Keluhan dyspepsia yang dirasakan pada pasien laki-laki usia 24 tahun - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter! Ijin konsul kasus, L 24 th dengan keluhan perut kembung, sendawa persisten, heart burn, dan sering merasakan rasa asam di tenggorokan seperti...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Keluhan dyspepsia yang dirasakan pada pasien laki-laki usia 24 tahun

    Dibalas 03 Desember 2019, 11:26

    Alodokter! 

    Ijin konsul kasus, L 24 th dengan keluhan perut kembung, sendawa persisten, heart burn, dan sering merasakan rasa asam di tenggorokan seperti cairan lambung naik sejak 9 bulan yll. Ia juga mengatakan fesesnya berwarna lebih gelap dan keras dibanding biasanya. Pasien sebelumnya berobat di luar negeri dan melakukan colonoskopi, usg, lab-lab lengkap termasuk cal-protektin, namun semua hasilnya normal, kecuali terdapat kalsifikasi di prostat. Pasien menolak tindakan Endoskopi karena takut memengaruhi kualitas suaranya (ia seorang penyanyi). 

    Dari pemeriksaan fisis hanya ditemukan nyeri tekan epigastrium, pemeriksaan lain dalam batas normal. 


    Kemudian di RS saya, pasien ini disarankan untuk melakukan pemeriksaan H.pylori dan FL, yang ingin saya tanyakan:

    1. Adakah pemeriksaan lain yang bisa dilakukan pada pasien untuk lebih menegakkan diagnosis? Atau dari keluhannya sudah bisa ditegakkan dengan GERD atau Peptik Ulcer?  


    2. Bila dilakukan pemeriksaan H.pylori, sebaiknya yang mana yang lebih ya dok? Urea breath test, H.pylori antigen stool test, atau serology H.pylori? 


    3. Dari ketiga pemeriksaan di atas, apakah ada yang ditanggung BPJS dokter? 


    Mohon ilmu dan masukannya dokter, terimakasih 🙏

03 Desember 2019, 11:18
Ali dok,

Untuk pembayaran RS dg sistem ina-cbgs BPJS bukan mana yang mana yang ditanggung BPJS dok.

Simpelnya, Dr terserah mau lakukan apa yg jelas dibayar sejumlah segitu. Dibayar per diagnosis. Bukan per pemeriksaan penunjang yg kita lakukan. 
03 Desember 2019, 11:19
Paket diagnosis
03 Desember 2019, 11:26
dr. Yoshua Viventius SpAk
dr. Yoshua Viventius SpAk
Dokter Spesialis Akupunktur Medik
Benar, ini yang saya kurang setuju baik ina cbg dan kapitasi, meskipun dapat menekan overutilisasi dan membantu dokter lebih berhati hati dalam bertindak, namun tarif masih jauh di bawah normal, bukannya yang ada pasien malah celaka dan ditangani underutilisasi seperti yang terjadi saat ini.
03 Desember 2019, 10:28
Dala perbandingan tes non-endoskopi, untuk sensitivitas dan spesifisitas UBT yg terbaik namun termahal dok, yg kedua baru stool antigen dilanjut elisa serology

Atau bagaimana kalau dilakukan saja terapi empiriknya dok, test PPI, dosis trio biasa Amox 2x1gr, Klaritro 2x500mg Ome selama 7-10 hari. Kalau tidak perbaikan baru di work out lagii
03 Desember 2019, 10:29
*dalam
01 Desember 2019, 18:18
Alodok..

Kasus yang sangat menarik ya Dok karena data nya lengkap dan pasien sudah dicek bermacam2.

Menurut saya, jika ingin tahu mengenai etiologi keluhan pasien memang perlu diendoskopi. Endoskopi utk melihat apakah ada ulkus, peradangan, atau temuan organik lainnya.

Infeksi bakteri H.pylori tetap kita pikirkan dan pemeriksaan baku emas nya adalah Urea Breat Test/UBT.

Jika pemeriksaan tsb tercantum di PPK rumah sakit, dapat diklaim Dok..

Sumber:Evaluation and management of dyspepsia