas kapan berakhir seperti ini seharusnya dilakukan evaluasi ulang yg optimal, tentunya pada jadwal yg dsarankan sesuai panduan. Apabila pada kasus ini manifestasi di paru sdh bisa dinyatakan sembuh, baik dari klinis dan pemeriksaan penunjang sputum dan mgkn foto toraks, maka bagaimana evaluasi terkait benjolan limfadenopatinya, karena ukuran masih lbh dari 1 cm memungkinkan untuk pemeriksaan PA ulang dan bila memungkinkan pemeriksaan resistensi (TCM) juga. Hasil histoPA menjadi gold standar untuk tb ekatraparu, sehingga kita bisa ketahui dengan jelas apakah benjolan yang masih tersisa tersebut hanya merupakan reaksi fibrosis proses kesembuhan, atau masih merupakan gambaran aktif proses TB yang perlu diduga adakah kemungkinan resistensi. Untuk pengobatannya tentu menyesuaikan hasil evaluasinya. Mohon koreksi
03 Januari 2020, 16:35
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Berarti ada baiknya di biopsi ulang dulu ya dok?
03 Januari 2020, 16:47
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Bila jelas ukurannya memungkinkan dan pasien setuju akan lebih baik
04 Januari 2020, 20:03
Terimakasih dok
03 Januari 2020, 08:11
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok, ijin bergabung sharing yaa.. terbatasnya pengetahuan saya, tuberkulosis memang pintu masuk utama melalui pernapasan, namun manifestasinya dapat muncul di paru, ekstraparu atau keduanya. Pada bbrp tahun terakhir juga sdh berkembang pola resistensi kuman tb sehingga menambah panjang deretan permasalahan terkait tb. Hal ini sebaiknya kita sikapi dengan tata kelola penatalaksanaan diagnostik dan terapi yang optimal. Untuk diagnosis akan sangat bermanfaat apabila semua prosedur diagnostik dpt ditempuh sesuai indikasi, dan Re-diagnostik pada tahap monitoring pengobatan juga dilakukan. Menyikapi problem pengobatan yg belum jelas kapan berakhir seperti ini seharusnya dilakukan evaluasi ulang yg optimal, tentunya pada jadwal yg dsarankan sesuai panduan. Apabila pada kasus ini manifestasi di paru sdh bisa dinyatakan sembuh, baik dari klinis dan pemeriksaan penunjang sputum dan mgkn foto toraks, maka bagaimana evaluasi terkait benjolan limfadenopatinya, karena ukuran masih lbh dari 1 cm memungkinkan untuk pemeriksaan PA ulang dan bila memungkinkan pemeriksaan resistensi (TCM) juga. Hasil histoPA menjadi gold standar untuk tb ekatraparu, sehingga kita bisa ketahui dengan jelas apakah benjolan yang masih tersisa tersebut hanya merupakan reaksi fibrosis proses kesembuhan, atau masih merupakan gambaran aktif proses TB yang perlu diduga adakah kemungkinan resistensi. Untuk pengobatannya tentu menyesuaikan hasil evaluasinya. Mohon koreksi.
03 Januari 2020, 08:11
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok, ijin bergabung sharing yaa.. terbatasnya pengetahuan saya, tuberkulosis memang pintu masuk utama melalui pernapasan, namun manifestasinya dapat muncul di paru, ekstraparu atau keduanya. Pada bbrp tahun terakhir juga sdh berkembang pola resistensi kuman tb sehingga menambah panjang deretan permasalahan terkait tb. Hal ini sebaiknya kita sikapi dengan tata kelola penatalaksanaan diagnostik dan terapi yang optimal. Untuk diagnosis akan sangat bermanfaat apabila semua prosedur diagnostik dpt ditempuh sesuai indikasi, dan Re-diagnostik pada tahap monitoring pengobatan juga dilakukan. Menyikapi problem pengobatan yg belum jelas kapan berakhir seperti ini seharusnya dilakukan evaluasi ulang yg optimal, tentunya pada jadwal yg dsarankan sesuai panduan. Apabila pada kasus ini manifestasi di paru sdh bisa dinyatakan sembuh, baik dari klinis dan pemeriksaan penunjang sputum dan mgkn foto toraks, maka bagaimana evaluasi terkait benjolan limfadenopatinya, karena ukuran masih lbh dari 1 cm memungkinkan untuk pemeriksaan PA ulang dan bila memungkinkan pemeriksaan resistensi (TCM) juga. Hasil histoPA menjadi gold standar untuk tb ekatraparu, sehingga kita bisa ketahui dengan jelas apakah benjolan yang masih tersisa tersebut hanya merupakan reaksi fibrosis proses kesembuhan, atau masih merupakan gambaran aktif proses TB yang perlu diduga adakah kemungkinan resistensi. Untuk pengobatannya tentu menyesuaikan hasil evaluasinya. Mohon koreksi
03 Januari 2020, 08:11
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok, ijin bergabung sharing yaa.. terbatasnya pengetahuan saya, tuberkulosis memang pintu masuk utama melalui pernapasan, namun manifestasinya dapat muncul di paru, ekstraparu atau keduanya. Pada bbrp tahun terakhir juga sdh berkembang pola resistensi kuman tb sehingga menambah panjang deretan permasalahan terkait tb. Hal ini sebaiknya kita sikapi dengan tata kelola penatalaksanaan diagnostik dan terapi yang optimal. Untuk diagnosis akan sangat bermanfaat apabila semua prosedur diagnostik dpt ditempuh sesuai indikasi, dan Re-diagnostik pada tahap monitoring pengobatan juga dilakukan. Menyikapi problem pengobatan yg belum jelas kapan berakhir seperti ini seharusnya dilakukan evaluasi ulang yg optimal, tentunya pada jadwal yg dsarankan sesuai panduan. Apabila pada kasus ini manifestasi di paru sdh bisa dinyatakan sembuh, baik dari klinis dan pemeriksaan penunjang sputum dan mgkn foto toraks, maka bagaimana evaluasi terkait benjolan limfadenopatinya, karena ukuran masih lbh dari 1 cm memungkinkan untuk pemeriksaan PA ulang dan bila memungkinkan pemeriksaan resistensi (TCM) juga. Hasil histoPA menjadi gold standar untuk tb ekatraparu, sehingga kita bisa ketahui dengan jelas apakah benjolan yang masih tersisa tersebut hanya merupakan reaksi fibrosis proses kesembuhan, atau masih merupakan gambaran aktif proses TB yang perlu diduga adakah kemungkinan resistensi. Untuk pengobatannya tentu menyesuaikan hasil evaluasinya. Mohon koreksi.
03 Januari 2020, 08:11
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alodok, ijin bergabung sharing yaa.. terbatasnya pengetahuan saya, tuberkulosis memang pintu masuk utama melalui pernapasan, namun manifestasinya dapat muncul di paru, ekstraparu atau keduanya. Pada bbrp tahun terakhir juga sdh berkembang pola resistensi kuman tb sehingga menambah panjang deretan permasalahan terkait tb. Hal ini sebaiknya kita sikapi dengan tata kelola penatalaksanaan diagnostik dan terapi yang optimal. Untuk diagnosis akan sangat bermanfaat apabila semua prosedur diagnostik dpt ditempuh sesuai indikasi, dan Re-diagnostik pada tahap monitoring pengobatan juga dilakukan. Menyikapi problem pengobatan yg belum jelas kapan berakhir seperti ini seharusnya dilakukan evaluasi ulang yg optimal, tentunya pada jadwal yg dsarankan sesuai panduan. Apabila pada kasus ini manifestasi di paru sdh bisa dinyatakan sembuh, baik dari klinis dan pemeriksaan penunjang sputum dan mgkn foto toraks, maka bagaimana evaluasi terkait benjolan limfadenopatinya, karena ukuran masih lbh dari 1 cm memungkinkan untuk pemeriksaan PA ulang dan bila memungkinkan pemeriksaan resistensi (TCM) juga. Hasil histoPA menjadi gold standar untuk tb ekatraparu, sehingga kita bisa ketahui dengan jelas apakah benjolan yang masih tersisa tersebut hanya merupakan reaksi fibrosis proses kesembuhan, atau masih merupakan gambaran aktif proses TB yang perlu diduga adakah kemungkinan resistensi. Untuk pengobatannya tentu menyesuaikan hasil evaluasinya. Mohon koreksi.
03 Januari 2020, 15:46
Nice sharing Dokter 🙏
03 Januari 2020, 15:30

Izin menyimak dokter. Terima kasih atas sharingya. 

03 Januari 2020, 19:54
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
03 Januari 2020, 16:47
Bila jelas ukurannya memungkinkan dan pasien setuju akan lebih baik
Baik dokter terimakasih sarannya. Coba saya edukasikan ke pasiennya mengenai biopsi ulang. Tapi pasien memang bpjs dok. Kl memang dpjp tidak mengijinkan biopsi ulang berarti harus umum. Semoga pasiennya mau ya dok
04 Januari 2020, 09:25
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Jika secara klinis tampak perbaikan limfadenopatinya maka sebaiknya gak perlu dibiopsi ulang dok. Karena seringkali bacaan PAnya tetap radang granulomatik kesan TB. Pada kondisi demikian meskipun bacaan PA mengatakan demikian, disitulah bermain clinical decision kita sebagai Klinisi yaitu Tidak selalu berpatokan penuh 100% terhadap penunjang. 
04 Januari 2020, 19:38
dr. Gina Amanda, Sp.P
dr. Gina Amanda, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Kalau memang ingin dan memang perlu biopsi ulang harusnya biopsi terbuka kalau cuma biopsi jarum halus yg mungkin terlihat hanya sel2 krn pemeriksaannya sitologi bukan histopatologi.
 
Sebaiknya jelas dulu tujuan akan dilakukan biopsi ini utk apa. Untuk cari diagnosis lain? Untuk cari resistensi?

Kalau resistensi juga tidak akan terlihat kalau yg diperiksakan PA
04 Januari 2020, 13:13
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Mungkin betul dok, masalah terkait di lapangan beberapa kasus relaps benjolan tumbuh di tempat lain dalam 2 buln setelah stop OAT, dan sudah ada kasus limfadenitis TB MDR. Supaya menjadi bahan pertimbangan..mohon koreksi
04 Januari 2020, 19:42
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
dr.Erna Kusumawardhani, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Iya betul dok.. dari hasil open biopsy itu sebagian dikirim untuk pemeriksaan PA, disitulah akan dpt informasi ada atau tidak resistensi dari TCM jaringan. 
04 Januari 2020, 13:14
izin menyimak dok, terimakasih atas informasinya 😇🙏
04 Januari 2020, 13:14
izin menyimak dok, terimakasih atas informasinya 😇🙏
04 Januari 2020, 13:14
izin menyimak dok, terimakasih atas informasinya 😇🙏
04 Januari 2020, 21:34
dr. Gina Amanda, Sp.P
dr. Gina Amanda, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Tg non invasif bisa dilakukan kalau hanya ingin mennetukan sudah sembuh atau belum adalah USG kelenjar getah bening. Kalau gambaran kalsifikasi maka artinya sudah penyembuhan.

Pd getah bening yg dinilai adalah kalsifikasi sbg tanda penyembuhan.

Dan d sini kasusnya juga ada KGB intra toraks kan? Sebaiknya jg dilakukan evaluasi foto toraksnya